Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mentari senjaku, pancarkan sinarmu menyejukan kalbu. Entahlah, malam ini tak berkedip mamandang sinergimu dan kuharap kau selalu ada. Ada jingga yang tampak merasa melukis siluet di antara waktu,kau ada diantaranya begitu indah. Dalam heningku menatap senja Di dalam hati terdalam ada ruang yang sedianya untukmu Terlalu mandalam kusimpan sendiri Tak sepatutnya kututup dalam-dalam Bila nyatanya kau aka ada didalamnya, tiada cukup kata kuucap syukur Cuaca di mataku dingin menatap kehilangan Lengan sehanggat tenunan senja di pelupuk langit Hangatnya rindu mulai mengadu-ngadu, secara taratur padu dikala senja yang kelabu. Aku dan kamu kini jadi semu ketika terpisah oleh waktu…
Disini aku berdiri... Dibawah dinginya senja menghampiri Merasakan goresan luka mengingat kembali rangkaian kata,mungkin aku telah bisa melupakanmu Tapi tidak dengan rasa sakit yang kau beri untukku. Semburat kemuning itu seperti memberi pesan pada hati yang masih bersandar di pohon gersang, Jalanmu masih panjang, berbaliklah… Aku akan kembali ke tempat dimana kau mengunggu… Menuju masa dimana aku dan kamu yang tiada lagi berhubung kata “KITA” Engkau menuju pulang lalu perlahan menghilang Hingga yang tersisa hanyalah rasa rindu yang kemudian menikam di pekatnya malam
Anyeong yeorobun
Hello riders kembali lagi ke cerita ku Seteleh sekian lama off😆