"Niang zi, xiao niang zi," ulang perempuan itu.
Liliana menggerakkan tangannya dan ia sukses dibuat meringis kesakitan. Sekujur tubuhnya pegal-pegal seperti habis kerja rodi. Kata siapa tidak memiliki efek samping! ia curiga Balai obat mati itu bervisi dan misi membuat hantu-hantu merasakan kematian sekali lagi. Liliana mengutuk orang yang telah meluncurkan pil sialan itu.
Kembali pada kenyataan. Entah kenapa suara perempuan itu tak asing bagi Liliana dan sepertinya ia pernah mendengar panggilan semacam ini di suatu tempat. Tapi, dimana? Otak Liliana dengan cepat berpacu menggali setiap detail dalam benaknya. Akhirnya ia mengingatnya. Panggilan tersebut berkali-kali muncul di drama legenda kincir air yang mana digunakan untuk menyebut majikan mau pun anak perempuan majikan, bisa juga sekedar panggilan hormat pada wanita lajang. Bisa dikatakan sama saja dengan menyebut nona.
Jangan-jangan . . . .
Liliana terlonjak membuka mantanya secepat kilat. Tebakannya sekali lagi tepat. Heran, kenapa ia tak seberuntung itu jika menyangkut lotre atau undian. Kenapa tebakannya selalu benar pada saat tidak diinginkan. Terlihat, ia tengah berada di suatu ruangan yang sangat klasik. Perabot kayu mendominasi ruangan, mulai dari meja setinggi lutut hingga lemari pajangan yang berisi buku dan porselen. Ia tertidur di meja yang dipenuhi busana merah mewah untuk pengantin.
Gadis di hadapannya yang ia kenal melalui memori si hantu gentayangan, bernama Siu dan merupakan pelayan pribadinya sejak kecil. Dalam memori Chu Lili gadis bermata besar tersebut mati demi membersihkan nama baik Chu Lili yang telah dituduh meracuni makanan selir suaminya yang ternyata merupakan hasil persetongkolan kedua manusia tak bermoral tersebut. Rasa merobek menyerang hati Liliana. Sesak yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, membuatnya hampir menitikkan air mata.
"Jika niang zi lelah, tidurlah sejenak di kamar. Biar hamba padukan semua perhiasan dan anda tinggal memilih busana mana yang diinginkan." Siu mengajukan dengan penuh perhatian.
Lili menggeleng. Tidak ada waktu untuk berleha-leha. Ia bertekad menyelamatkan nyawa Siu yang begitu setia pada majikannya hingga akhir hayat, juga orang-orang tak bersalah yang dikorbankan dalam permainan kekuasaan lelaki tak bermoral itu. Kilasan lautan darah di suatu lapangan beriringan dengan teriakan dan tangisan melintas di benak Lili. Tersisa dua minggu lagi sebelum dirinya menuju kesalahan terbesar dalam hidup Chu Lili yang sekarang ia pinjam tubuhnya. Lili harus mencari cara menghentikan pernikahan ini. Apapun caranya!
Ia menatap Siu. Mungkin gadis itu mengenal pria berbahaya seperti para dayang dalam drama-drama kerajaan. Mungkin Lili dapat menyewa jasa pria itu untuk membinasakan pangeran hidung belang tersebut.
Lili menggapai sepasang tangan Siu. "Apa kau mengenal seorang pembunuh bayaran, atau pengacara, mafia, tukang pukul dan sejenisnya?" tanya Lili dengan mata berbinar.
Siu terdiam menatap penuh tanda tanya. Gadis itu bersujud. Apa dirinya salah bicara sesuatu hingga gadis itu sedemikian ketakutan? Tapi Lili sungguh iri melihat tubuh belakang Siu yang berisi. Kenapa para gadis zaman dahulu lebih molek daripada dirinya. Mengesalkan. Lili membuyarkan lamunannya. Ia membungkuk membantu Siu berdiri.
"Maafkan kedunguan hamba. Apa yang nona sebutkan hamba tidak mengerti. Apa itu bahan makanan, nona?" tanya Siu takut-takut.
Lili terdiam. Baiklah, dirinya yang idiot terlalu memercayai drama televisi. Omong kosong kalau dayang zaman dulu mengenal pembunuh bayaran. Mau tak mau Lili mengutuk para penulis drama tersebut. Astaga, kenapa ia menjadi banyak mengumpat hari ini.
Lili melepaskan genggaman tangannya pada Siu. Ia menopang dagu di atas meja seraya menatap gaun-gaun merah yang menumpuk. Ia butuh ide untuk menggagalkan pernikahan ini tapi bagaimana? Hingga kini Lili sama sekali belum memiliki ide brilian. Ia juga sadar tak akan bisa mengandalkan diri sendiri mengerjakan proyek sebesar ini. Tatapannya beralih menatap Siu, ia mendesah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reborn : The Mission
Historical FictionProject buku HAI - 5 Apa yang terjadi jika saat terbangun anda menemukan dirimu ditatap 2 lelaki aneh dengan setelan yang satu serba hitam dan satu lagi serba putih, terus mereka menyatakan kau telah mati dan harus membawamu pergi? Begitulah yang di...
