Happy Reading
.
.
.
.
.
.
Sebulan sudah berlalu setelah peristiwa penculikan si kembar. Sekarang Wang Yibo dan Xiao Zhan lebih berhati-hati dalam menjaga si kembar. Mereka tak ingin kejadian mengerikan itu menimpa kedua malaikat kecilnya.
Setelah peristiwa penculikan itu sepasang suami istri itu membawa si kembar ke psikolog. Mereka tak ingin si kembar mengalami traumatis pasca peristiwa penculikan.
Setelah beberapa kali si kembar melakukan terapi akhirnya semua baik-baik saja. Walaupun si kembar agak rewel saat kedua orang tua mereka membawanya ke psikolog.
Wang Yibo lebih sering mengajak si kembar ke kantornya dan membiarkan mereka bermain dengan karyawannya di sana. Karena itu merupakan latihan agar si kembar tidak takut dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya.
Terkadang Xiao Zhan juga mengajak si kembar ke studionya. Kalau bisa dibilang sekarang Wang Yibo dan Xiao Zhan lebih protektif dengan keadaan dan keberadaan si kembar.
Secara rutin dan berganti Wang Yibo dan Xiao Zhan menjemput si kembar dari sekolahnya. Dan akibat peristiwa penculikan itu, pihak sekolah mengetatkan sistem keamanan sekolah. Para guru juga harus lebih waspada dengan anak didiknya di sekolah. Pihak sekolah tak ingin sekolahnya di cap sebagai sekolah yang tidak nyaman dan aman bagi anak-anak didiknya. Peristiwa penculik si kembar diharapkan menjadi peristiwa penculikan pertama dan terakhir.
.
Hari ini Wang Yibo menjemput si kembar dari sekolah. Karena hari ini sudah menjadi jadwal Wang Yibo menjemput mereka. Ia sudah meminta Jiyang untuk memberikan jadwal untuk dirinya menjemput si kembar di sekolah. Kalau Wang Yibo tak sibuk sebisa mungkin ia harus menjemput si kembar dari sekolah.
"Papaaaaaaa!", teriak si kembar menghampiri papanya.
"Anak-anak papa sepertinya sangat senang hari ini hhmm"
"Tadi Kaili macak-macak sama bu gulu paa"
"Huan menhias kueh cama jiejie"
"Kuehnya enak paa, walnanya biyu sama meyah", ucap Huan.
"Kalau Kaili walna henjau sama kunin kuehna"
"Ini kueh buat papaa", ucap Kaili sambil menyerahkan sepotong kue yang ia hias tadi pada papanya.
"Kalo ini buat mama yaa paa", ucap Huan sambil mengangkat sepotong kue miliknya yang akan diberikan pada mamanya nanti.
"Baiklah papa simpan dulu kue kalian, sekarang kalian ikut papa. Ayooookkk", ajak Wang Yibo pada anak-anaknya.
"Hu'umm", ucap si kembar sambil manggut-manggut.
"Bu guru, terimakasih sudah menjaga anak-anak. Kami permisi dulu", pamit Wang Yibo pada Bu Yuu wali kelas si kembar.
"Baik tuan Wang, Kaili Huan kalian hati-hati di jalan yaa sayang. Besok kita berjumpa lagi", ucap Bu Yuu.
"Iyaa bu gulu. Kami pulan dulu yaa", ucap si kembar bersamaan.
Sang guru tersenyum bahagia melihat si kembar yang sudah tidak ketakutan dan mengalami trauma lagi pasca peristiwa penculikan yang menimpa mereka.
"Dadaaaahh bu guluuu", ucap si kembar pada wali kelas mereka.
Kemudian mereka bertiga berjalan ke arah parkiran mobil. Sekolah si kembar merupakan sekolah yayasan swasta elit yang terdiri dari sekolah PAUD hingga SMA.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Vow (END)
RomanceSebuah kecelakaan mobil yang menyebabkan Xiao Zhan dalam keadaan koma dan ketika sadar, dia kehilangan sebagian ingatannya. Suaminya, Wang Yibo berusaha untuk kembali mendapatkan hati istrinya. Bisakah Wang Yibo mengembalikan ingatan Xiao Zhan yang...
