6

144 40 89
                                        

Tampak seorang gadis tengah sibuk membersihkan debu-debu di rak buku seraya bersenandung kecil, mengingat ia berada di perpustakaan saat ini. Namun tak sengaja ia menyenggol rak buku di belakangnya, hal itu membuat rak buku bergoyang.

"Aileen! awas!" teriak seorang pria.

Aileen mendongakkan kepalanya, ia pun langsung memejamkan matanya takut apa yang akan terjadi setelah ini.

Bukkk...

Beberapa buku tebal terjatuh namun pria itu dengan sigap merengkuh tubuh Aileen untuk melindungi Aileen saat rak buku yang Aileen senggol tadi sudah jatuh ke bawah menimpa punggung pria itu.

"Akhh," rintih pria itu kesakitan karena kejatuhan buku-buku tebal di rak dan untung saja rak itu tak ikut tumbang menimpanya.

Aileen pun mendongak menatap pria di hadapannya dengan wajah panik. "Sen lo nggak pa pa kan?" tanya Aileen yang ternyata pria penolong itu adalah Arsenio.

Arsenio hanya menggeleng pelan seraya mengelus punggungnya yang terasa sakit. "No worries gue kan kuat paling juga lebam dikit," ujarnya meyakinkan Aileen yang menatap ia dengan rasa khawatir.

"Ayok gue obatin ke UKS," ajak Aileen menarik lengan Arsenio namun ditahan oleh pria itu.

Arsenio menggeleng pelan. "Gue nggak pa pa Ai. Gue tau lo sebenernya khawatirkan sama gue?" goda Arsenio menaik turunkan alisnya menatap Aileen genit.

Aileen memutar bola mata malas. "Apaansih lo pedean banget," sahut Aileen nyolot.

"Udah ngaku aja deh lo," ujarnya yang membuat gadis itu kesal.

Beruntungnya saat itu perpustakaan sedang sepi karena para siswa sibuk berkeliaran dan bermain di lapangan saat jam kosong. Jadi tak akan ada yang menegur mereka karena berisik.

Tanpa mereka sadari sejak kejadian Arsenio merengkuh Aileen, Bhalendra dan Zeotha ada di sana memperhatikan kedua insan itu.

Bhalendra berdehem keras membuyarkan semuanya dengan wajah menggoda menghampiri Aileen dan Arsenio. "Ekhem kok gue curiga ya Ze," ujarnya dengan wajah selidik.

Ketiganya menatap heran pada Bhalendra. "Curiga apaan?" tanya Zeotha.

"Perasaan gue tadi si Bella juga ikut dihukum tapi kok gue nggak liat ya tu bocah ada di sini."

Benar juga apa yang dikatakan Bhalendra, seharusnya Bella juga ada di perpustakaan untuk menjalani hukuman.

"Iyaa juga sih kok gue baru sadar yaa," sahut Zeotha dengan senyum misterius menatap Aileen dan Arsenio bergantian.

Arsenio memutar bola mata malas. "Sebagai pacar yang baik, gue udah suruh Bella pergi kasian ntar kecapean," alibi Arsenio.

Namun Bhalendra tak mudah ditipu daya oleh si curut ini. "Halah bilang aja lo modus biar bisa berduaan sama Aileen, iya kan?"

Damn!! tepat sasaran, Bhalendra seolah bisa membaca pikirannya. Arsenio menggerutu kesal sedangkan Aileen membuang muka malu karena wajahnya sudah memerah seperti tomat busuk.

_Maafin Author yaa Ai😚_

Kembali lagi pada Arsenio yang mencari akal untuk mengelabui Bhalendra. "Dih siapa juga yang mau berduaan sama nenek lampir. Lagi pula si Bella ngasi tau ke gue dia ada tugas kelompok jadi gue suruh balik duluan,"

Zeotha mendengus kesal pada Arsenio. "Udah bego mau aja diboongin," gumam Zeotha yang masih bisa didengar oleh Bhalendra.

"Goblok banget sih lo Sen diboongin sama Bella," ujar Bhalendra menatap Arsenio seolah miris dengan sahabatnya itu.

zeothaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang