Happy reading and enjoy 🙃
======~•🌸•~======
Kepompong saja membutuhkan banyak waktu untuk bisa berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Lalu apa gunanya waktu jika tidak kita gunakan untuk merubah diri jauh lebih baik.
======~•🌸•~======
Kehidupan di pondok itu sama seperti keseharian kita dirumah. Hanya saja ada tambahan kegiatan untuk mereka jalani agar terbiasa.
Di ponpes yang ditinggali Nisa. Khusus hari kamis dan jumat Pukul 03.00-04.00 wib mereka di wajibkan mengikuti sholat tahajud berjama'ah sambil menunggu adzan subuh. Alhamdulillahnya semua santri melakukan yang diperintahkan.
Tak lupa terkhusus hari Jum'at, semua santri di wajibkan membaca surat Al Kahfi minimal satu 'ain selepas sholat subuh, guna menghindari fitnah dajj*l di akhir zaman nantinya.
NB : sedikit info, jika kalian ingin terhindar dari fitnah mahkluk Allah tsb, maka kalian usahakan setiap jumat pagi membaca surah Al Kahfi ya.!! Semoga bermanfaat☺️🙏
Selain hari kamis dan jumat mereka bangun pukul 03.45 wib untuk siap-siap sholat subuh berjama'ah di masjid ponpes. Tapi ada juga yang bangun sebelum jam itu agar tidak terlalu mengantri mandi, jadi sekalian nyuci baju, dll.
Setelah sholat subuh jama'ah, mereka melakukan mujahadah atau semacam dzikir bersama, kemudian dilanjut dengan mengaji atau ngaos Al Qur'an sampai jam 06.00 wib.
Kemudian selama satu jam kedepan digunakan untuk sarapan, mandi, siap-siap ke sekolah. Semua santri di wajibkan tepat waktu saat sekolah pagi, karena peraturan mengharuskan santri sudah berada di kelas pukul 07.00 wib dan jika ada yang telat maka akan mendapat hukuman serupa di sekolah pada umumnya.
Di ponpes ini, sekolah paginya hanya hari senin sampai jum'at saja. Jadi hari sabtu dan minggu para santri MTs dan MI diajak untuk gotong royong membersihkan pondok.
Khusus santri MA (Madrasah Aliyah) laki-laki, mereka di ajarkan mengurus hewan ternak seperti kambing, sapi, dan budidaya ikan lele, ada juga yang membantu di kebun. Sedangkan santri MA putri diajarkan menanam sayuran di kebun dan memetik hasil panen untuk di masak.
**Mengurus disini, maknanya luas ya. Bisa saja membersihkan kandang, memberi makan, memandikan hewan ternak, dll.
Kembali lagi di sekolah :v
Mereka juga diberi waktu istirahat di jam 09.30-10.00 wib. Lalu, sekitar jam 12.15 wib mereka harus persiapan sholat dzuhur.
Setelah itu baru waktunya makan siang dan istirahat lagi sampai tiba waktunya ashar. Lanjut kegiatan ekskul seperti di sekolah pada umumnya. Kemudian baru mandi sore sambil menunggu waktu mahgrib.
Selepas sholat mahgrib, ngaji sampai isya'. Ba'da sholat isya' baru makan malam. Lalu belajar mandiri di kelas dan ada juga yang di aula ( bisa buat hafalan nadhom alfiyah, hafalan Qur'an, muroja'ah / mengulang hafalan Al-Qur'an, belajar, ngerjain tugas/PR, dll.. )
Pukul 22.00 wib, semua santri harus sudah ada dikamar masing-masing. Karena lampu lorong dan asrama santri putra-putri akan dimatikan untuk menghemat listrik, dan agar santri bisa tidur dengan nyaman.
Itu merupakan rutinitas di Ponpes Raudlatul Ulum ;-)
@@@
Tiba saatnya sekolah pagi. Nisa sangat senang karena hari ini ada jadwal pelajaran bahasa Arab. Selain itu dia juga menyukai perangai gurunya itu.
Sikapnya seperti bunda Lia, pikir Nisa.
Guru cantik nan anggun dan masih terlihat muda itu memasuki kelas dengan mengucap salam. Kemudian mengabsen semua muridnya dengan teliti dan barulah pelajaran dimulai.
"Ustadzah Arini.." panggil seseorang.
"Ya..?"
"Minggu kemarin katanya akan ada kuis sebelum pelajaran dimulai. Padahal saya tadi malam sudah belajar menghapal materi yang sudah ustadzah sampaikan.." seseorang itu mengadu.
Tampak santri lainnya mengeluh tak setuju. Beda dengan Nisa, dia malah mengangguk dengan semangat karena dia kemarin juga sudah belajar menghafal maksud ilmu nahwu, sharaf, beserta contoh-contoh fi'il madhi dan mudhori' sama seperti yang telah di jelaskan oleh gurunya minggu lalu.
"Alhamdulilah saya diingatkan. Terima kasih buat kamu, siapa namanya?" Tanya ustadzah Arini sambil tersenyum jahil melirik muridnya yang lain.
"Nama saya Wulan, ustadzah.." ucap gadis bernama Wulan tersebut.
"Baik, bagi siapa yang bisa menjawab nanti akan saya tambahkan nilai di ulangan semester kalian" ucap sang guru dengan tersenyum jahil.
"Kuis pertama. Apa pengertian ilmu nahwu dan sharaf ?"
Nisa hendak mengangkat tangan, tapi sudah keduluan gadis bernama Wulan tadi.
'kalah gercep deh..' batin Nisa kesal.
"Ilmu Nahwu atau yang disebut dengan ilmu Qowaid sendiri adalah ilmu tentang tata bahasa (kaidah-kaidah) bahasa Arab untuk mengetahui bagaimana membunyikan bagian akhir dari suatu kalimat"
"Sedangkan Ilmu Sharaf adalah ilmu yang membahas kata-kata atau pola kalimat dengan perubahan-perubahannya (tashrif)" jelas Wulan lalu tersenyum lega.
"Betul.. ini gimana yang lain, kok pada diem? Tidak lupa kan sama penjelasan saya minggu kemarin?"
"Tidak ustadzah.." jawab mereka kompak.
"Oke, selanjutnya kuis kedua. Sebut dan jelaskan contoh ilmu nahwu dan sharaf tadi !!"
Kali ini Nisa mengacungkan tangan dengan cepat. Dan ya.., dia ditunjuk oleh gurunya itu.
"Iya, kamu silahkan.."
Gemetar? Pasti..
Tapi Nisa senang bisa mengacungkan tangan lebih dulu dari Wulan.
"Contoh ilmu nahwu. Alhamdu Lillahi Rabbil 'Alamiin. Pada kata Alhamdu di baca dhammah (du) bukan kasrah dan juga bukan fathah, karena struktur kata Alhamdu berperan sebagai mubtada'. Sedangkan hukum mubtada' ialah di baca rafa' yang ketika di awal kalimat harus di baca dhammah"
"Contoh ilmu sharaf. 'Ma-saa-jida' yang pola katanya 'Ma-faa-i-la' dengan memahami satu pola kita bisa mengetahui cara membaca kata-kata lain yang memiliki kesamaan bentuk dan polanya" jelas Nisa dengan sedikit bangga.
"Betul sekali, tolong beri tepuk tangan untuk teman kalian yang sudah berani menjawab dengan benar tadi..!!" Ucap ustadzah Arini.
Ratna yang disebelah Nisa sudah terbiasa dengan segala keajaiban temannya itu. Dia bertanya, kenapa otaknya tidak bisa seperti Nisa ya? 🤔
Lalu di lanjutkan dengan kuiz fi'il madhi dan mudhori' tapi bukan Nisa lagi yang menjawab, melainkan temannya yang lain. Dia tidak ingin kemaruk, pikirnya.
Sedikit informasi, bahwa ustadzah Arini merupakan alumni santri ponpes Raudlatul Ulum itu sendiri dan menetap di pondok, karena suatu alasan. Dan umurnya sekitar 7 tahun lebih tua dari Nisa.
@@@
Ada satu lagi guru yang paling Nisa kagumi selain ustadzah Arini, yaitu ustadzah Hj. Siti Aisyah. Beliau sering dipanggil umi Aisyah karena memang statusnya sebagai istri dari Abah kyai H. Abdul Musthofa Baihaqi, pemilik ponpes Raudlatul Ulum tersebut.
Semua orang-orang di pondok sangat menghormati dan mengagumi beliau. Karena sikap, tutur kata dan perilakunya yang sangatlah baik, lembut dan kalem. Bahkan melebihi bunda Lia, pikir Nisa.
Meskipun umurnya tidak lagi muda, beliau masih aktif mengulang santrinya dengan sabar dan telaten. Pas sekali beliau mengulang 'Ilmu Tasawuf' yang berarti ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlak, membangun lahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi.
=== Tbc ===
Oh ya readers.., minta doanya buat saudara kita yang terkena dampak gunung semeru. Semoga mereka semua di beri kesehatan, keselamatan, dan dapat berkumpul dengan keluarga mereka. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kelapangan hati.. Aamiin..
Terima kasih ☺️🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐀𝐤𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚𝐢𝐦𝐮 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, 𝐰𝐚𝐡𝐚𝐢 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢𝐤𝐮
General Fiction"Shadaqallahul 'adziim.." Baru dua puluh ayat dari surah Ar Rahman yang Yusuf lantunkan, mampu membuat sang istri tertidur pulas. Tak hanya suaranya yang merdu dan menenangkan, tetapi perlakuannya juga membuat gadis cantik itu terbuai. Lengan kiri Y...
