06

4.7K 375 34
                                        

Nafas Jacob terengah-engah, matanya terpejam, menikmati kehangatan didalam perutnya yang kini terasa sangat penuh.

Jacob sedikit kesal dengan Edward sebenarnya, karena Edward tak bisa mengendalikan hasratnya saat melakukan seks dengan nya, namun saat Jacob memikirkan nya kembali, ia maklum.

Edward hanya terlalu merindukan nya, dan Jacob pun sama rindunya dengan Edward

Sedetik kemudian telapak tangan dingin Edward terasa membelai pipi Jacob, membuat Jacob yang terpejam membuka kelopak matanya.

"Maafkan aku, Jake..... aku....." Edward tak bisa menyelesaikan kalimatnya, namun Jacob dapat dengan jelas melihat aura penyesalan dimata Edward.

"Sssttt..... tak apa, aku baik-baik saja." Jacob tersenyum, berusaha untuk menenangkan Edward dari rasa bersalahnya.

Edward lalu mendekap Jacob kedalam pelukan nya.

Tertidur di lengan Edward seperti ini terasa sangat nyaman, dengan tangan Edward yang membelai rambut kepalanya dengan lembut. Jacob hampir jatuh terlelap jika saja ia tidak merasakan sesuatu yang aneh dari perutnya.

"ugh!..." Jacob memekik ketika rasa itu semakin lama menjadi terasa sangat menyiksanya.

Seperti rasa kram dan kontraksi bersamaan.

"Kau kenapa little wolf?" Edward khawatir.

"aarghh, sakit Edwardh... Perutku seperti sedang kontraksi." Jacob terbata-bata.

Edward lalu segera memakai kembali pakaiannya, lalu dengan cepat membalut tubuh Jacob yang masih polos menggunakan selimut. Rona kekhawatiran tergambar jelas di wajah Edward.

Edward lalu dengan cepat membopong Jacob lalu segera kembali ke rumah utama keluarga Cullen.

Brakk!!

Edward membuka pintu dengan keras, terlihat jelas rasa panik diwajahnya.

Jacob berada di gendongan Edward merintih kesakitan, sakit diperutnya benar-benar menyiksa.

Jasper dan Alice yang sedang menonton tv melihat kearah mereka dengan tatapan bingung dan agak sedikit kaget, namun Carlisle dengan sigap langsung berlari kearah Edward dan Jacob untuk membantunya menuju ruang kerjanya.

Segera Edward menidurkan Jacob di bed pasien yang ada didalam ruang kerja Carlisle.

"Maaf, maaf sungguh aku menyesal. Just please take away his pain. I'm so sorry." Edward berbisik, ia jelas tak bisa berhenti menyalahkan dirinya sendiri.

Saat itulah Rossalie muncul dan langsung menghantam pipi Edward dengan tinjunya.

"Kau melakukan nya??!! Are you idot or what?! Tak bisakah kamu menahan nya Ed. You know it's dangerous for the baby."

"Ross, tenanglah." Carlisle melerai.

Kemarahan di wajah Rossalie jelas sangat meledak-ledak.

Edward hanya diam, tak ada sedikitpun keinginan untuk melawan. Semua berhak kecewa padanya.

Jacob akan kesakitan seperti ini jika saja ia melakukan nya dengan lembut dan tadi tak lepas kendali.

"Rossiee.. jangan pukul dia lagi, ini juga salahku, I'm okay uhh.. "

Jacob berusaha menenangkan Rossalie meski dengan suara parau, menahan rasa perih di perutnya.

Mendengar itu Rossalie hanya mendengus kesal dan segera mungkin meninggalkan ruangan itu, ia tak ingin bertambah kesal yang dengan melihat tampang Edward.

Kini diruangan itu tersisa Edward, Jacob dan Carlisle.

"Ed.. It hurts so much hiks." Jake merintih.

Edward lalu segera beralih ke sisi Jacob dan menggenggam tangan nya, sementara Carlisle fokus memeriksa Jacob menggunakan alat USG, ia dengan mengamati monitor.

Imprinted on You | SEASON 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang