14

32 8 0
                                        


JANGAN LUPA VOTE!!

JANGAN LUPA VOTE!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

HAPPY READING<3

Hati ayah mana yang tidak sakit melihat putri terluka seperti ini. Anaknya, darah dagingnya sendiri yang tidak pernah sekalipun merasakan kekesaran dari tangannya, kini menjadi korban kekerasan orang yang bahkan asing bagi Lion.

Ia meantap tubuh lemah putrinya yang terduduk dikasur dengan pandangan kosong. Tatapan itu membuat Lion berkali lipat merasa bersalah.

"Sayang makan dulu ya?"

"Nanti Daddy."

Lion mengangkat sendok berisi bubur didepan mulut Senja. "Kamu harus makan biar cepat sembuh."

Senja benar benar berubah. Senja yang dulunya ceria kini hanya Senja yang memiliki tatapan kosong, wajah pucat dan sedikit lebam didahinya akibat benturan pada ubin yang dilakukan Ilham.

Merasa tepukan pada pundaknya Lion menoleh mendapati istrinya.

"Biar aku yang coba bujuk."

Lion menangguk segera bangkit dari kasur digantikan oleh Dinda. Ia keluar dari kamar anaknya karena tidak sanggup melihat Senja seperti ini.

"Sayang, anak Mommy yang paling cantik." Dinda mengelus rambut Senja lembut. "Jangan gini, Mommy sakit liatnya."

"Senja nggak papa Mommy. Cuma lagi capek." tersenyum manis kearah Dinda.

Dinda menghela nafas, menaruh piring di nakas lalu duduk disamping Senja. Merangkul putrinya.

"Sekarang, anggap Mommy sebagai sahabat kamu. Kamu bisa cerita apa aja, seperti kamu cerita sama Marsha."

Hatinya ketika melihat anaknya seperti ini. Senja yang dari kecil hidup dengan penuh kasih sayang, tidak pernah sekalipun ia membentak ataupun bermain tangan dengan putrinya ini.

Sekarang, dengan seenaknya lelaki itu menyakiti putrinya. Ilham.

Tanganya mengambil mangkuk bubur yang ia letakan dinakas, sedikit demi sedikit menyuapi Senja yang mulai bersuara. "Sambil makan oke."

Senja mengangguk menerima suapan dari Dinda.

"Mom, belajar berdua cowok sama cewek berdua itu nggak boleh ya?" tanya Senja seusai mengunyah.

"Boleh dong, yang penting tujuannya positif."

Sambil terus mengunyah menerima suapan dari Dinda. Senja teringat sesuatu.

"Oh iya, Mom aku ikut olim boleh?"

"Enggak!"

Rey masuk kekamar langsung berseru ketika mendengar kakaknya meminta izin.

FAJAR&SENJATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang