Page 100

11 3 5
                                        

Heyyow sebelum nya yang belum follow silahkan follow yaa jan lupa tinggalkan jejak <3

"Selamat memulai hari Aksa".

Sudut bibir pria itu tertarik membentuk senyum tulus yang di tampakkan nya. Kata-kata Tamara selalu saja membuatnya semangat lagi.

Kadang gadis ini memang menyebalkan tetapi itu hanya sesaat. Dan sesaat pun ia pasti memberikan sesuatu yang hangat untuk singgah di benaknya.

Sepanjang perjalanan di pagi hari yang menyejukkan itu, mereka asyik bercanda tawa dan berbagi cerita. Tak sekali dua kali Tamara melayangkan pukulan kecil ke punggung Aksa, atau sesekali mencubit- nya.

Obrolan mereka terus berlanjut hingga sampai lah mereka ke kedai bubur Amang oye yang terletak di pinggir jalan tersebut.

Aksa memakirkan motornya dan menurunkan helm nya. Kedua remaja itu segera masuk ke warung dan mengambil tempat duduk.

"Mang, bubur ayam nya dua ya kaya biasa."

Kata Aksa kepada bapak penjual bubur
yang memakai topi bundar itu.

"Oh iya den, satunya bubur ayam lengkap satunya lagi ga pake ayam kan?"

Aksa mengangguk. Bubur yang tak memakai ayam tersebut yaitu milik Tamara. Tamara memang memiliki riwayat alergi terhadap ayam.

Tak beberapa lama pun pesanan mereka datang. Dua bubur ayam satu tanpa ayam dan 2 gelas teh hangat untuk menghangat- kan perut mereka.

Menurut Aksa dan Tamara ini sarapan yang komplit. Makanya ini menjadi kebiasaan mereka. Tamara mengeluarkan ponsel dari sakunya dan memotret. Ia kemudian mengirimkan ke salah satu kontaknya.

𝑻𝒂𝒎𝒂𝒓𝒂

(Send a pict)
Mama jangan lupa sarapan ya! Aku lagi sarapan ma :)

Kring, tak beberapa lama pun ada balasan dari pesan tersebut.

𝑴𝒚 𝑴𝒂𝒎𝒂

Jangan boros! INGET!!, Mama sama papa susah susah nyari duit bukan buat kamu hambur-hamburkan.

Seketika mood nya langsung berubah. Niat ingin memberi perhatian malah berujung terluka. Tapi ia sudah tak heran. Memang sudah biasa ia mendapat jawaban seperti itu.

Aksa yang menyadari perubahan raut wajah dari gadis di sampingnya pun bertanya.

"Kenapa?"

"Hm, biasalah Nyokap"

"Udah nggak usah dipikirin. Lo mau apa? Mau nambah es teh ya biar kepala lo dingin"

Ujar Aksa disambut tawa oleh Tamara. Sahabatnya satu ini memang hobi mencair-
kan suasana.

"Bukan kepala gue yang dingin malah hati gue yang tambah dingin."

"Lah emang kan, makanya lo belum dapat cowo sampe sekarang" Ledeknya.

Motor aksa memasuki gerbang SMA Cakrabina, tempat mereka bersekolah saat ini. Beberapa teman mereka pun sesekali menyapa.

"Thankyou bro." Sambut Tamara setelah turun dari motor.

"Thanks to me later, if you will still ride my motorbike"

Semesta Punya CeritaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang