34. Is This the End?

77 8 7
                                        

Tidak sedingin salju yang turun di awal musim dingin, tetapi juga tidak sehangat mentari di pertengahan musim panas. Aeryn hanya berada di antara musim gugur yang memiliki dua hawa berbeda di setiap jamnya. Terkadang hanya memperlihatkan senyum setipis mungkin atau nyaris tidak terlihat, terkadang juga itu semua sama sekali tidak pernah terlihat dan hanya kosong saja, raganya seperti tidak menyimpan nyawa.

"Kau dan aku tidak pernah menjadi kita. Sejak awal, kau dan aku sama-sama tidak pernah memulai sebuah hubungan. Kau dan aku hanya membiarkannya mengalir begitu saja sampai aku tahu, bahwa kau telah menyembunyikan satu hal terbesar yang menurutku itu adalah sesuatu yang sangat penting. Seperti itu, 'kan?"

Aeryn mungkin tidak bisa mengeluarkan air matanya karena sudah terlalu kering. Sudah terlalu banyak menangis sehingga rasa yang dibagikan oleh dirinya hanyalah seperti tumpukan es yang membeku di kutub selatan—ya, setidaknya itu untuk kemarin dan Taehyung benar-benar merasakannya sendiri.

Usai mengatakan itu, sudah tidak ada lagi konversasi yang mereka bangun. Tidak ada kehangatan yang bisa Taehyung rasakan dan dirinya sendiri pun ikut membeku, tenggelam bersama kepingan hati yang berulang kali kembali dihancurkan hingga menjadi puing-puing tidak berguna yang menertawakannya.

Tetapi kabar baiknya, Taehyung masih bisa membuat semuanya terlihat baik-baik saja selayaknya bangunan kokoh yang hanya terlihat dari luarnya saja; begitu tenang dan tidak terusik sama sekali sementara jika dimasuki ke dalam, di sana benar-benar begitu berantakan. Ada dua kepingan hati yang berserakan sedang yang satunya seakan menolak untuk disatukan.

Taehyung memang tidak menyesali semuanya. Tidak menyesali keputusan yang telah diambilnya sejak awal. Tetapi bukan berarti dia tidak menderita. Bukan berarti dia tidak hancur seperti apa yang telah diperlihatkan oleh gadisnya.

Taehyung masih membawa sisa-sisa harapannya untuk memikirkan sebuah masa depan yang barangkali tengah menanti mereka di sana. Dia hanya mencoba untuk terlihat jauh lebih kuat dari masa-masa sebelumnya agar bisa terus melindungi Aeryn yang bahkan saat ini tengah memainkan ibu jarinya dengan cukup gelisah.

"Aeryn," Taehyung tiba-tiba saja membawa telapak tangan besarnya untuk menyentuh telapak tangan gadis itu, menenangkannya. "Kita turun sekarang, ya?"

Tidak langsung ada sahutan. Samar-samar Taehyung dapat melihat Aeryn yang tengah menelan salivanya dengan gerakan yang cukup lambat.

Hari ini pria itu benar-benar memutuskan untuk membawa Aeryn menemui kedua orang tuanya. Memperkenalkan kepada mereka siapa gadis yang benar-benar dicintainya dan patut untuk bersanding dengannya. Barangkali bisa dikatakan apa yang dia lakukan itu terlalu cepat, tetapi bagi Taehyung sendiri ini sudah waktunya dan lagipula, ia juga harus menyelesaikan segala urusannya dengan Sujin.

"A-aku tidak mau." Aeryn memecahkan keheningan yang hinggap di antara sudut-sudut mobil, kepalanya digelengkan sebanyak dua kali lantas kembali mengatakan hal yang sama untuk yang kesekian kalinya. "Aku benar-benar tidak mau."

"Aeryn ..."

"Taehyung, aku takut." Aeryn menarik tangannya dari genggaman hangat yang Taehyung berikan. "Bagaimana jika kau dan aku melupakan semuanya saja? Anggap ini semua tidak pernah terjadi. Dengan begitu, semuanya akan selesai."

Jelas ada banyak ketakutan sekaligus kekhawatiran yang bercampur menjadi satu di dalam sana. Terpancar nyata di antara kedua mata cokelatnya dan sukses menyentil relung hati Taehyung walaupun hanya beberapa saat karena selanjutnya, pria itu lagi-lagi kembali meraih tangan gadisnya untuk digenggam sekuat tenaga.

Pria itu membasahi bibir bawahnya, mendadak gugup. "Kau akan membiarkannya tumbuh tanpa seorang ayah?" satu pertanyaan terlempar dan Aeryn tidak bisa menjawab. Kepalanya ditunduk dengan rasa bersalah yang masih terus melingkupinya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 28 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Winding Road | KTHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang