3 months later...
Jane Asyegar Weasley, nama dari seorang gadis yang memiliki segalanya. Dari harta, kekayaan, dan kasih sayang. Semuanya ia dapatkan tanpa pengecualian. Namun, ada satu hal yang membuat gadis ini lemah. Fisiknya.
Disebuah rumah yang sangat megah, Jane berdiri sendiri menatap bangunan-bangunan tersebut dengan mata sayunya. Rumah yang menjadi saksi segalanya. Rumah yang memberikan pelajaran dan trauma tersendiri untuk hidupnya.
Jane menghela nafasnya berat. Ia mengambil sebuah kertas dan pulpen. Menuliskan sesuatu dan menaruhnya diatas meja. Ditengah-tengah ia menulis, sesuatu berwarna merah jatuh tepat pada tulisan yang tengah ia tulis. Jane buru-buru menghapusnya namun tidak bisa.
"Haishh, sial. Kenapa harus kena kertasnya sih!" Kesal Jane.
Bunyi deringan ponsel Jane terus-menerus terdengar, gadis itu masih saja sibuk menulis tanpa memperdulikan ponselnya. Tidak jarang Jane mengacuhkan panggilan dari seseorang termasuk Victor.
"Sabar bisa tidak sih? Aku sedang menulis." Gerutu Jane.
Jane masih terus melanjutkan kegiatannya hingga beberapa menit kemudian akhirnya selesai. Ia meraih ponselnya dan menelepon balik seseorang yang menelepon nya.
"Ya, halo."
"Ck, sayang, kau dimana?"
"Aku...aku sedang berada diluar. Ada apa? Kau butuh sesuatu?"
"Tidak, tapi Lucy membutuhkan mu."
"Apa?! Siapa?! Aku salah dengar?"
"Tidak, sayang. Aku melihat Lucy kecelakaan sangat hebat tadi, sekarang dia dilarikan ke rumah sakit di Lakana RS."
"Oh my god, Lucy. Oke, kamu duluan ke RS. Aku akan menyusul."
"Aku jemput saja ya? Perasaan ku tidak enak."
"It's okay, Vic. Aku akan baik-baik saja, tolong jaga Lucy demi ku."
"Baiklah. Hati-hati, sayang."
Jane berlari sangat kencang memasuki mobilnya, ia menancap gas dengan kecepatan diatas rata-rata. 30 menit ia menempuh perjalanan ke RS yang Victor katakan. Jane berlari ke tempat resepsionis dan pergi ke IGD dimana Lucy ditangani.
"VIC!" Pekik Jane.
Victor merentangkan tangannya dan disambut pelukan hancur dari seorang Kakak. Jane, sebenci apapun dia dengan keadaan. Lucy tetap adiknya, adik kandungnya, adik bungsunya. Naluri sebagai Kakak nya hancur mendengar sang adik mengalami kecelakaan hebat.
"Bagaimana bisa? Apa yang terjadi, hiks.."
Victor menceritakan semua kejadian yang ia lihat. Jane semakin terisak didalam pelukan Victor. 3 menit sudah Jane menangis hingga sekarang ia mulai merasakan dadanya kembali sesak.
"Hey, kambuh?" Tanya Victor panik.
Jane mengangguk, tangannya mencengkram erat tangan sang kekasih. Matanya menatap mata Victor. Seolah mengatakan sesuatu yang bahkan Victor tidak mengerti apa maknanya.
"Apa? Kamu mau apa? Tenangin diri kamu dulu ya, tarik nafas terus buang. Abis itu baru ngomong, aku dengerin semuanya. Ayo, sayang. Lawan rasa sakit nya, aku tau kamu gadis kuat." Ujar Victor mencoba menyemangati Jane.
Selang beberapa jam. Jendra, Jiana, Rose, Faye, dan Lora datang bersamaan. Jiana dan Rose mengambil alih Jane kedalam pelukan mereka. Jane dan Rose sudah mulai bisa menerima kehadiran Jiana kembali. Mereka bersama.
"Sudah, jangan menangis, nanti cantiknya hilang loh!"
"Bener tuh, baru kali ini setuju sama Kak Ji." Sahut Rose.
KAMU SEDANG MEMBACA
JANE [END]
RandomJiana, Jane, Rose, Lucy. 5 tahun lalu, mereka adalah saudara yang saling menyayangi, saling melindungi, saling mengasihi, saling memberi, saling menguatkan dan selalu ada satu sama lain. Hingga suatu saat, terjadi suatu masalah yang membuat mereka h...
![JANE [END]](https://img.yamur.dijitalkalp.com/cover/333567583-64-k41254.jpg)