ㄒ丨ᗪ • XV

120 14 5
                                        

Si merah diletakkan paling ujung, lalu lanjut si Kuning disampingnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Si merah diletakkan paling ujung, lalu lanjut si Kuning disampingnya. Si Hijau kehitaman kemudian menyusul, Biru paling mencolok lebih dulu duduk lalu lanjut Biru keabu-abuan. Sang Abu-abu dan Ungu yang lembut mengisi kekosongan. Jangan lupa si istimewa Putih yang menjadi pelengkap.

Sementara di sofa lain, Pangeran dengan warna Rambut normal diletakkan. Yang rambut Hitam sedikit memiliki kontras terang duduk pertama. Hitam Gelap setelahnya. Hitam bergelombang dan coklat bergelombang menjadi pelengkap.

Ya tuhan! Rumah Yoonbin yang mungil jadi terasa sempit karena kehadiran Cosplayer ini. Terus dia duduk dimana dong jadinya? Masa ngamper di lantai! Ga mau ah.

Terpaksa dia berdiri sambil menumpu sedikit duduk di salah satu kayu dekat dinding. Dia  memperhatikan orang-orang aneh itu. Mereka kini  memandangnya aneh. Ah tidak! Bukan Yoonbin, tapi sebuah benda mati yang ada di belakang laki-laki itu.

Yoonbin mengernyit heran. Emang bener-bener Wong Deso ni orang-orang prik! Eh tapi kalau iya mereka benar-benar miskin dan melihat barang-barang mewah dengan norak, sesuatu bercahaya yang berharga Fantastis itu seperti mengatakan sebaliknya.

Pasti mereka kaya raya banget. Batin Yoonbin.

Yoonbin mengambil remot yang berada di samping Televisi berukuran sedang lalu mulai menyalakannya.

Sontak ekspresi cosplayer scbd itu menarik perhatian Yoonbin.

"D-dia! Kenapa manusia itu ada di dalam kotak bercahaya itu?!" Doyoung berteriak Histeris.

Jihoon melototkan netra abu-abunya, "oi lihat! Itu bukan manusia, itu PENYIHIR!" Semua Pangeran sontak berteriak tambah Histeris terbayang kutukan mereka.

Saat ini di televisi film Harry Potter dimana Voldemort bangkit dan berniat menyerang sedang diputar.

Yoonbin menarik rambutnya frustasi. Ni tetangga bisa pada demo kerumahnya kalo mereka teriak kenceng banget dah ngelebihin kencangnya Bapak Yoonbin nonton bola pas masih Hidup dulu.

Sebelum si penyihir tak berhidung itu menyerang atau lebih memperparah kutukan mereka, Si Kuning Jeongwoo langsung bangkit dan menerjang si botak yang ada di kotak itu dengan Tinjunya yang luar biasa.

Televisi itu pecah. Meledak dan mengeluarkan api. Setelahnya lampu di daerah itu padam.

"Aaouch..." rengek Jeongwoo menahan sakit di tangannya.

Di tengah gelap gulita seperti ini, Yoonbin yang sudah di level frustasi maksimal berteriak lebih histeris dari mereka tadi. Biar mereka tau susahnya Yoonbin beli Televisi ini dulunya.

"BANGSAT KALIAN SEMUA!"

































Pangeran itu hanya duduk sambil menunduk menatap marmer. Sejak lampu hidup beberapa menit yang lalu, Yoonbin ga ada hentinya ngomel.

"Gue ga mau tau ya! Pokoknya kalian ganti TV gue, jadi yang lebih gede!"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 03, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Treasure In Danger! || 트레저Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang