⪩⪨
Senyuman yang terukir indah di bibirnya begitu menawan dan memikat. Betapa bahagianya ketika wanita itu mendapat kabar jika suaminya akan pulang hari ini. Sudah hampir satu minggu mereka tidak bertemu dikarenakan suaminya itu harus ke luar kota untuk menemui klien.
Saking bahagianya, wanita yang bernama Ayzel itu kini mematut dirinya didalam cermin. Berkali-kali mengganti gaun yang akan ia pakai untuk menyambut suaminya pulang.
Namun sudah hampir satu jam, Ayzel masih bingung akan memakai yang mana. Padahal mereka sudah dua tahun menikah, tapi wanita 25 tahun itu masih tetap seperti pertama kali jatuh cinta. Degupan jantungnya masih sama ketika ia merasa rindu.
Ayzel melemparkan tatapannya pada ponsel yang bergetar di atas ranjang. Semakin tertarik sudut bibirnya ketika username suaminya yang muncul di layar.
Tak menunggu lama, ia pun segera menekan icon hijau dan menempelkan benda tipis itu pada daun telinganya.
"Halo, Askar?!"
"Semangat banget kedengerannya, siapa sih ini?"
"Ck! Kamu suka gitu ih, masa iya gak ngenalin istrinya!"
"Oohhh jadi ini yaa istrinya aku? Suaranya sih gemesin, kayaknya cantik nih!"
"Askar! Udah ah nanti aku terbang nih!" Pipi Ayzel sudah memerah, panas pula.
"Boleh, terbang ke hati aku aja. Aku tangkap nanti kalo jatoh!"
"Askar! Udah ah!"
Laskara terkekeh diseberang sana, "Iya, iya kasian nanti pipi kamu merah,"
"Askar!" refleks Ayzel memegang pipinya.
"Iya udah iya, kamu mau jadi jemput?"
"Jadi dong, ini aku lagi siap-siap. Lagi milih baju,"
"Gak usah ribet-ribet, pake baju yang aku beliin minggu lalu aja, seneng deh kayaknya aku!"
"Yang mana? Emang minggu lalu kamu ada beliin aku baju?" Ayzel mengernyit berusaha mengingat.
"Masa kamu lupa sih? Yang minggu lalu loohh, yang warna merah itu,"
Ayzel melebarkan bola matanya, "Askar ih dasar mesum!"
"Gak ada yang larang kok mesum sama istri sendiri,"
"Masa iya ke bandara pake baju itu! Kamu ngaco! Udah ah aku siap-siap dulu yaa!"
"Yaudah yaudah, buka dulu pintunya dong aku pegel daritadi berdiri disini. Kamu nurut deh sama aku, pintunya dikunci terus. Pinter banget istrinya aku!" ujar Laskara,
Mengingat sebelum ia pergi bekerja sempat menitip pesan agar istrinya itu selalu mengunci pintu rumah untuk berjaga-jaga selama ia tidak berada di rumah.
"Iya dong, aku kan istri yang ba- bentar! Apaan? Kamu udah di depan? Ihh yang bener?!"
Ayzel dengan terburu-buru menuju jendela kamarnya lalu melihat ke arah bawah dimana pintu depan berada. Benar saja, Laskara sudah nangkring disana, melambaikan tangannya tanpa dosa seraya tersenyum menyebalkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
LASKARA AGRAISH
RomanceIni cerita tentang Laskara dan Ayzel. Dua insan saling mencintai namun takdir tak menyertai.
