『Journey and Search 1/8』

52 4 0
                                        

Pagi hari, Mahiru Kanata berjalan berkeliling hutan dan tetap mencari pemungkiman, berharap dia menemukan orang atau petunjuk seperti dataran rata yang layak dihuni.

Dalam perjalanan, Mahiru Kanata melihat berbagai buahan yang mirip dengan yang dia makan sebelumnya, mengingat dia terkena racun dan pingsan membuatnya merasa mual lagi.

Dia tidak ingin pingsan lagi, jika dia pingsan dan monster datang, maka dia akan mati tanpa ada perlawanan, dia tidak ingin hal konyol seperti itu terjadi. Menguatkan tekadnya, dia pergi menuju ke tujuan awalnya, mencari pemungkiman.

Dia berharap bisa menemukan sungai, sungai yang jernih dan ketika dia menemukan sungai maka dia yakin bisa menemukan pemungkiman, berjalan menelusuri hutan tanpa tahu arah dan sambil berharap agar tidak ada yang berbahaya menghampirinya.

Dalam perjalanannya, Mahiru Kanata bertemu benang takdirnya, ya benang takdir kematian. Dia menemukan Monster berkepala delapan mirip dengan naga dengan tubuh yang besar 90 meter dan sayap yang lebar.

Monster itu berkulit gelap dan terlihat tebal, Mahiru Kanata yakin bahwa dia pasti akan mati jika monster itu menemukannya.

Berjongkok dan berjalan dengan pelan, berharap monster berkepala delapan itu tidak menyadari keberadaannya, berjalan dibalik semak-semak dengan keringat yang membasahi wajahnya.

Harapan monster berkepala delapan tidak menemukan keberadaannya sirna saat ada bunyi ranting patah yang dia injak, terkejut dan melihat ke arah monster berkepala delapan itu.

Tidak bisa reaksi dari serangan yang cepat, Mahiru Kanata mati sekali lagi karena serangan monster berkepala delapan yang menggunakan ekornya yang panjang dan tebal.

Tubuh Mahiru Kanata terbelah menjadi dua, darah berceceran dimana-mana hingga tubuhnya hancur karena hentakan ekor.

Monster berkepala delapan menatap tubuh Mahiru Kanata yang hancur, tubuh yang hancur itu memiliki cahaya redup di sekitarnya.

Ada simbol kecil berbentuk jam romawi lingkaran yang tersembunyi, detik demi detik berlanjut hingga jarum jam panjang sampai angka XII.

Tubuh hancur Mahiru Kanata bercahaya dan memulai rekontruksi ulang, membentuk tubuh baru yang memiliki ketahanan yang lebih kuat dari sebelumnya.

Setelah terbentuk sepenuhnya, Mahiru Kanata hidup kembali, Mahiru Kanata duduk kebingungan saat dia melihat dirinya hidup kembali.

Menatap kedua tangannya yang terlihat baik, bahkan lebih baik dari sebelumnya, rasa kebingungan itu langsung sirna saat Mahiru Kanata melihat ke depan.

Dia melihat Monster berkepala delapan menatap dirinya, seketika membuat dirinya yang tadi kebingungan langsung dipenuhi ketakutan.

Monster berkepala delapan itu mengaum, empat dari delapan kepala monster itu membuka mulut dan di dalam ada cahaya warna putih.

Monster berkepala delapan itu menyemburkan api putih yang panasnya 2.000 fahrenheit, membakar segala disekitarnya sekian detik disemburkan kemudian api putih menghilang dengan sendirinya saat 40 detik dikeluarkan.

Tubuh Mahiru Kanata yang baru hidup kembali, terbakar hingga menjadi abu, membuat Mahiru Kanata mati lagi.

Saat monster berkepala delapan itu mendengus dan berbalik untuk pergi, cahaya terang bersinar di belakang monster berkepala delapan, salah satu kepala monster itu melihat kebelakang.

Monster berkepala delapan itu melihat Mahiru Kanata hidup kembali dalam keadaan utuh tanpa ada luka ataupun lecet, begitu juga Mahiru Kanata yang kebingungan saat dia menyadari bahwa dia memiliki kemampuan untuk hidup kembali dari kematian.

Higher-Adventure - Mahiru KanataTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang