Duduk lelah... Mengistirahatkan tubuhnya yang kelelahan, Mahiru Kanata menatap benda keras di tangannya, bulatan kristal yang memantulkan cahaya.
Warna kristal itu putih murni... Sebesar genggaman tangannya, tidak yakin dengan pikirannya untuk menelan benda sebesar itu.
Karena ragu, Mahiru Kanata menyimpan benda keras kristal itu di saku celananya, di hadapannya ada api unggun dan daging bakar.
Daging itu adalah daging monster berkepala delapan yang telah dia bunuh, saat merasakan rasa daging monster berkepala delapan, dia merasakan daging yang empuk dan enak dengan lemak yang terasa.
Makan dengan lahap, setelah kenyang, Mahiru Kanata tiduran di tanah, meratapi nasibnya, bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Seharusnya bulan depan aku ikut turnamen nasional biologi, kenapa aku berakhir seperti ini..." Ucapnya pelan, dia sedih, air matanya mengalir keluar saat dia berbaring di tanah, meratapi keadaannya saat ini.
Perlahan... Mahiru Kanata memejamkan matanya, tertidur lelap karena kelelahan, dia lupa bahwa dia belum membuat tempat perlindungan sementara.
Sementara Mahiru Kanata tertidur di malam hari yang sunyi di hutan tidak diketahui, di tempat jauh dari keberadaan Mahiru Kanata.
Sebuah tempat bernama Kekaisaran Serreich, pada malam ini Ratu Emas Serreich memerintahkan pasukan unit 854 pergi ke wilayah Lake of Silence.
Tugas yang diberikan pada Unit 854 untuk mengawasi perubahan pada Lake of Silence, perubahan sesuatu di kedalaman Lake of Silence.
Unit 854 cocok untuk tugas ini karena kemampuan deteksi dan pengawasan mereka yang tertinggi di Kekaisaran, meski begitu kemampuan pertarungan Unit 854 hanya biasa saja.
Setelah memerintahkan pasukannya, Ratu Emas menatap anaknya yang berdiri di kirinya, dengan senyuman indah bertanya pada anaknya.
"Leticia? Ada keperluan apa?" Tanya Ratu Emas pada anaknya yang menatapnya.
"Ratu Emas... Biarkan aku pergi ke Forest of Dominance!" Ucap Laticia, menuntut Ratu Emas membiarkannya pergi.
Menanggapi tuntutan anaknya, Ratu Emas tersenyum dengan senyuman yang membuat Leticia ketakutan.
Jawaban dari senyuman itu sangat jelas, menghela nafas sebentar kemudian berkata pada anaknya.
"Apa yang ingin kau lakukan disana?" Tanya Ratu Emas pada anaknya, dia cemas anaknya pergi ke hutan berbahaya itu.
Leticia menjawab dengan spontan dengan nada anggun, menatap mata Ratu Emas.
"Aku... Aku ingin familiar Naga Sejati!" Mengungkapkan tujuannya ke Forest of Dominance, mendengar tujuan anaknya yang ingin memiliki peliharaan Naga Sejati.
Dengan memelas dan malas, Ratu Emas menanggapi anaknya. "Anakku... Kenapa kau repot-repot ingin ke Forest of Dominance, Garden of Beasts ada banyak Naga Sejati." Jawab Ratu Emas pada anaknya.
Cemberut dengan jawaban Ratu Emas, Leticia pergi dari ruang aula, melihat anaknya pergi, Ratu Emas mendengus melihat sifat kenak-anakan anaknya.
"Meski dia memiliki kemampuan unik dan kuat, dia masih bersikap manja." Ratu Emas bergumam mengingat sifat anaknya.
Kembali ke sisi Mahiru Kanata, terbangun dari tidurnya karena mendengar suara dibalik semak-semak hutan belantara.
Melihat sekitar, gelap dan gelap... Masih malam, dalam pengliatan Mahiru Kanata suasana hutan sangat menakutkan.
Mahiru Kanata tidak melihat apapun karena kegelapan hutan, ketakutan, dia dengan cepat menyalakan api unggun lagi agar ada pencahayaan yang menerangi di sekitarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Higher-Adventure - Mahiru Kanata
FanfictionSinopsis: Cerita bertema fantasi, sebuah kisah perjalanan dan petualangan Mahiru Kanata di berbagai dunia, kisah yang menceritakan kesedihan, kebencian, amarah, dendam, kesenangan, kebahagiaan, kedamaian dan mimpi. Mahiru Kanata seorang perempuan ya...
