Berada di halaman lapangan besar, Mahiru Kanata saat ini menyulap energi sihir menjadi benda padat berbentuk pedang.
Sebuah pedang yang tercipta dari padatnya energi sihir, pedang yang dipegang oleh Mahiru Kanata pedang yang lumayan besar dan berat.
Meski begitu, Mahiru Kanata bisa mengangkat dan menggunakan pedang berat itu seakan-akan pedang itu sangatlah ringan.
"Pedang yang tercipta dari energi sihirmu hanya bisa digunakan oleh dirimu sendiri, sekarang tunjukan aku hasil latihanmu." Keter berada di hadapan Mahiru Kanata, mereka saling berhadapan.
Berjarak 10 meter dan Mahiru Kanata bersiap menyerang Keter dengan pedang besar dan beratnya berwarna hitam bercampur merah.
Gagang pedang itu berwarna hitam dan bilahnya warna merah dengan garis simetris warna hitam bercahaya redup, Mahiru Kanata bersiap dan akan menyerang.
Menghentakan kaki ke tanah dengan kuat dan dengan sekali dorongan, Mahiru Kanata menghilang dari pandangan, muncul kembali di sisi kanan Keter dan menebas Keter dengan serangan horizontal yang dilanjutkan vertikal kemudian berganti gerakan berputar hingga membentuk sebuah klon sementara dari kecepatannya.
Setiap 4 klon di berbagai sisi bersiap menyerang Keter, gerakan setiap klon dan dia selaras menciptakan sebuah gelombang getar yang menciptakan gempa bumi kecil.
Namun serangan itu berhasil di tahan oleh Keter dengan sentuhan jari telunjuknya, "Gerakanmu bagus untuk teknik berpedang, ayo serang lagi~" Keter mundur 3 langkah memberi sedikit ruang untuk membalas serangan Mahiru Kanata.
Gerakkan ringan dari bentuk tinjuan Keter mampu menciptakan kerusakan seluas 30.000 radius mil dengan lebar 45.000 kilometer, beruntung untuk Mahiru Kanata bisa menghindari tepat waktu.
"Serangan apa itu?" Mahiru Kanata terkejut dan spontan bertanya pada Keter, Keter hanya tersenyum dengan tanggapan reflek Mahiru Kanata. "Itu Teknik Aurealus, kau bisa melihat teknik yang sudah dikuasai sempurna akan menciptakan kerusakan yang begitu hebat." Keter menjawab pertanyaan spontan Mahiru Kanata yang terkejut.
"Itu... Aurealus?" Mahiru Kanata tertegun mendengar jawaban Keter, menenangkan dirinya, "Jalanku masih panjang." Pikir Mahiru Kanata dalam benaknya, dia berpikir untuk menjadi kuat tapi setelah ditunjukan gerakan tinju ringan dari Keter, perbedaannya beda jauh.
Keter melesat langsung dihadapan Mahiru Kanata dan akan segera menyerangnya dengan tinjuan ringan, "Apa yang sedang kau pikirkan, Kana~" Mahiru Kanata kembali ke kenyataan dari pikirannya karena gangguan serangan Keter.
Reflek yang begitu cepat, Mahiru Kanata langsung menghindari serangan itu, melihat dampak dari serangan kedua dari tinjuan ringan Keter, dampak itu bahkan lebih luas dan besar dari serangan pertama.
Memfokuskan diri, Mahiru Kanata bersiap lagi menyerang, kaki kiri menyentuh tanah sebelum mendorong ke depan dan melesat bagaikan kecepatan suara.
"Teknik Xuren: Bentuk Alpha - Tahap Ketiga: Matahari." Begitu mengucapkan nama teknik pedangnya, Pedang yang dipegang Mahiru Kanata, bilah pedang itu bersinar dengan sangat terang menyamai sinar matahari di langit dengan panas 20 juta derajat celcius.
Menebas pedang dengan bilah yang menyamai panas matahari, tebasan itu melelehkan segala hal di sekitar lapangan latihan hingga mencapai kedalam 11 juta meter.
Tapi Keter berhasil selamat tanpa luka sedikitpun, melihat dampak dari teknik pedang yang dia ajarkan, Keter kagum pada bakat luar biasa Mahiru Kanata.
Tentunya tidak semua berkat bakat luar biasa, Keter memberi pelatihan paling mematikan dan neraka selama 7 bulan, karena mengetahui Mahiru Kanata tidak akan bisa mati, maka pelatihan itu membuat Mahiru Kanata tersiksa dan mati sebanyak 37.321 kali dalam pelatihan 7 bulan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Higher-Adventure - Mahiru Kanata
FanfictionSinopsis: Cerita bertema fantasi, sebuah kisah perjalanan dan petualangan Mahiru Kanata di berbagai dunia, kisah yang menceritakan kesedihan, kebencian, amarah, dendam, kesenangan, kebahagiaan, kedamaian dan mimpi. Mahiru Kanata seorang perempuan ya...
