1. A friends with betrayal

8.6K 74 5
                                        

Malam ini, Jean bersama sahabatnya Anka dan Leon kekasih Anka, baru saja merayakan keberhasilan Mega proyek yang telah dimenangkan oleh Leon sebagai pemilik perusahaan dan Jean menjadi salah satu manager yang bertanggung jawab pada project tersebut.

Malam itu begitu meriah walaupun hanya hal-hal sederhana yang mereka lakukan sampai membuat Jean lupa waktu dan berakhir pulang kemalaman karenanya.

"Sayang, tolong antarkan Jean pulang." Pinta Anka. Melihat sahabat kesayangannya akan pulang di tengah malam ini.

"Baiklah, tapi ijinkan aku malam ini tidur disini. Aku malas untuk pulang dan bertemu dengan pak tua itu." Pak tua yang dimaksud Leon disini adalah ayahnya.

"Baiklah, aku akan menunggumu. Cepat pergilah sebelum semakin malam. Jean butuh istirahat." Anka mendorong Leon yang berniat menciumnya agar menjauh.

"Baiklah aku akan pergi." Tawa Leon kemudian menghampiri Jean yang menunggu dengan wajah masam melihat dua kekasih saling bermesraan didepan dirinya yang baru saja putus cinta.

Setelah Leon dan Jean pergi, Anka memutuskan untuk membersihkan diri selepas kegiatan seharian yang dia lakukan di kantornya.

Anka hanya menggunakan bathrobe saat ini, dan dilihat dari rambutnya yang basah maka sudah bisa dipastikan dia baru selesai mandi.

Ting...tong...

Dengan handuk kecil di tangannya dia mengeringkan rambut, awalnya dia malas untuk membukakan pintu, tapi saat bel terus berbunyi maka rasanya dia bersemangat menebak jika Leon yang sedang menekan bel apartemennya.

Terlalu cepat memang, tapi siapa tahu Leon membatalkan tujuannya yang akan mengantar Jean pulang dan kembali untuk bermain "panas" dengannya setelah ucapan yang mengatakan akan menginap malam ini. "Kamu tahu aku sedang bergairah ya?" kata Anka riang menuju pintu apartement dan

Klik...!

Langkah kakinya secara refleks mundur melihat siapa yang datang.

Mata kecil miliknya juga terlihat membesar menyadari bukan Leon yang datang menekan bel, bukan Leon yang tahu jika dia sedang bergairah, bukan Leon tapi.....

"Aksa?"

Yang dipanggil namanya terlihat menatap lapar tubuh seksi putih mulus didepannya yang hanya mengenakan bathrobe. Dia kemudian memaksa untuk masuk sementara Anka terus berjalan mundur tanpa berniat untuk mengusir "Apa-...Apa yang kamu lakukan disini Sa?"

"Aku merindukanmu."

Tiga minggu Anka tinggal bersama Aksa, dan selama tiga minggu itu pula suara berat Aksa yang selalu berhasil menaikkan gairahnya. Bohong jika dia tidak bergairah sama seperti tiga minggu lalu, bohong jika dia tidak merindukan Aksa. Rasanya dia bahkan ingin mengulang malam panas mereka, tapi itu kemarin, di Paris.

Berbeda dengan saat ini, Anka memang bergairah melihat bagaimana tampilan casual Aksa dengan dua kancing kemeja bagian atas yang terlepas di depan matanya saat ini, tapi ini gila? Ini terlalu gila? Dia tidak berani mengambil resiko mengingat Leon bisa datang kapan saja. Terlebih Aksa adalah sahabat Leon kekasihnya.

"Apa kamu gila? Leon bisa datang kapan saja."

"Aku melihatnya di basement. Dia sudah pergi Ka."

"TETAP SAJA DIA BISA-...nghhmmphh..."

Anka selalu seperti ini selama di Paris, selalu menolak di awal tapi luluh di akhir. Aksa bahkan sudah terlalu menghafal bagian tubuh mana yang bisa membuat Anka pasrah dan hanya melenguh di bawahnya.

"mmmphh...Sa..."

Seperti saat ini, saat Aksa melepas ciuman panasnya, dia beralih ke leher dan pundak Anka.

[BL] Oneshoot Story MpregTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang