VOTE SEBELUM MEMBACA!! ENJOI GUYS!!
______________________________________
Sudah sebulan sejak hari itu.
Sejak Elcha terakhir melihat Venus tersenyum di depan gerbang sekolah, sebelum gadis itu benar-benar menghilang tanpa kabar.
Awalnya, Elcha pikir Venus hanya sakit, atau mungkin sibuk dengan keluarganya yang rumit.
Tapi minggu demi minggu berlalu, dan kabar itu datang seperti petir di siang bolong:
Venus pindah keluar negeri.
Tidak ada pesan, tidak ada perpisahan, tidak ada pelukan terakhir.
Hanya hilang. begitu saja.
Malam itu, Elcha duduk di atap rumahnya — tempat mereka dulu sering memandangi bintang sambil saling menggenggam tangan diam-diam.
Hujan baru saja reda, tapi udara masih lembab dan dingin.
“El…cha…”
Ia masih bisa mendengar suara lembut Venus di kepalanya, memanggil namanya seperti bisikan.
Elcha menggenggam kalung kecil yang tergantung di lehernya — kalung pemberian Venus, dengan liontin kecil berbentuk bulan sabit.
“kamu di mana, Ven…” suaranya parau, hampir putus di ujung.
“aku nggak tahu kamu baik-baik aja atau nggak. aku cuma tahu… aku kangen.”
Matanya menatap langit kosong.
Bintang-bintang di atas sana terasa sama, tapi segalanya di bawah sini sudah berubah.
Ia membuka ponselnya, membuka chat yang sudah lama tak berbalas.
Pesan terakhir masih terbaca:
> [Venus 💫]: aku lagi sibuk bentar ya cha, nanti aku chat lagi.
Dan setelah itu — sunyi.
Elcha mengetik pesan baru, meski tahu mungkin takkan pernah sampai.
> Ven, kalau kamu baca ini, aku cuma mau bilang… jangan lupa makan ya. aku tahu kamu suka lupa kalau lagi stres.
aku masih di tempat yang sama, masih dengerin lagu yang kamu suka, masih berharap kamu balik.
Pesan itu tak pernah terkirim.
Ia menatap layar ponsel lama-lama, lalu akhirnya mematikan lampu dan menatap gelap.
“aku janji, Ven…” bisiknya pelan.
“kalau suatu hari kita ketemu lagi, aku nggak akan biarin kamu pergi tanpa aku tahu alasannya.”
Air matanya jatuh diam-diam, membasahi pipi yang dingin.
Di luar, angin berhembus lembut — seolah membawa bisikan rindu yang terbang jauh, melewati laut, menuju seseorang yang mungkin sedang memandangi langit yang sama di belahan dunia lain.
•••
[ EISST!!! ]
BENTAR DULU BACA NYA
{ Gimana nih?! suka ga?! aku langsung buat 3 part sekaligus untuk hari ini?? bisa di bilang hadiah untuk yang udah dukung aku, yang udah follow aku, vote dan komen!!
Hadiah juga dari aku karena hari ini ulang tahun aku , 3 part sekaligus untuk kalian !!
Dukung aku terus ya....
Jangan lupa Vote dan komen saat aku update cerita/part terbaru !!!
Makasih!!! I Love You!!! }
•••
Hari itu, bel masuk baru saja berbunyi.
Suasana sekolah sudah tak sama lagi sejak Venus pergi.
Bangku paling belakang di sebelah Elcha kini kosong — tak ada lagi tawa kecil, tak ada gumaman pelan setiap kali Venus kesal karena matematika.
Elcha duduk memandangi kursi itu lama, sampai suara Naren memecah lamunannya.
“Cha, kamu masih mikirin dia, ya?”
Elcha menoleh pelan. “Emang bisa berhenti mikirin seseorang yang tiba-tiba hilang?”
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan Sejenis [GXG] Area
Teen Fiction⚠️ CERITA INI MENGANDUNG 18+ ⚠️ kepo sama cerita nya ? ya baca lah Author kg bisa prolog
![Perjodohan Sejenis [GXG] Area](https://img.yamur.dijitalkalp.com/cover/330777984-64-k449836.jpg)