~enjoy to reading!!
.
.
.
.
'Caine'.
▫️▫️▫️▫️
40 menit, sebelum nya
Melihat kaca jendela kamar Rion yang sudah pecah, Echi mengajak Rion untuk pindah ke kamar sebelah. Yang dimana itu adalah kamar Gin.
"Pih, kita pindah ke kamar Gin aja ya?" Tanya Echi yang hanya di balas anggukan pelan Rion.
Setelah melihat keadaan di luar mansion tadi, Rion hanya diam dengan tatapan kosong dan tangannya yang ber getar halus.
Tak ada satupun kata yang keluar dari mulutnya. Walau begitu, ia masih merespon bila di ajak berbicara.
Echi membantu Rion berdiri dari duduknya, setelah itu dengan pelan ia menggenggam tangan papinya untuk keluar dari kamar itu.
mengapa dari tadi Echi sangat tenang melihat papi nya seperti itu? Jawaban nya satu. Ia sudah biasa menanganinya.
Mereka berdua berjalan dengan pelan ke arah kamar Gin, yang berjarak satu kamar dari kamar Rion.
Saat melewati kamar yang berada di tengah kamar Rion dan kamar Gin, Rion berhenti melangkah.
Ia diam tak bergerak bak patung, sementara mata nya menatap pintu itu dalam.
"Yon, ayok! Tapi kita mau ke kamar Gin." Ajak Echi sembari kembali berjalan dengan menarik tangan Rion yang ia genggam.
Ia tau apa yang ada di pikiran papinya sekarang, karena itu adalah kamar seseorang yang juga sangat ia rindukan sekaligus ia benci?
Rion tak bergerak dari posisi nya, ia tak memedulikan Echi yang terus mengajak nya untuk ke kamar Gin.
Apa yang Echi pikirkan ternyata benar.
.
.
.
"Caine" Ucap Rion lirih, nyaris tak terdengar.
Seketika air mata meluruh keluar membasahi pipi Echi.
Echi mematung ketika mendengar nama yang keluar dari mulut papinya. Kenangan indah sekaligus menyakitkan itu terputar bak rekaman kaset lama di kepalanya.
Dengan kasar ia mengusap kedua matanya yang masih mengeluarkan air mata.
Sadar tangan yang ia genggam semakin bergetar, Echi kembali menarik tangan papinya ke arah pintu berwarna hitam dengan nametag 'Gin'.
Cklek
Mereka masuk ke dalam kamar itu, bisa di lihat kamar dengan furnitur dominan berwarna coklat dan hitam itu sedikit berantakan karena si pemilik kamar yang tak sempat merapikannya.
Echi menuntun Rion untuk duduk di tepi kasur Gin.
'Caine'
'Caine'
'Caine'
Hanya satu kata itu yang dari tadi tak berhenti terucap dari mulut Rion.
Melihat ada gelas yang berisi air di meja kamar Gin, Echi mengambil dan membantu Rion untuk minum.
"Pih... papi minum dulu yaa" Ucap Echi lembut, sambil menolong papi nya untuk meminum air yang ada di gelas.
Rion meminum air nya
KAMU SEDANG MEMBACA
Shards Of The Past [TNF/TNMC] | By asaa
Teen Fiction. . . . "Ia bagaikan lautan yang indah dan menenangkan. Tetapi.... jangan lupa, bahwasanya lautan juga menyimpan kegelapan dan kehampaan didalam nya." "Disaat ia mulai percaya dengan perkataan orang-orang tentang masa lalunya. Datanglah seseorang ya...
![Shards Of The Past [TNF/TNMC] | By asaa](https://img.yamur.dijitalkalp.com/cover/386126690-64-k884199.jpg)