Mereka terjebak di antara dunia mimpi dan dunia nyata.
Jalan satu-satunya hanyalah menemukan diri sendiri.
Tak ada petunjuk pasti...
Detik terus berdetak, tapi waktu mereka berhenti.
Terjebak di antara dua dunia - mimpi dan kenyataan.
Hanya dengan m...
Di bawah pohon pinus membeku, gulungan kedua muncul —
Kali ini Jaehee yang membukanya.
tulisan di atasnya: “Even if the night grows colder, our wish will bloom again.”
"Malam dingin? Salju? Mungkin malam Natal?" Batin Jaehee menimang sendiri jawabannya.
Jaehee teringat kisah yang dulu ibunya ceritakan tentang natal. Katanya makna malam natal adalah cinta kasih, kedamaian, pengharapan, dan kebersamaan.
Jaehee menyodorkan gulungan kertas itu untuk di baca yang lainnya.
Dahi mereka mengerut, tanda bingung.
“Itu… mungkin lagu Wishful Winter, kan?” dalam hati Jaehee.
Hening...
Semua orang sedang mencoba mencerna petunjuk itu.
Hening menyelimuti udara. Tak ada yang menjawab, tapi semua mata saling bertukar pandang — seolah pertanyaan itu mengandung sesuatu yang lebih dari sekadar nama lagu.
Udara dingin semakin menusuk. Salju menumpuk di bahu mereka, sementara bulan biru menggantung di langit dengan cahaya redup.
Lalu perlahan, Jaehee memejamkan mata. Sebuah melodi lembut mulai bergema di dalam pikirannya — melodi yang pernah mereka nyanyikan bersama, di hari penuh tawa dan mimpi.
Suara lembutnya memecah kesunyian.
“Stay, ねえ いつかきっと…”
Nada itu menggema di udara dingin, lembut tapi rapuh, seperti hembusan napas di musim dingin. Jemari Jaehee terulur, menggenggam tangan Ryo yang menatapnya dengan mata membulat.
Tanpa berpikir panjang, Ryo melanjutkan dengan lirih:
“全てが Wishes come true…”
Kata-kata itu bergetar bersama udara. Dan di saat bersamaan, butiran salju di sekitar mereka mulai bersinar lembut, menari di antara cahaya bulan.
Tujuh bintang muncul, berputar mengelilingi mereka dengan warna yang berbeda-beda — ungu, merah, biru, hijau, kuning, pink, dan satu bintang yang warnanya samar, hampir padam.
Mereka semua terpana. Jaehee menatap bintang-bintang itu lama, sebelum sebuah firasat menekan dadanya kuat-kuat.