28. Scent Of Victory [END]

1K 92 27
                                        

Matahari pagi Los Angeles menyinari Crypto.com Arena dengan cahaya keemasan yang menyilaukan. Di dalam arena yang dipenuhi oleh 20.000 penonton dari seluruh dunia, lima pemain Void Esports duduk di booth kaca kedap suara mereka, headset terpasang erat, mata fokus tajam pada layar.

Final Nexus World Championship. Game kelima. Skor 2-2 melawan Dynasty dari Tiongkok.

Ini adalah momen yang mereka tunggu selama berbulan-bulan, puncak dari segala perjuangan, air mata, dan pengorbanan.

Jay merasakan jantungnya berdetak dengan ritme yang tidak teratur, tapi tangannya tetap stabil di atas tablet gaming. Feromon pine-nya menguar dengan intensitas yang tinggi, bercampur dengan aroma mint dari Sunghoon, earthy dari Jake, dan woody dari Heeseung dalam harmoni yang telah mereka bangun melalui krisis demi krisis.

Di layar, Ancient Dragon baru saja spawn dengan suara yang menggema. Kedua tim bergerak menuju pit dengan formasi yang sempurna, mengetahui bahwa teamfight ini akan menentukan siapa yang akan membawa pulang trofi World Championship.

"Posisi," ucap Jay dengan suara yang tenang, meskipun adrenalin memompa keras di setiap pembuluh darahnya. Matanya tidak lepas dari minimap. "Heeseung, lo udah siap buat nyapit dari samping?"

"Siap, Kapten," jawab Heeseung, jari-jarinya bergerak cepat di atas layar, menguji angle terbaik.

Jay mengangguk, "Jake, gimana vision kita?"

"Aman di bagian kanan dan mid, tapi mereka berkumpul di baron pit," lapor Jake dengan fokus penuh pada layarnya. "Kayaknya mereka mau jebak kita."

"Sunghoon, health dan mana?" tanya Jay lagi.

"Full," jawab Sunghoon dengan percaya diri, "Gue bisa pancing teamfight kalau perlu."

"Ni-ki?"

"Gue udah di posisi, Bang," ucap Ni-ki, suaranya sedikit bergetar karena gugup, "Siap nge-lock tank mereka."

Jay menarik napas dalam-dalam, menutup mata sejenak untuk mengumpulkan fokus. Suara penonton terdengar redup dari luar, seperti ombak laut yang menghantam pantai. Ketika ia membuka mata, tatapannya tajam seperti elang yang mengunci mangsa.

"On my call," kata Jay dengan suara yang tegas, "Three... two... one... GO!"

Ni-ki langsung menerkam dengan Shadowblade-nya, melintasi arena untuk mengunci tank Dynasty dengan combo stun yang sempurna. Heeseung muncul dari fog of war dengan Titanfall, ultimate-nya memisahkan marksman Dynasty dari tim mereka, menciptakan kekacauan dalam formasi lawan.

Jake memberikan shield dan heal sesuai timing, memastikan Ni-ki tidak mati saat terkena burst damage. Sunghoon melakukan kiting yang sempurna dengan Vortex-nya, basic attack-nya tidak pernah berhenti sambil terus bergerak menghindari skillshot musuh.

Dan Jay, sang kapten, menari di antara skill musuh dengan Kaelen-nya. Setiap pergerakannya diperhitungkan dengan maksimal. 

"KAPTEN PARK! WHAT A PLAY!" teriak komentator dengan suara yang pecah, "HE'S DODGING EVERYTHING! I CAN'T BELIEVE WHAT I'M SEEING!"

Satu per satu, hero milik Dynasty tumbang di bawah koordinasi sempurna Void.

"FIRST BLOOD FOR PARK JONGSEONG!"

"DOUBLE KILL!"

"TRIPLE KILL! THE DEMON KING IS BACK!"

"QUADRA KILL! OH MY GOD, THIS IS INSANE!"

Scent of Victory | Jay x Jungwon (JAYWON)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang