˚₊· ͟͟͞͞🎞️➳✧ 𝟎4. Mamang Fotocopy📸 ˚₊· ͟͟͞͞⏳

104 65 20
                                        

Haloo Prend...

Kuy, kita lanjutkan!

Kuy, kita lanjutkan!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


1. 𝐅𝐋𝐀𝐒𝐇𝐁𝐀𝐂𝐊 𝐖𝐈𝐓𝐇 𝐌𝐀𝐕𝐕𝐄𝐑𝐈𝐂𝐊

--------------------------○ 🦋 ○------------------------

"Dari semua nomor yang salah, dia yang paling ingin kusimpan."
—Mavverick Georgiano—

--------------------------○ 🦋 ○------------------------

Cahaya matahari pagi mulai merayap melewati celah gorden, membelah keheningan kamar dan menyentuh ujung kaki Eca yang melingkar nyaman di sofa. Suasana begitu tenang, hanya ada deru napas halus yang beradu dengan suara gesekan kertas saat jemarinya membalik halaman novel... ritual suci yang tidak boleh diganggu oleh siapa pun.

Namun, kedamaian itu berubah ketika ponsel di atas nakas bergetar, menciptakan bunyi yang membuat Eca tersentak. Ia mendongak dengan tatapan tidak puas. Alur cerita yang sedang memuncak di kepalanya mendadak buyar, meninggalkannya dalam rasa kesal. Matanya menyipit, menangkap deretan angka asing tanpa nama yang berkedip-kedip di layar, seolah sedang menuntut perhatian di waktu yang paling salah.

Ia meletakkan novelnya dalam keadaan terbuka dan menelungkup begitu saja di atas bantal... sebuah dosa besar bagi seorang pecinta buku sepertinya, namun rasa ingin tahunya jauh lebih mendesak. Dengan dahi yang berkerut dalam, ia meraih benda pipih itu.

"Ini siapa?"

Eca mendengus. Sebuah tawa sinis lolos begitu saja dari hidungnya. Ia merasa pertanyaan itu sangat konyol. Jemarinya bergerak lincah di atas keyboard, mengetik balasan dengan kecepatan yang didorong oleh rasa heran sekaligus jengkel.

"Lah, kebalik. Harusnya gue yang nanya. Lo siapa tiba-tiba muncul di notif gue?"

Setelah menekan tombol kirim, ia menyandarkan punggung ke sandaran sofa yang empuk. Ia memutar-mutar ponsel di tangannya sambil menatap langit-langit kamar, mencoba menebak-nebak siapa orang iseng ini.

Penipu yang sedang mencari mangsa?

Atau seseorang yang sengaja salah sambung?

Namun, lamunannya terhenti saat layar kembali menyala terang. Balasan yang masuk kali ini bukan sekadar kata-kata biasa, melainkan sebuah kalimat yang sanggup membuat buku yang tadi ia baca seolah kehilangan seluruh daya tariknya.

"Gue nggak tahu. Nomor lo tiba-tiba ada di kontak gue," jawab si asing di sana.

Eca memajukan duduknya, novel yang tadi jadi pusat dunianya kini terabaikan di atas pangkuan. Rasa penasaran mulai menggelitik batinnya.

Who's The Winner? Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang