Ayah selalu percaya akan satu hal,"Bahwa anak perempuan yang terlalu kuat biasanya menyimpan luka paling dalam."
Dan disini, Senara adalah perempuan paling kuat yang pernah ia lihat.
***
Sudah hampir dua minggu ini, Ayah Senara selalu memperhatikan perubahan kecil yang terjadi pada putrinya.
Senara Adiva Maheswari Atmadikara.
Anak yang dulu selalu pulang kerja tepat waktu.
Anak yang jarang keluar kamar.
Anak yang lebih sering terlihat serius daripada tersenyum.
Namun, sekarang...
Ia pulang lebih sore.
Terkadang pulang dengan rambut sedikit berantakan seperti habis tertiup angin.
Kadang juga dengan wajah lelah, tapi mata yang entah kenapa terlihat lebih hidup.
Dan yang paling mencolok...
Ia sering tersenyum sendiri.
Ayah tidak pernah langsung bertanya.
Ia bukan tipe laki-laki yang menyerbu dengan pertanyaan.
Ia lebih suka memilih mengamati.
Menyimpan.
Menyusun potongan-potongan.
Seperti malam ini.
Jam sudah menunjukkan pukul delapan lewat sepuluh.
Suara motor berhenti di depan rumah.
Ayah yang sedang duduk di ruang tamu menoleh pelan.
Bunyi pagar dibuka.
Langkah kaki ringan terdengar masuk perlahan ke teras.
Ringan.
Tidak seperti biasanya.
Biasanya langkah Senara selalu berat.
Seperti membawa dunia di pundaknya.
Hari ini... berbeda.
Pintu terbuka.
"Assalamu'alaikum," suara Senara terdengar lebih cerah.
"Wa'alaikum salam," jawab Ayah tenang.
Senara kemudian melepas sepatu, masuk lebih dalam ke rumah dan menaruh tas yang seharian ini sudah senantiasa setia menemaninya kerja seperti biasa.
Mata mereka bertemu sebentar.
Dan sang Ayah melihat sesuatu yang tidak pernah ia lihat sejak dua tahun lalu.
Harapan.
***
Dua tahun lalu.
Ayah masih ingat jelas malam ketika Senara pulang dengan mata sembab.
Tanpa banyak kata.
Tanpa cerita.
Hanya masuk kamar dan mengunci pintu.
Besoknya, ia kembali menjadi Senara yang dingin.
Tidak lagi menyebut nama laki-laki itu.
Tidak lagi membahas masa depan.
Sejak saat itu, Ayah tahu...
Anaknya pernah jatuh terlalu dalam.
Dan ketika seseorang jatuh terlalu dalam, ia bisa berubah menjadi batu agar tidak jatuh lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ikhlas Di Bawah Senja
RomanceSetiap orang pernah jatuh cinta. Tapi tidak semua orang belajar ikhlas karenanya. Senara Adiva Maheswari Atmadikari, menjalani hidup yang terlihat sempurna, pekerjaan mapan, rutinitas teratur, dan senyum yang selalu siap ia pakai di hadapan dunia. S...
