Our Own Little World

263 38 1
                                        

• Kalau ada yang merasa tidak suka atau tidak setuju di chapter ini, karena beberapa hal, kalian boleh angkat bicara, nanti akan saya tarik kembali, terima kasih.

Selamat Membaca!

Terdapat salah satu bangunan pencakar langit yang menjulang tinggi di pusat kota, bersanding dengan gedung–gedung lain yang tak kalah tinggi.

Inilah MS Entertainment, sebuah agensi hiburan tertua di negara ini. Perusahaan yang menghasilkan aktor, penyanyi, dan artis–artis hebat hingga ke kancah internasional.

Selain itu, perusahaan ini juga terkenal karena teknik marketing dan strategi mereka yang luar biasa. Apalagi ide–ide kreatif yang tidak ada habisnya selalu ditunggu para penggemar artisnya di setiap comeback.

MS Entertainment, agensi dengan identitas logo berwarna merah muda. Terdengar lucu dan menggemaskan, bukan? Tapi jangan salah, di balik kelucuan warna merah muda itu, perusahaan ini memiliki aturan tegas yang harus ditaati semua orang di dalamnya. Strategi pemasaran untuk meraup kantong para penikmatnya juga sangat menakjubkan, sampai membuatnya berada di posisi teratas sebagai perusahaan dengan laba bersih tertinggi hampir setiap tahun.

Di salah satu lantai gedung agensi, sudah berkumpul beberapa grup yang mendapat jadwal pagi, terutama semua unit dari grup NCT. Tepatnya di ruang latihan. Ruangan yang lebarnya setara dengan lapangan sepak bola, dengan cermin yang memenuhi setiap sudutnya.

Hal pertama yang tampak saat memasuki ruang latihan itu adalah pemandangan banyak idol dari girl group dan boy group yang tengah bercengkrama satu sama lain di setiap sudut ruangan.

Setelah latihan yang memakan waktu setengah hari, mereka pun beristirahat di ruang latihan itu. Sambil menunggu evaluasi dari coach, mereka memanfaatkan waktu istirahat untuk saling berinteraksi satu sama lain demi membangun chemistry.

Seperti Chenle dan Haechan yang sudah nyasar di grup WayV, terutama Haechan yang bergelanyut manja pada WinWin, anggota WayV yang dianggap abang kesayangannya.

"Bagus gak, Bang?" Chenle bertanya penuh antusias.

Lantas Ten, Xiaojun, dan Hendery mengangguk bersamaan, menatap kaus yang dipakai Chenle bertuliskan Golden State Warriors, klub basket kesukaannya.

"Kok lo diem aja sih, Bang?!" tanya Chenle pada Kun yang tak ikut mengangguk. "—Padahal buat dapetin jersey ini tuh sulit banget. Gue harus war sama jutaan fans karena jerseynya udah mau sold out, tinggal beberapa biji doang." Di akhiri lirikan sinis.

Kun berkedip cepat dan menunjuk dirinya sendiri, kemudian menoleh pada teman–temannya. Xiaojun menepuk pundaknya, seakan mengatakan, 'Sabar, bro. Ingat, dia member NCT Dream yang isinya bocah kematian semua!' Akhirnya Kun hanya menghela napas pasrah. Padahal tadi dirinya sedang melamun, jadi tidak fokus pada topik pembicaraan.

"Bagus kok, Le! Jadinya cuma lo doang yang punya jersey itu?" sahut YangYang, membuat Chenle menatapnya penuh binar.

"Aslinya, cuma waktu itu Bang Mark nitip war ke gue, jadinya tuh orang dapet. Sebenarnya sih gue males banget, tapi kasihan juga mukanya pas mohon–mohon. Apalagi sebelum itu gue lihat dia makan mie sambil usap–usap mata, udah kayak orang gak makan setahun, jadinya gue gak tega," jelas Chenle panjang lebar sampai ke akar–akarnya.

Sontak saja, semua orang tertawa terbahak–bahak mendengar cerita Chenle.

"Gitu–gitu, kalau dia gak di asrama, lo cariin!" ucap Haechan, masih dengan merangkul lengan WinWin.

"Ya iyalah! Gak ada dia, gak ada yang cuci piring! Males banget kalau harus suit batu, kertas, gunting, dan gue yang kalah!" Tangannya bergerak menyingkirkan anak rambut yang mengenai matanya. "—Kalau Jisung yang kalah, mah, gue seneng ... malah siap banget nambahin piring kotornya."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 15 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

FANSERVICE? (NOMIN) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang