"Lo mau nunggu?"
"Sampai kapan?"
"Sampai gue lupa sama Lea..."
"Sampai mati pun gue tunggu, Kal."
---
Haikal tidak pernah percaya pada kebetulan.
Baginya, hidup adalah rangkaian sebab-akibat. Kalau ia kalah balap, berarti ada teknik yang salah. Kala...
Jika Rossi punya kesempatan untuk menyampaikan apa yang ia alami sekarang pada dirinya beberapa tahun lalu, Rossi yang dulu tak akan percaya bahwa kini ia punya pacar seganteng Haikal dan punya banyak teman.
Mungkin semenjak Riani pergi, Rossi baru bisa bahagia lagi setelah bertemu mereka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gue kepikiran mau ngambil alih basecamp nya Bumantara deh kalau mereka udah pada lulus semua." Ucap Queen yang menarik atensi teman-temannya
"Emang bakal diizinin?" Tanya Jio yang sejujurnya tak berani macam-macam dengan Bumantara
"Ya ga tau sih, tapi ga ada salahnya nyoba kan?" Tanya Queen balik.
Pemikirannya ini bukan tanpa alasan, ia sudah tak betah berkumpul bersama teman-temannya ini di luar sekolah atau di kantin.
Membosankan.
"Yang megang kendali Bumantara sekarang siapa? Bang Mahen kan udah lulus?" Warna menyahut, ikut tertarik
"Siapa ya? Yang jelas bukan cowok gue" jawab Queen "Tapi emang Bumantara pake sertijab pas Kak Mahen lulus?"
"Bisa jadi ga sih? Kayaknya sekarang yang ngatur ngatur jadi Kak Haikal." Jawab Flo
"Masa sih? Tau darimana?" Rossi mengangkat dua alisnya tinggi
Flo langsung diam.
Ia melirik ke arah Selena sejenak, namun ia memilih untuk tak menjawab. Ga mungkin kan dia bilang kalau dia tau dari Nalendra?
"Nebak aja sih" Jawab Flo akhirnya
"Kalau Abang gue yang megang, harusnya lo bisa sih Ros ngerayu dia." Ucap Queen yang punya ide cemerlang
Rossi melebarkan matanya "Gue?"
"Ya iya lah? Siapa lagi yang bisa bikin Abang gue nurut kalau bukan looo??" Queen menyenggol lengan Rossi
Gadis itu meringis "Kayaknya gue yang lebih nurut ke dia deh..."
Andra yang mendengar itu langsung menoleh ke arahnya "Cewek secuek dan segalak ini nurut sama cowoknya?"
Rossi mendecak sebelum memukul bahu Andra cukup keras "Ga usah ngeledek deh, lo kan udah tau!"
"Ga ngeledek, cuma agak disayangkan aja lo ga bisa punya kendali di hubungan lo."
Ucapan Andra langsung membuat suasana canggung dan hening.
"Lo kenapa sok tau banget hubungan orang deh." Alhasil Queen yang membuka suara lebih dulu
Andra mengerdikkan bahunya "Hasil pengamatan gue sih gitu"
"Ngapain lo ngamatin hubungan orang? Masih ngarep—"
"Queen!" Rossi membekap mulut Queen "Udah ah!"
Andra mendengus "Emang gue ga boleh ya perhatian sama temen gue? Bukanya kita semua temen?"