14. Basket VS Futsal

39 2 0
                                        

SORAK sorai terdengar bergitu nyaring memenuhi lapangan serbaguna. Galen dan Alden akan melakukan pertandingan basket dan futsal sekaligus. Hal tersebut terjadi karena alasan klasik; memperebutkan Natasa.

Alden, si kapten futsal membawa timnya. Juga Galen, tim inti basket mengajak kapten dan anggota lainnya.

Mereka sudah berdiri dengan jajaran rapi, saling berhadapan melempar tatapan sengit. Galen dengan bola basket dan Alden dengan bola futsal. Keduanya memakai jersey kebanggaan masing-masing.

Jenaya berdecak, dia menjadi salah satu dari sekian penonton. Matanya menatap sekeliling, mencari keberadaan gadis yang menjadi alasan pertandingan.

"Udah mah songong, tukang bullying lagi. Menang cantik doang sampai direbutin begini anjir," celoteh Jenaya dengan kepala menggeleng.

Pertandingan sudah dimulai beberapa menit yang lalu, terlihat kedua tim beradu dengan begitu lincah.

Prittt!

"WOI! JANGAN DITENDANG DONG BOLANYA!"

Tim Alden menatap pelaku pelanggaran dengan sengit. "Ini basket, bego! Lempar, bukan ditendang!" sentaknya.

Pelaku malah cengengesan. Kesalahan yang terjadi berkali-kali yang menyebabkan tim Galen mendapat skor tertinggi. Bahkan si kutub utara kembali mendribble bola dan ... shoot!

Bola masuk ke ring dengan sempurna, membuat sorak sorai penonton kembali terdengar dan beberapa anggota tim meninju udara. Sedangkan Galen, dia menoleh ke arah Alden dengan tatapan merendahkan.

Usai tanding basket, lanjut tanding futsal setelah istirahat sejenak. Alden yang tadi merasa kalah, kini tersenyum menyebalkan. Karena pasti dialah yang akan menguasai pertandingan. Terbukti—

Prittt!

"TENDANG WOI TENDANG! JANGAN DILEMPAR! SEKARANG FUTSAL BUKAN BASKET!"

—kejadian serupa terjadi.

Pertandingan dilanjutkan, Alden kini menggiring bola menuju gawang lawan. Beberapa kali mengoper bola tersebut ke timnya, berakhir kembali di kaki Alden. Tanpa babibu, si ketua geng langsung menendang bola dan—

"GOL!!!"

Teriakan penonton terdengar semakin riuh. Alden dengan sengaja menoleh ke arah Galen sambil mengangkat dua tangan ke atas kepala lalu menjulurkan lidah.

Galen mendengkus, tapi dia terus berlari sebab pertandingan masih berlanjut. Hingga bola menggelinding ke arahnya, tanpa berpikir panjang bola tersebut ditendang dan—

Jdugh!

"Auw!"

—melayang mengenai kepala Natasa.

Teriakan penonton tiba-tiba redup, sedangkan Galen juga Alden langsung berlari menuju pujaan hati; Natasa Queen Wanara.

Di sisi lain Jenaya masih menonton semua kejadian, kali ini dia berucap, "Huuu puas lo puas!"

Terlihat Galen memeriksa kepala Natasa sambil berkata, "Lo gapapa? Sakit gak Sa? Sorry ya, gue gak sengaja."

Alden menepis tangan Galen. "Kalau nendang bola tuh yang bener dong Gal! Tuh si Cantik gue yang kena," sungutnya.

Natasa mengerutkan kening dengan tangan menyentuh kepala. Pusing, apalagi ditambah perdebatan dua laki-laki di hadapannya.

"Lo mentang-mentang kapten futsal, nyalahin gue seenaknya. Kan udah bilang, itu gak sengaja, gue gabisa main futsal," tutur Galen penuh penekanan.

Alden mendelik. "Alaah, alesan! Gue juga tadi gak bisa main basket, tapi gak ada tuh lempar bola ke penonton!"

"Lo—"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 17 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Sampah-Sampah SemestaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang