Happy reading!
🌼
“Kala jiwaku di Bandung. Maka seluruh masa depan dan perasaanku ada di sini.
~__________~•
Bandung di malam hari begitu sejuk hingga aku melihat jalanan di sekitar gedung merdeka itu banyak mobil dan yang berlalu lalang di sini. Bersama dirinya hidupku terasa berarti, walau permasalahan kita sama-sama berat tapi setidaknya dia adalah perempuan yang tak pernah putus asa.
Di saat ia diberi ujian dengan penyakitnya tetap saja sebagai perempuan yang bercita-cita menjadi penulis.
Dia tetap menulis ketika saudaranya pun banyak yang selalu memberikan respons negatif kepada usaha yang dia lakukan . Dia tetap melakukannya dengan pantang menyerah, baginya hidup sebagai perempuan itu bukan hanya bisa untuk memikirkan percintaan yang sebenarnya merendahkan dirinya sendiri.
Tapi cinta baginya adalah di saat perhatian kepada orang yang dicintainya, tetap sebagai perempuan tak boleh terlalu terbawa arus—perlu membawa versi dirinya sendiri di mana pun berada.
Perempuan itu butuh meratukan dirinya sendiri, jangan terlalu tergantung oleh para laki-laki yang ia cintai.
Hal yang sering kudengar darinya adalah seperti itu, membuat aku setuju dengan perkataannya.
Karena perempuan itu anggun tak hanya diukur dari kecantikannya—tapi juga dari segi keberanian untuk tetap maju mengejar segala impiannya dan aku sebagai orang yang dia cintai. Selalu mendukung setiap jalan yang ia pilih.
Tugas laki-laki hanya untuk menuntunnya untuk terus membuatnya menjadi terarah. Bukan sebaliknya yang malah menyakiti hati perempuan.
Malam ini aku menyaksikan bagaimana Bandung menyapa kita berdua bersamaan dengan Azral yang ditemani oleh Zahra.
Pada awalnya aku sedikit terkejut oleh momen yang langka ini di mana Azral sudah menemui orang yang dicintainya, selama ini aku tahu bahwa dulu Azral masih menyimpan perasaan kepada Rina tapi sekarang sepertinya hanya sisa keikhlasan saja.
Terlihat dari wajahnya yang tak pernah lagi memandang terlalu lama ke arah Rina.
Yang artinya kita semua ditemani oleh remang-remang lampu yang menyinari sepanjang deretan gedung merdeka, malam ini setidaknya hujan tak lagi membasahi Bandung karena permasalahannya adalah aku dan Azral tidak membawa payung sama sekali karena mengira tidak akan hujan malam.
Sebenarnya Bandung Setelah Hujan itu indah ... Sebenarnya aku juga heran mengapa orang-orang luar Bandung sering mengatakan kalau Bandung ketika hujan serasa romantis? Padahal sebenarnya biasa-biasa saja, tapi setelah aku mengalaminya sendiri berkali-kali dengannya.
Aku tersadar jika hujan Di Bandung sering kali membawa kerinduan yang sendu.
Sendu seperti apa? Seperti halnya ketika seseorang memiliki orang yang ia sukai namun pada akhirnya hanya kata asing yang pantas diucapkan. Karena itu orang-orang sering kali terjebak oleh hujan di Bandung bersama dengan kenangan yang pernah dilakukan oleh pacarnya.
Menurutku memang tragis tapi karena Bandung itu berbeda, setiap takdir di sini selalu berbelok-belok tanpa kita tahu selanjutnya.
Aku menatap ke salah satu bagian dari gedung putih itu rasanya aku pernah memotret bagian dari gedung itu. Awalnya hanya iseng-iseng saja untuk mengetes bagaimana skill fotografiku yang makin lama semakin berkembang, karena itu aku teringat kembali dengan Rina yang tersenyum melihat aku sedang fokusnya memotret gedung merdeka untuk sebagai kenang-kenangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bandung Kala Sendu
Romance"Orang-orang bilang ketika kamu jatuh cinta di Bandung, maka selama-lamanya tidak akan bisa dilupakan." Bandung, sebuah tempat bagiku yang indah dimana rasa cinta tumbuh dengan hangat dan hujan yang selalu membuat hati sendu. Ada kalanya ketika Band...
