41. Terbuka Dan di Dengar

4.5K 557 146
                                        

Untuk para readers tercinta nanti wajib baca Author note di bawah yaa.

Untuk para readers tercinta nanti wajib baca Author note di bawah yaa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Prok...prok...prok...

Suara tepukan tangan itu berbunyi nyaring, menggema di seluruh sudut ruangan yang mendadak hening. Namun, setiap tepukannya bertempo lambat. Bahkan Janice sudah menjatuhkan rahangnya ke bawah dengan mata terhunus ke satu arah. Sementara Odelyn menyatukan alisnya bingung sembari mengedipkan matanya beberapa kali.

Sadar bahwa menjadi pusat perhatian, Alody langsung memalingkan wajah dan buru-buru menghapus air matanya yang sudah terjatuh bebas bahkan sejak bait pertama lagu yang di nyanyikan oleh Odelyn tadi.

Melihat tingkah tak biasa dari Alody, hal pertama yang di lakukan oleh Janice tentu saja adalah tertawa.

"HAHAHAHA, Seorang Alody nangis? Melow juga hati lo, Al. Ahahaha."

Alody menghunus Janice dengan tatapan tajam, namun tak ayal rasa malu mulai menguasai dirinya hingga berhasil menghadirkan rasa panas di pipi. "Diem Lo!" Sentaknya malu.

Janice malah semakin meledeknya. "Lagian gue heran deh, Lo harusnya latihan bareng beryl, bukan malah ikut ke rumah gue buat liat gue sama Odelyn latihan. Kita beda tim, sis."

Alody malah mengibaskan tangannya santai. "Gampang, masih tiga hari lagi ini pensinya."

Janice langsung mencibir mendengar reaksi itu.

Sedangkan Odelyn hanya geleng-geleng seraya bersedekap dada. "Ngeliat reaksi Lo tadi, berarti suara gue nggak jelek-jelek amat kan?"

Alody sudah membuka mulut untuk menjawab ucapan Odelyn, namun Janice tiba-tiba menyerobotnya.

"Bagussss, luar biasaa, mantap, yes!" Ucapnya sembari mengacungkan kedua jempolnya.

Mendengar ucapan Janice yang berlebihan seperti itu, Odelyn malah tidak percaya. "Gue serius." Katanya datar.

"Serius, Lyn. Suara lo merdu dan nyatu banget sama alunan piano gue. Puas banget lah pokoknya sama latihan hari ini. Kalo lo masih nggak percaya, noh tanya aja Alody, buktinya dia nangis kan?" Janice melirik Alody dengan wajah menyebalkan.

Alody berdecak, tak memperdulikan Janice ia menatap Odelyn sepenuhnya. "Very good. Terutama penghayatan lo, bikin yang denger seakan ikut ngerasa relate sama lagunya. Dan bagi gue..." Alody menggantungkan ucapannya sebentar, lalu tersenyum pahit. "Lagu itu emang masuk banget di gue."

Janice mengangguk setuju. "Gue nggak ngira sumpah kalo lo bakal pilih lagu ini buat di tampilin di pensi nanti."

"Emangnya Lo pikir gue bakalan nyanyi lagu kayak gimana?" tanya Odelyn menaikan sebelah alisnya.

The Girl In The ShadowsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang