14 Juni 2017

10 2 0
                                        

Bella POV

Hari ini aku kembali mengunjungi kekasihku.

lagi.

Seorang yang aku cinta dan sayang. Walaupun aku tak pernah mengucapkan kepadanya kurasa ia merasakan perasaanku.

Ini semua karena ego- ku. Aku menyesal. Aku yakin tapi juga ada kemungkinan kecil ia tak mengetahui perasaanku.

Andai aku mengucapkan kepadanya.

Andai aku mengatakan yang sesungguhnya.

Andai aku mengungkapkan isi hatiku.

Andai rasa egoku tak sebesar ini.

Andai...

Andai andai dan andai. Aku selalu mengungkapkan kata-kata tersebut dalam hatiku.

Andai andai dan andai yang tak mungkin terjadi. Aku berharap ia dapat bangun dari koma- nya. dan aku akan mengucapkan kepadanya bahwa aku sangat mencintainya.

'Tuhan tolong sadarkan ia. Aku tak tega tuhan. Kumohon tuhan. '

Batinku selalu berdoa kepadanya. Setiap sel-sel dalam tubuhku selalu mendo'akan kesembuhannya. Tetapi ia tak kunjung bangun.

Apa ia tidurnya nyenyak sekali? Apa ia tak merindukanku seperti aku merindukannya?

Kurasa iya.

Karena ia terlalu nyenyak dan tak mau bertemu denganku.

Aku merindukanmu sayang.

Bangun, tolong.

Tuhan apa kau membenciku?

Tuhan kumohon maafkan aku.

Kumohon kabulkan do'aku.

Aku tak bisa seperti ini tuhan.

Melihatnya tak berdaya.

Dan ini semua karena- ku.

Aku bergerak membuka tas dan mengambil buku diary-ku. Aku menulis puisi untuknya. Berharap ia bangun membuka matanya.

Cepat Sembuh Ya Sayang
oleh: Dino Joy

Kan kupanjatkan doa kepada Tuhan
Yang dengan ijinnya memberikan kesembuhan..
Untukmu sayang yang slalu kurindukan
Semoga sakitmu kan segera berkesudahan..

Hidup ini memang tak akan pernah datar
Bagaikan roda yang slalu berputar..
Semoga ini kan membuatmu sadar
Bahwa kesehatan tak perlu di tawar-tawar..

Bersabarlah dalam sakitmu sayang
Terimalah cobaan dengan rasa tenang..
Yakinlah sembuh kan segera datang
Semua sakitmupun kan perlahan hilang..

Kan kutiupkan cinta ini didekatmu
Dengan ketulusan hati ini untukmu..
Biarkan doaku membaluri tubuhmu
Dengan harapan Tuhan berkenan menyembuhkanmu...

Kututup buku diary-ku lalu aku menghela napas. Kumasukkan buku diary-ku kedalam tas. Aku kembali menerawang mengingat kisah kita. Ketika ia mengungkapkan perasaannya padaku.

Flashback,
5 April 2016.

Deon, Kakakku mengajakku ke sebuah cafe. Aku merasa janggal.

Ini aneh.

Karena biasanya ia menjahiliku lalu setelah itu aku berteriak dan ia menertawakan-ku. Apalagi cafe sepi.
Sepertinya ia sudah menyewa cafe ini.

125 Days to Remember YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang