[BEBERAPA CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW SEBELUM MEMBACA. FREE UNFOLL SETELAH CERITA SELESAI]
Sinar matahari menerobos masuk melalui jendela kaca sebuah rumah ketika gorden tersebut dibuka Elilyca, lebih tepatnya Elilyca Leifana. gadis cantik dengan bola mata berwarna hazel memandang binar kepada kelinci - kelinci kecil peliharaan nya di taman samping rumah.
Memandang dari kamar lantai 2 miliknya membuat leluasa melihat apa yang sedang kelinci itu lakukan.
"Eughhh"
Lily tahu betul suara tersebut. Itu adalah suara pria yang sudah menjaga nya dari umur 5 tahun. kadang Lily bingung kenapa dirinya sudah diasuh oleh Lano, pria tampan yang berbeda 6 tahun darinya sedari masih begitu kecil. Tapi tak apalah. Selama ini, Lano selalu memperlakukan nya dengan baik, bahkan sangat baik.
Alasan itulah yang membuatnya tak pernah terlalu memikirkan tentang orang tua nya. Seperti yang Lano katakan, kalau dirinya tidak butuh orang tua nya selagi Lano masih ada. Lano sendiri yang akan selalu menjaga dan memanjakan nya.
Lily berbalik dan mendapati Lano yang sedang duduk sembari merenggangkan otot - otot nya.
Wajah pria itu berkali - kali lipat lebih tampan saat baru bangun tidur, dengan rambut yang masih acak - acakan.
"Good Morning Delan" Lily menyapa ceria kemudian berjalan menuju Lano dan segera mengecup kedua pipi Lano lalu turun ke bibirnya.
Yah.... inilah kebiasaan nya setiap pagi. Kebiasaan nya dari umur 5 tahun. Lano sendiri yang mengajarkan nya, Lano bilang itu adalah salah satu bentuk kasih sayang dari Lily kepada Lano begitu pula sebalik nya.
Apakah Lily tak pernah mempermasalahkan nya? Otak nya terlalu polos untuk mengerti itu semua. Banyak hal yang tabu dimasa lalu sudah jadi hal yang lumrah dimasa sekarang.
"Good Morning baby" sapa Lano balik kemudian melakukan hal yang sama kepada Lily
"Delan, Can i get something?" Lily bicara sembari duduk dipangkuan Lano, memeluk hangat pinggang Lano dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang pria itu.
Gadis nya yang manis, suka bermanja.
"Hmm" Lano tak tinggal diam, dirinya mengusap surai pirang alami milik Lily dengan sangat lembut seakan itu adalah barang yang sangat rapuh.
"Llily haus"
Lano mengangkat sebelah alis nya "Hmm Lalu? Minum lah" jawab Lano bercanda. Dirinya tahu betul apa yang di maksud sang gadis.
"Gendong Lily ke bawah" rengek Lily manja tangan nya sudah dia kalungkan dileher Lano.
Lano terkekeh pelan. Lano suka ketika Llily bermanja kepadanya, hanya kepadanya. Dia akan senang hati memenuhi semua keinginan gadis manisnya.
Lano menggendong Llily seperti koala kearah dapur yang berada dilantai satu. Yah rumah mereka terdiri dari 2 lantai, lantai 1 diisi oleh ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan beserta dapur dan yang lain nya bersifat umum.
Sedangkan lantai 2 diisi oleh hal - hal yang pribadi seperti kamar, ruang kerja, gym, perpustakaan pribadi, dan Lily's room yaitu ruang khusus yang isinya seluruh hal yang disukai Lily.
Lano sengaja membuat ruangan itu agar Lily betah dirumah dan merasa tidak terkekang walaupun Lano memang mengekang nya.
Lily tidak diperbolehkan berjalan keluar rumah kecuali bersama lano. Sehingga, setiap kali Lily ingin berkumpul bersama teman nya maka itu akan dilakukan dirumah Lano.
Lano beruntung Lily tak pernah membantahnya. walaupun dia memerintah dengan sedikit ancaman seperti
There is no safe place other than home or your'e rabbits will be die if you leave home.
Alasan yang dilontarkan Lano memang masuk akal, mereka hanya tinggal berdua dan Lano juga sibuk bekerja.Tidak ada yang akan memberimakan kelinci Lily selain dirinya sendiri. Lano hanya memanggil Maid Ketika dia sedang ingin rumahnya dibersihkan. And you now apa yang dipikirkan Lily? Tentu saja dia akan takut, apa yang terjadi ketika kelinci kesayangan nya meninggalkan Lily. Membayangkan nya saja sudah membuat Amel ketakutan.
Lily si gadis polos milik Lano
Lano tersenyum mengingat wajah ketakutan milik Lily. Yah ancaman tersebut selalu berhasil membuat Lily selalu menurut kepadanya, ingat hanya satu kali ancaman.
Tak terasa mereka sudah sampai di dapur. Lano mengambil segelas air kemudian membuatkan susu untuk Lily.
Kebiasaan Lily lainnya adalah, Lily selalu meminum susu buatan Lano setiap pagi. Meskipun umur Lily sudah 17 tahun tapi dirinya selalu dan harus rutin meminum susu.
Lano selalu membelikan Lily susu berkualitas tinggi. tetapi, tetap saja Lily masih terlihat mungil dengan tinggi 166 cm yang hanya sebatas bahu Lano. Notabenya tinggi lano itu 188 cm, mungkin itu adalah faktor gen bawaan dari lahir.
"Minum susu mu sampai habis, kemudian bersiaplah" pinta lano sembari memberikan gelas susu yang telah jadi kepada Lily.
Lily sendiri? Masih berada digendongan Lano. Dia meminum dengan keadaan digendong.
"Apakah kita hari ini akan pergi?" tanya Lily setelah susu nya sudah habis dan diambil alih oleh Lano, kemudian di letakkan di atas meja dapur.
"Of course, Mencari keperluan sekolah mu baby. Besok kan Lily sudah masuk High-school. Aku sengaja mengosongkan jadwal ku hari ini, agar bisa menemani mu berbelanja keperluan sekolah untuk satu semester kedepan" jawab lano
"Oh really? You are so kind!! Terima kasih Delan" Lily berteriak kegirangan kemudian mengecup bibir Lano.
Lily sangat jarang keluar rumah, jika keperluan itu tidak terlalu penting maka biasanya hanya Lano yang berbelanja atau Lano menyuruh orang milik nya.
"Anything for you baby" Lano senang. Sebenarnya Lano memang tidak ada jadwal hari ini, tapi jika dia berkata free dan berencana menemani Lily itu tidak akan terlalu berkesan di pemikiran gadis nya.
Jadi, dia sengaja berkata mengosongkan jadwal milik nya hanya untuk Lily agar dia merasa tersanjung dan berpikir bahwa Lano selalu memprioritaskan nya.
Meskipun dalam hal apapun Lano memang selalu memprioritaskan Lily, tapi ini berbeda. Lano sosok Manipulatif.
Bertingkah baik di depan Lily dan kemudian mendapatkan hal yang dia suka. Kecupan manis dari bibir hangat Lily yang selalu membuat nya candu. Ahh Lano rasanya ingin gila
Mine, forever.
********
Hi i'm new author, Call me zura. This is my first story. Jadi aku minta maaf kalau banyak typo dan kata yang kurang pas.
Aku akan belajar lebih banyak lagi kedepan nya, dan dari itu aku butuh dukungan kalian semua.
Jangan lupa vote dan komen yahhh
I really hope you like my story guys
Your love
-Zuraaa
KAMU SEDANG MEMBACA
Drake Boom
Mystery / ThrillerDia milikku, siapapun tak boleh mengambilnya dariku. Dia hanya boleh dan akan selalu bermanja kepadaku Hanya aku! ******* Ellilyca Leifana, gadis cantik dengan mata hazel yang sudah terikat dengan pria tampan sejak umur 5 tahun. Delano Friko Alexan...
