Putra story'. 1

31 3 0
                                        

Kalila seorang remaja SMP yang memiliki 2 sahabat yang bertemu saat pertama kali menjalani masa MOS nya.

Asmara, sahabat Kalila yang memiliki senyum manis serta bibir tipis yang membuat semua laki laki terpana melihat nya.

Adinda, sahabat Kalila juga. Memiliki wajah bulat dengan hidung yang sedikit mancung bibirnya sedikit tebal dan memiliki sikap lucu yang mampu membuat nya tampak begitu berharga dalam persahabatan mereka.

⚫⚫⚫⚫

"Kalila!" Asmara berlari kencang lantas menubruk bahu Kalila dengan keras.

"Aish..sakit Mara!" Kalila terpekik dengan wajah sedikit kesal namun hanya di balas cengiran tanpa dosa.

"Kenapa ?" Adinda bertanya dengan wajah yang masih setia menggunakan sedikit bedak.

"Ada cowok pindahan! Gila ganteng banget!" Asmara berteriak histeris membuatnya tampak menjadi sorotan siswa yang melihat sinis.

"Masa sih! Mana?mana?" Adinda celingukan lantas berdiri seketika membulatkan mata terkejut.

"Wah! Ganteng nya!" Lagi Adinda berbicara dengan wajah yang kelewat polos membuat Kalila tertawa ngakak.

"Ganteng di mata kalian itu beda loh sama ganteng orang lain!" Kalila berbicara sambil sesekali mengetik ponselnya karena tengah menulis cerita nya.

"Kamu aja tuh yang buta nggak ngeliat! " Asmara berkata sarkas membuat Kalila mendongak lalu menyengir polos.

"Belajar dulu Mara!" Kalila lagi lagi berbicara sambil mengetik ponselnya dengan gerakan cepat.

"Ck! Dari mana kamu tuh yang ngehalu lewat nulis cerpen nggak jelas!" Adinda berbicara dengan wajah cemberut sedangkan Asmara tengah menaruh bedak serta beberapa make up lainnya.

"Kita tuh masih SMP tau! Jangan cari pacar deh! Masih kekecilan!" Kalila berkata sambil mendongak lantas mendapat pelototan tak suka dari Adinda.

"Lah di sini siapa yang paling muda! Kamu Kalila! Kamu!" Dinda ngegas membuat Asmara manggut-manggut dengan wajah yang sedikit berlebihan bedak. Putih kayak pocong.

Kalila tertawa lantas kembali fokus pada ponsel nya sesekali melirik jam kelas untuk memastikan bahwa ini masih jam istirahat.

"Kelas berapa yah?" Adinda duduk di depan Kalila lantas memangku dagunya dengan tangan.

"Kayaknya kakak kelas deh!" Asmara menjawab dengan cepat lantas langsung berdiri.

"Kita udah kelas sembilan kali! Mana ada kakak kelas!" Kalila berkata sambil mengusap keningnya yang berkeringat.
"Oh iya lupa!" Adinda berkata sambil menepuk jidatnya polos membuat Asmara berdecak kesal.

"Ayo kita keluar! Mungkin aja dia lewat!" Asmara menarik tangan Adinda begitupun Adinda malah menarik tangan Kalila yang asik mengetik.

"Kamu harus ikut kil!" Adinda menarik nya saat sudah di angguki oleh sahabatnya itu.

"Awww! Ganteng!" Asmara berteriak tak tau malu lantas membuat Kalila menghela nafas panjang.

"Sabar deh! Emang kalian nggak malu!" Kalila berbicara dengan wajah datar membuat kedua sahabatnya lantas cemberut.

"Seharusnya  kamu tuh udah bisa cari pacar kil! Jangan nulis cerita Mulu!"Adinda menoyor kepala Kalila dengan keras lantas membuatnya meringis.

"Aish! Sakit tau!"

"Eh, maaf nggak sengaja padahal tadi aku mau nya nampol kamu lebih keras lagi!" Adinda membuat Kalila menatapnya tajam lantas berjalan cepat.

"Awas kalian!" Kalila berjalan mundur sambil menunjuk nunjuk kedua sahabat nya tanpa sadar bahwa dirinya sudah berada di belokan koridor.

Putra story'Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang