Bagian 2 : Sekolah

58 8 4
                                        


©ByunNoona

( saya yakin kok kalian pandai menghargai karya seseorang.)

     Mobil jeep berwarna army baru saja melesat masuk gerbang SMA Mahaprana membuat teriakan heboh dan tatapan kagum dari murid-murid lainnya. Bagi kelas XI mungkin sudah tahu betul siapa yang berani mengenakan mobil semacam itu untuk ke sekolah kalau bukan panglima Slater.

Mobil tanpa kap itu berhenti di parkiran khusus mobil. Elang dan Leon turun dari kursi depan sedangkan Jun, Atlas, dan Gibran turun dari kursi penumpang belakang.

Dengan jaket hitam yang melekat ditubuh tegap mereka, dilengkapi patch singa yang mengaum menempel sempurna didada bagian kanan membuat para siswi semakin heboh.

Kelimanya sama-sama menguarkan aura kemisteriusan, ketegasan, dan berkuasa membuat kelimanya semakin disegani. Berdiri angkuh disamping mobil tersebut dengan kedua telapak tangan yang masuk kedalam saku celana abu-abunya.

Disisi lain Raya yang baru saja datang dengan temannya yang bernama Naya kebingungan sendiri melihat teman seangkatannya maupun adik kelasnya kocar-kacir dengan wajah sumringah.

"Ada apa sih?" tanya Naya keheranan.

"Maling mungkin," jawab Raya acuh tak acuh.

"HAH MALING." kakinya langsung berlari meninggalkan Raya secara sepontan, mendekat kearah kerumunan.

Raya hanya menggidikkan bahu. Selang beberapa detik Naya berlari kembali ke arah Raya dengan  napas yang tak beraturan alias ngos-ngosan.

"Kenapa malingnya? Ganteng," ucap Raya membuat Naya melengos sambil mengatur napasnya kembali.

"Hah. Biasalah, Slater," jawab Naya.

Raya hanya mengangguk-angguk saja, masa bodoh dengan orang-orang yang masih berkerumun menantikan dirinya di notice oleh ketua Slate maupun antek-anteknya.

Kedua perempuan itu akhirnya memilih berjalan melewati kerumunan untuk menuju ke lobi sekolahnya untuk absen pagi hari dengan men-scan kartu pelajarnya. Sebenarnya Raya malas untuk berjalan ditengah kerumunan itu namun mau bagaimana lagi itu adalah salah satu jalan menuju lobi sekolahnya.

"Minggir ih," usir Naya sembari menata letak rambutnya yang sedikit berantakan.

Mereka berdua memang benar-benar cari mati dengan. Fans-fans kelima most wanted itu. Ah trouble maker sepertinya.

Saat hendak menyusup masuk kembali ke kerumunan terakhir tiba-tiba kerah seragam belakang Raya ditarik kencang membuatnya mundur  beberapa langkah daripada kepalanya yang mundur meninggalkan badannya, alias putus dari asalnya.

Saat hendak melayangkan tatapan nyalangnya Raya sudah terlebih dahulu mendapatkan tatapan itu daru ciwi-ciwi yang masih membentuk lingkaran, menunggu kejadian selanjutnya.

"Apaan sih lo. Lepas gak!" gertak Raya kepada Elang sambil menggoyang-goyangkan badanya agar tarikan dikerah seragamnya terlepas.

Yang di gertak hanya tersenyum dan membungkuk ke depan, hingga kini wajahnya sejajar dengan wajah Raya. Kelereng mata Raya beralih ke samping membuat bibirnya hampir saja menyentuh pipi Elang.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 27, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ELANGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang