~001~

1 0 0
                                        

Yang nggak vote dan komen saya doain pantatnya bisulan.

🌈🌈🌈

"Aurel nggak papa?" tanya Azzam khawatir. Sekarang mereka tengah berada di depan gerobak bakso itu.

"Enggak apa-apa kok, bang. Untung aja ada kak Icha yang nolongin." Ucap Aurel sambil tersenyum polos. Anak itu masih menggenggam tangan Icha.

Azzam tersenyum kecil lalu mengacak poni milik adiknya itu. Ia bangkit berdiri dari jongkoknya tadi.

"Btw makasih. Gue Azzam." Ucap Azzam menjulurkan tangannya.

Icha menatap lama tangan Azzam dengan sebelah alis yang terangkat.

"Icha" Balasnya tanpa menerima uluran tangan itu.

Azzam yang merasa di abaikan pun menarik kembali tangannya dengan perasaan canggung dan malu. Baru kali ini jabatan tangannya ditolak.

"Kasian deh Lo. Ditolak sama cewek cantik." Ejek Ozzi lalu dihadiahi tawa dari orang-orang disekitarnya.

"Jiwa tampanku tergores." Ucap Azzam dramatis.

Ozzi. Cowok berambut keriting itu tertawa ngakak. Paling suka menzolimi temannya.

Adel menatap jam tangan putih yang terpasang di tangan kirinya. Sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih pucat itu.

"Eh, udah jam setengah sembilan malam nih, pulang yuk." Ajaknya kepada teman temannya.

"Yuk." Sahut mereka serempak. Mereka semua berjalan ke arah pintu tempat mereka masuk tadi.

"Oh ya, kalian semua murid dari SMA Gradana, 'kan?" tanya Azzam. Cowok itu menatap temannya satu persatu.

Semuanya mengangguk. Lalu salah satu dari mereka menyahut.

"Kita semua dari SMA Gradana. Lo aja kan, yang beda SMA nya sama kita?"

Azzam mengangguk. Memang benar apa yang di katakan Satya. Dari mereka semua, hanya dirinya sendiri yang berasal dari SMA Oktavius.

Perlahan Azzam menoleh ke Icha. Matanya mengerjap, bibir bawahnya ia gigit. Seolah ada sesuatu yang ingin ia katakan.

Icha yang menyadarinya pun mau tak mau menoleh dan mendapatkan Azzam yang tengah menatapnya.

"Apa?" tanya Icha ketus. Dia cukup risih dengan Azzam yang sedari tadi terus menatapnya.

"Hehe nggak" Jawab Azzam sambil cengengesan.

Icha memutar bola matanya jengah. Ia yakin ada yang ingin disampaikan oleh Azzam. Otaknya menerka-nerka, sebenarnya apa yang ingin disampaikan Azzam?

" Plis deh, gue nggak suka dibuat penasaran!" Batin Icha berucap kesal.

Icha menahan diri agar tidak bertanya kepada Azzam. Ia gengsi hanya untuk sekedar bertanya.

Azzam kembali menoleh ke Icha. Matanya mengerjap dengan bibir bawahnya yang ia gigit.

"Apa sih?!" tanya Icha geram. Sekarang mereka telah didepan mobil Adel. Keempat gadis itu bersama datang ke pasar malam ini menggunakan mobil Adel.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 04, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Story Of My LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang