Happy reading ❤️
Jangan lupa tinggalkan jejak ✨
🌨️🌨️🌨️
Dalam hidup banyak hal yang terjadi tidak sesuai keinginan kita, tanpa pernah kita prediksi sebelumnya. Akan ada banyak hal mengejutkan yang terjadi dalam hidup, baik itu keajaiban-keajaiban kecil atau bahkan hal-hal menyakitkan yang membuat kita sulit menerima kenyataan. Setiap orang pasti akan mengalaminya, kita hanya perlu menunggu giliran.
Mungkin giliranku adalah sekarang dikejutkan oleh fakta bahwa kedua temanku memiliki hubungan yang baru aku ketahui sekarang. Saat aku pertama sekali melangkahkan kakiku ke belakang kelas kami, aku mendapati dua orang yang kukenal sedang duduk di salah satu kayu yang sudah dibentuk menjadi bangku kecil yang dapat menampung tiga hingga empat orang dewasa.
Aku baru pertama kalinya menginjakkan kakiku di sini, Marthia yang merekomendasikan tempat ini, katanya di sini sangat sejuk dan nyaman sehingga kami punya rencana untuk menenangkan pikiran sejenak ke sini. Aku membenarkan perkataan Marthia karena meskipun ini adalah belakang kelas dan terdapat tumpukan sampah di sudut di dekat tembok, tapi di sini sangat sejuk dan nyaman. Udara yang berhembus sepoi-sepoi, pohon yang rindang yang dapat menghalau dari terik matahari dan juga di tiap sudut terdapat bunga kertas warna-warni yang cantik membuat aku semakin betah memandang.
Namun bukan itu yang menarik perhatianku sekarang, tetapi sepasang insan yang tengah berbicara serius di sana, mereka membelakangi aku, sehingga aku tidak dapat melihat jelas wajah keduanya, hanya saja aku tahu itu Aleana dan Cakra.
Aku berjalan semakin dekat, sebenarnya tidak berniat menguping, aku hanya ingin bergabung, lagi pula mereka temanku, tidak salah bukan?
"Jadi kamu suka sama Agaisha?" Aku menghentikan langkah ketika mendengar pertanyaan yang terlontar itu. Kenapa setiap aku tidak sengaja mendengar perkataan orang-orang di sekitarku, selalu saja ada namaku disebut-sebut?
"Na, kita kan udah bahas ini sebelumnya, jangan pernah bawa-bawa Nediva di sini."
"Wahh, sampai nama panggilan kamu saja berbeda kepada dia, istimewa dia di hati kamu?"
"Apanya yang istimewa? Nama dia memang Nediva Agaisha, di rumah dia dipanggil begitu, Na. Di sekolah aja namanya Agaisha. Lagian dia temanku, Na, temanku dari kecil, kami tumbuh bersama, bukan berati dia istimewa dong?"
"Ya sudah tinggal jawab, kamu suka sama dia atau enggak?"
"Enggak, Na. Aku gak suka sama Agaisha, dari dulu kamu tahu bagaimana perasaanku sama kamu, aku cuma suka kamu, kita gak akan di sini sekarang kalau aku gak suka sama kamu. Kalau yang aku suka Agaisha udah dari dulu aku bilang sama dia, kami cuma teman, teman masa kecil yang tumbuh bersama."
"Tapi kenapa aku melihat kalau kamu seolah-olah menempatkan dia menjadi salah satu orang spesial di hati kamu? Kenapa aku berpikir kalau kam—"
"Sejak kapan, sih, Aleana yang tegas dan blak-blakan begini suka nebak-nebak, suka overthinking sama perlakuan orang? Sejak suka sama aku, ya?" Kulihat keduanya terkekeh, menikmati kebahagiaan yang menguar di antara mereka mungkin?
Aku menatap keduanya dalam diam, mungkin aku datang di waktu yang tidak tepat. Jadi Aleana benar-benar menyukai Cakra sekarang? Dan Cakra dari dulu sudah menyukai Aleana?
Aku tidak cemburu atau sakit hati, tentu saja tidak, aku tidak pernah sekalipun berpikir untuk menyukai teman masa kecilku itu. Hanya saja, kenapa sepertinya mereka rumit sekali? Dulu kan Cakra dan Aleana satu kelas di kelas tujuh? Apa mungkin mereka sudah dekat? Tetapi saat kelas delapan mengapa Aleana malah suka dengan Dafin? Dan setelah Aleana tahu Dafin tidak menyukainya Aleana memutuskan balik dengan Cakra? Apa ini semacam pelarian? Entahlah aku tidak mengerti, tapi aku mulai tidak menyukai Aleana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jawaban untuk pertanyaanmu
Fantasy"Sa, menurutmu kita berjodoh tidak?" Pertanyaan itu membuatku terdiam sebentar, aku kesulitan menjawabnya karena itu berada di luar kendaliku. "Hah? Aku tidak tahu Fin, itu semua berada di luar kuasaku, berjodoh atau tidaknya kita, mari serahkan sem...
