Langsungan kek biasanya...
Ini remake entah ef-ef dedek jaman kapan...
Jadi ya gitu, bahasanya kalau yang masih bisa dedek selamatkan ya dedek ubah- tapi banyak yang ngga ehe-
maaf ini ndak begitu bagus 🤧
So, just enjoy and prepare ur deep breathe~
Baby-Fa
Present
Hold, or Stop!
Pairing by:
Wong Yukhei aka Lucas
&
Qian Kun
^.^
Melihat Johnny dan Ten pergi, Lucas mengerang lega, setelah beberapa menit mengintai pasangan aneh teman kekasihnya itu
“Argh… akhirnya tak ada lagi pengganggu,” ujar Lucas,
Ujar Lucas merasa puas sekaligus lega, karena tak ada lagi yang akan mengganggu aktivitasnya. Lucas dengan sigap memulai aksinya, dengan menautkan kedua tangannya pada tengkuk Kun, dan perlahan menariknya paksa, karena Lucas tahu, sang empu akan menolak.
“Oh-Luke, K-kau kenapa? Kau kerasukan jin d-dari mana, ha?” ujar Kun tahu apa yang akan terjadi. Dan, inilah resiko berpacaran dengan namja seagresif Lucas. Kepala Lucas sudah benar-benar miring bersiap menemukan bibir mungil Kun.
Karena Kun tak dapat mengelak lagi, dengan cepat berangsur-angsur jarak diantara mereka hilang. Kun yang sudah pasrah, perlahan menutup matanya. Menikmati setiap hembus nafas kekasihnya yang menerpa wajahnya. Dan jarak diantara merekapun mulai hilang.
Brug..
Duduk Kun sedikit berubah saat Lucas semakin merapatkan dirinya pada tubuh mungil Kun. Kun mematung dalam rengkuhan kekasihnya, sepertinya Kun mengalah kali ini.
.
.
.
.
.
.
Tiga centi…
Dua centi….
.
Tinggal secenti lagi…
dan…
“Hayo! Ngapain kalian? Ngintip lagi, ya? Siapa? Nggak ada orang juga,” ujar Yuta tanpa dosa. Dan ikut berjongkok mengikuti Kun dan Lucas.
Kecewa?
Oh syudah vasti...
Raut kecewa jelas tergambar pada wajah tampan Lucas. Ia hanya bisa sekali lagi menghelas nafasnya sambil memandang datar kawan jepangnya itu
“N-Neo…Hahaaahhh,” kesal Lucas sambil tak sengaja ia menjambak rambutnya saking frustasinya, “Di mana aku bisa berduaan bersama kue mochi-ku,” pekik Lucas dan langsung melepas tangannya pada tengkuk Kun.
“Aigoo, Tuhan, kau tahu tempatnya di mana?” ujar Lucas tampak jengah sambil mengacak-acak rambutnya tak henti-henti. Kun hanya menahan tawanya melihat kekasihnya begitu tersiksa.
“Hehe, siapa suruh pacaran ditempat-tempat aneh? Kenapa selalu semak belukar, ha? Di kelas kek, di gudang... perpus, kamar mandi,” ujar Yuta bagai dialah masternya dalam ‘pacaran di sekolah’.
“Suka-suka aku dong. Yang pacaran siapa? Jja KunKun,” ucap Lucas sembari menggandeng pergelangan tangan Kun untuk menghindari Yuta. Kun merasa tangan Lucas bergetar, dan baru kali ini ia merasakan kekasihnya seperti itu.
“Sudah dulu, ya, Yuu-, ah, sakit Luke~,” ucap Kun dengan terpaksa mengikuti kekasihnya. Sepertinya Kun sudah pasrah dibawa. Mungkin kali ini tidak akan lagi ada pengganggu.
“Luke. Hm, Lu… kita mau kemana?” dengan hati-hati Kun bertanya dengan kekasihnya, mengingat Lucas kini bergetar sebegitu hebat menahan emosinya.
Tiba-tiba laki-laki yang dipanggil Luke itu berhenti dan membalikan badannya. “Kau akan tahu nanti,” entah angin dari mana, Kun merasakan hawa yang berbeda keluar dari tubuh kekasihnya. Darahnya meletup-letup memikirkan apa yang akan terjadi mengingat bahwa seorang Lucas adalah namja yang sedikit banyak agresif.
-wait, dedek merinding-
“Mati aku kali ini,…” batin Kun cemas,
‘cellar’
Dengan kasar Kun menelan ludahnya. Pikirannya sudah kalang kabut memikirkan apa yang akan terjadi dengannya. Ia harus segera bertindak, lari atau apalah itu...
“Luke!”tiba-tiba Kun menghentikan langkahnya, ia merasa sangat malu dan gugup
“Wae?”tanya Lucas lembut, tidak seperti perkataannya, Lucas dengan kasar melepas tautan tangannya dan berpindah ke pundak Kun
Brugg
Gerakan itu tak terlihat, kecepatan tangan Lucas sudah seperti kilat, namja yang bermarga Wong itu memojokan dan mengunci tubuh mungil kekasihnya setelah berhasil menutup pintu gudang bawah tanah tersebut
“Agrh,” rintih Kun pelan sembari menutup matanya, baru kali ini ia terantuk tembok. Melihat kekasihnya menutup mata. Bagai melihat rambu hijau.
“Aaa…ah..L-Luke-aah,” Lucas menuju telinga Kun, meniup-niupnya tanpa permisi, paham jika Kun tidak menyukai hal-hal yang membuat lututnya lemas seketika itu. Kun tidak suka nampak mudah terangsang, hiks-
“Ternyata kau memang suka di depan umum ya?” bisik Luke dengan nada yang benar-benar membuat bulu kuduk Kun berdiri sesaat. Mendengar itu, dengan cepat Kun membuka matanya. Merasakan badannya kini tidak dapat bergerak karena tertahan tubuh jakung Lucas.
“A-Ani..Luke, hanya saja..”ujar Kun sambil menggeliatkan badannya. Ia merasa tidak nyaman sekarang berada diposisi seperti ini. Nafas Lucas yang berhembus disekitar lehernya, bagian bawah Lucas juga sudah beraksi, tak lupa juga dada Kun yang sedikit tersembul itu kini menempel pada dada kekasihnya. Membuat badannya semakin berhimpit dengan badan Lucas.
“Mwo? Kita juga tahu, koridor ini sangat sepi, bahkan satpam pun tidak melewati koridor ini,…hhhhaahh….benar bukan?” ucap Luke mulai melancarkan aksinya. Terlihat sekilas Lucas menampakan smirknya, mencoba mengintimidasi uke polos yang sudah genap dua bulan menjadi kekasihnya
“Kali ini, biarkan aku membalasmu, Babybear-hhnnhggg,” ucap Lucas sambil mengerang tepat sebelum menuju pipi gembil Kun.
Chup..
Chup…
Dengan perlahan Luke mencium pipi Kun, sejenak kembali pada telinga Kun, sambil tetap mengesekan bagian tubuh bawahnya pada tubuh Kun. Tangan kekar yang tenang menahan pinggul Kun mulai menyusup naik ke seragam Kun, mencari titik-titik kesukaannya. Bertubi-tubi memberikan sentuhan yang sangat tidak disukai uke gembilnya ini. Tidak memberikan Kun waktu untuk memikirkan titik mana saja yang sudah Lucas sentuh
“Luu…ahhh…. Hen..tik…kaaahhhh…anhh!” mati-matin Kun menahan tubuh kekasihnya lebih dekat lagi. Tangan mungilnya menahan pinggul Lucas yang sedang membuat dirinya sedikit bergetar hebat(?).
Lucas tak kehilangan akal…. Dia biarkan tubuhnya sedikit merenggang. Tapi, setelah perlawanan Kun melemah-karna tangan Kun sibuk menahan dada Lucas, Luke langsung merapatkan kembali tubuhnya pada tubuh Kun. Menggesek-gesekan kejantanannya pada bagian sensitive Kun dan kali ini lebih cepat temponya
“Luke!! Jebal henttikk….hhhmmppptt…” mendengar rintihan Kun agar berhenti malah membuat Lucas semakin hilang kesadaraan. Lucas langsung membungkam bibir mungil Kun dengan bibir tebalnya, melumatnya dengan sedikit kasar dan -ehem- panas. Tangannya segera menahan tengkuk Kun agar perlawanan Kun dapat Lucas tahan dengan baik. Uhh... memang hanya perlu satu kata saat Kun mencoba melepaskan diri dari Lucas, Percuma.
Chup...
“Jeb…bal..sshhmmpt…. Lu..pahhh.. hentik…kaan…ahh,” desah Kun disela-sela lumatan ganas Lucas pada bibir mungilnya.
Tiba-tiba Lucas mendapat ide baru. Karena ia sadar, ini masih tempat umum. Dan mungkin saja akan ada yang merusak ‘aktivitas’nya. Perlahan… Lucas melepaskan ciumannya. Melihat betapa hornynya wajah Kun saat ini, ia semakin menikmatinya. Tapi, dirinya dengan segera menarik lengan Kun ketika uke manis itu baru membuka kedua kelopak matanya
“Luke… kit..kita..” pertanyaan Kun tertahan. Ia tidak berani melanjutkan kata-katanya. Karena mungkin takut melihat raut wajah Luke yang kecewa.
Gleg...
Bugg…
Dengan keras Lucas membuka pintu mobilnya. Pintu belakang yang dibukanya. Ia mengomando Kun untuk memberikannya ruang untuk dirinya juga. Ya, mereka ... paham kan maksud dedek-
“Luke….” ucap Kun pelan mengetahui Lucas juga ikut duduk di set bangku belakang. Melihat wajah memelas Kun, Lucas langsung merapatkan dirinya. Sebelum itu, ia lagi-lagi menahan tubuh Kun-alias, mengunci pergerakan Kun, karena Kun pasti akan meronta dengan hebat.
“Hmmppt-“ dengan cepat Lucas kembali meraup bibir mungil Kun, tapi kali ini ia mencium dengan lembut.
Chu~
Untuk beberapa detik, Kun terbawa suasana. Walau kini jantung semakin berdebar dengan cepat. Tapi, ia juga tak tega selalu mengabaikan kekasihnya yang katanya adalah ‘good kisser’.
Semenit,
Dua menit,
Bermenit-menit..
“Hhaahh..” nafas Kun yang sedikit tersenggal
“Aku i-ingin ini lebihhh…lama…Kunhh-ahhh, agar kau, juga menikmatinya,” ujar Lucas disela ciumannya.
Tenng!!
Kun terbelalak. Matanya mengerjap cepat mendengar pernyataan Lucas. Seperti alarm yang berbunyi. Kun mendapat aba-aba buruk mendengar ucapan Lucas. Kun mencoba lepas dari kekangan nafsu birahi kekasihnya. Akan tetapi, tubuhnya sudah benar-benar dirangkul oleh Lucas dengan tangan kekarnya-tangan kiri Lucas melingkar dipinggang kecil Kun, dan tangan kanannya menahan tengkuknya.
Sekuat apapun perlawanan Kun, ia tak akan lepas. Terlebih lagi, kaki Lucas juga membantu membuat Kun diam tak berkutik, dan menerima juga menikmati ‘servis’ darinya.
Jangan lupakan hawa dingin di dalam mobil Lucas pun berubah panas dengan suara kecupan dan desahan Kun ditambah lagi suara nafas Lucas yang berat
“Luke-ahhh… hhmmppttff…” desah Kun lolos, ia sudah benar-benar tidak berkutik sekarang. “Jebal… hentik..kan..ahhh…hhmmptt,” desahan lolos dari bibir Kun, hanya akan menambah panas ciuman mereka. Kun sadar, desahannya hanya akan menambah liarnya Lucas. Tapi, bila tidak dihentikan, ini akan fatal,
“Menyerahlah… hhhaahhh…nikmatilaaaahh…Kun-ahhh.., biarkan kali ini aku yang memuaskanmu,” terdengar Lucas menyarankan sesuatu pada uke yang direngkuhnya. Ia merasa berhutang selama ini, karena biasanya Kun yang selalu saja memanjakan juniornya
Chup..
Chhhuupp..
“Akan kubuat ini lebih menarik,” batin Lucas yang sudah mulai menjadi-jadi. Entah kemana sekarang akal sehatnya. Kini, Ia mulai mencoba menerobos masuk ke dalam baju seragam Kun. Karena tebalnya kain seragam, Kun baru menyadari tangan nakal Lucas setelah tangan dingin Lucas mengenai kulitnya perutnya.
NOOOOOO!!!
“Luke-ahh! Ja..ngan…ahh..” pekik Kun yang tersentak kaget dan ia terlambat untuk menghentikan tangan Lucas. Tangan nakal itu mulai mengusik ketenangan dua titik poin desahan merdu itu. Lucas tersenyum menang mengetahui kekasihnya mengeliat di pelukan dada bidang nan hangat miliknya. Dada Kun yang menempel sempurna di dada Lucas membuat namja yang lebih kekar itu semakin ingin memakan kue putih di depannya. Ingin sekali ia menindih Kun,
Tapi.... itu sangat tidak mungkin. Bila mungkin, akan menyakitkan bagi Kun. Lucas pun turun ke leher jenjang dan putih Kun, memberinya tanda bahwa Kun adalah miliknya
“Opp…Ahh..sstt…aaaggghhhh,” desahan Kun lolos, pertahanan kuat Kun sempat lepas tapi dengan cepat bibir Kun dengan otomatis merapat. Karna Kun paham apa jadinya bila ia mendesah sekarang.
Epiknya... karena Lucas sudah-ehem, sangat mahir melakukan ini, tanpa membuka baju Kun sedikitpun, tangan Lucas bisa dengan mudah ada di dalam underware Kun. Menemukan kunci dari fantasi Kun.
“Luke…ahhh..Luke…, hentikan!! Hhhmmmppt…ahh,” desahan Kun keluar disertai tubuh Kun yang mulai bergerak tak nyaman. Tubuh Kun bergetar hebat. Alhasil, mobil Luke sedikit bergoyang
“Kunnie-ahhh… kau… mendesalah… saja, aku handal dalam hal ini, hhahhgg,” ujar Lucas sembari menambah kecepatannya menggerakan jari-jemarinya di dalam underware Kun.
“Luke, aahggnngg..Arkh…Oh-Luke-ahh…Je..ball..” ujar Kun dengan geliatannya yang kuat, setelah beberapa menit Kun masih saja meminta Lucas menghentikan aksinya, Luke-a…ssttt…. hentik…kan… aaaaaaaggrrhhhhh,” desahan Kun yang masih tertahan..
Lucas tersenyum penuh arti mendengar desahan panjang Kun. Lucas mencabut jarinya dan menjilati jarinya. Kun terenggah-enggah sambil menutup matanya, baby bearnya terlihat lelah namun puas(?). membuat pelaku –ehem- pun tersenyum..
Selesai?
Not yet!
Lucas mulai menyudutkan tubuh Kun lagi, mengusap pipi Kun lembut sebelum akhirnya mencium bibir Kun kasar…
“Sudahlah….Luke… lep…pas..kannn…aaahhh,” pinta Kun entah sudah berapa kalinya, tapi Lucas tak mungkin melepaskannya. Malahan Lucas melakukannya lebih dari yang barusan ia lakukan, dan… sekali lagi Lucas mem-foreplay Kun, tanpa ijin dari sang kekasih. mungkin ini balasan untuk Kun karena ia sering sekali memanjakan Junior Lucas tanpa memasuki Kun . Lucas men-servis Kun beberapa kali sampai Kun kehabisaan tenaga… karena Kun itu hm.... uke... yang kuat… -EHEM-
Setelah Kun benar-benar kehabisan tenaga dan tertidur, Lucas membawa Kun pulang ke apartementnya.
^.^
At Luke’s Apartement
Kun yang sangat lelah. Ia sudah tidak bisa menghentikan tangan nakal Lucas yang mulai membuka helai demi helai seragam Kun yang masih lengkap. Kancing kemeja yang dibuka perlahan agar tak menggangu uke mungil-nya tidur, ia sedikit menelan salivanya kasar melihat dada mulus kesayangannya naik turun mengikuti paru-paru Kun. Ia buru-buru melepas ikat pinggang Kun dan termenung sejenak. Tak lama setelah itu Lucas juga menanggalkan celana seragam Kun.
Dan
Njaja,...
Setelah Kun berhasil Full naked dengan secepat kilat Lucas juga melepas seragamnya.
“Ahhh...Luke....” rintih Kun merasakan sensasi aneh pada sekujur tubuhnya yang bertemu tubuh Lucas tanpa helaian benang
“Kau suka?” tanya Lucas yang mulai menggesekan juniornya pada Kun.
“Luke-aa..ahhh,” kali ini tak ada penolakan dalam desahan Kun, mendengar itu Lucas sangat senang. Lucas juga melumat bibir Kun kasar karena efek permainan yang ia ciptakan sendiri
“Emmppphhh,” desah Kun
Kun hanya sedikit bergeliat. Tapi, karena hal itu Luke semakin berani melakukan lebih pada Kun. Karena dengan kata lain, dada Kun juga ikut tersembul mengenai dada bidang Lucas yang berada di atasnya.
“Arrkkhh...Appo Luke... aaanii!!” teriak Kun merasakan kekasihnya semakin hilang kendali dengan melumat dadanya dengan kasar
“Bila kau terus menolakku. Juniorku akan menembus pertahananmu! Jadi teruslah mendesah,” ujar Luke ditambah dengan tangan nakalnya juga ikut meremas dada Kun yang satunya.
“Tap-pii Luke-aahhh... aaaww..ahhh..sstt,” teriak Kun terkejut tiba-tiba Luke menggigit nipple Kun kuat. Luke semakin gemas mendengar Kun tidak mendesah malah hanya menahan desahannya
Deg-
Luke berhenti memainkan nipple Kun. Memandang Kun yang menggigit bibir bawahnya kuat. Malah membuat Luke ingin melumatnya.
“Asstt..Hmmppptt...” desah Kun saat Lucas mengigit bibir bawahnya yang sudah perih karena menahan desahanya barusan
“Kenapa kau tahan, ha? Kau miliku malam ini changi, Qian Kun! You’re my baby tonight!” ujar Luke tepat di telinga Kun sambil melumat nakal telinga Kun, juga menyodok-nyodokan lidahnya yang lihai pada daun telinga Kun.
“Ahhh... Luke! A-Anii. Kau..sstt....ahh,” Kun tak dapat menahan desahannya lagi karena sekarang Luke sedang menjelajah tengkuk dan punggungnya sambil tangan nakalnya tetap berada di dadanya.
“Aaahhh....Lucasssh...”
Mendengar itu, Luke ingin sekali mencoba Kun ‘junior’, yang Lucas percaya pasti sudah sangat basah
Brrugg
Kembali Kun dibuat telentang. Lucas mencoba menyusupkan kepalanya pada pengkal paha Kun yang ia paksa untuk tetap terbuka untuk dirinya
“Hahhh.... Kunie-ahh... aku tidak sabar untuk memasukimu, srruuppttt,” ujar Luke sebelum ia menghabiskan cairan yang lumer dari ‘milik’ Kun
“Aaahh...stthh-aahhh... Luke-ahhh” ujar Kun terlonjak kaget merasakan daging tak bertulang milik Luke menyapu titik sensitifnya yang berada di pangkal pahanya. Kakinya ikut berusaha sekuat tenaga menahan pergerakan Lucas di bawah sana, tapi sayang genggaman Lucas pada lututnya begitu kuat, ia tak bisa melakukan apa-apa selain menjambak rambut Lucas yang mulai panjang
Dengan sekuat tenaga Kun melepaskan diri dari kekasihnya. Takutnya Lucas tidak dapat memegang janjinya untuk tidak mencumbui Kun sebelum waktunya.
Tapi pertahanannya hari ini melemah, tubuhnya bereaksi dengan sangat baik-seseuatu di bawah sana merasa ingin keluar
Ccesstt...
Cairan bening Kun entah untuk yang keberapa kali keluar dari Kun ‘junior’ yang dengan senang hati Lucas habiskan dengan rakusnya.
“Luke..berhentilah..aku takut,” mendengar perkataan Kun. Lucas langsung mengerti kemana arah pembicaraan Kun. Lucas menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya
“Maaf, hari ini aku melakukannya kasar,”
Anggukkan Kun terlihat pelan, dengan mata masih terpejam, sekali lagi Kun mengangguk lemas. “Asal kau bisa berhenti. Aku sudah bersyukur,” ujar Kun sembari mencoba menatap Lucas sebelum menutup matanya lagi dan disusul oleh Lucas.
.
.
.
Bip-
“Annyeong...” ujar dua sejoli yang langsung saja masuk karena mereka tahu password apartment Lucas
“Lihatlah, sepertinya mereka ada di kamar,” Johnny mendekati kamar pribadi Lucas yang sedikit terbuka,
“Luke kam-“ ujar Johnny terpotong melihat pemandangan di kamar Lucas. Ia terkejut melihat betapa berserakannya kamar Lucas dan terlebih saat melihat keadaan Lucas dan sahabatnya.
“Hah, Dasar ...” Johnny mencoba mendekati mereka.
“Sabar, ya Kun-nie, Luke pasti sering meminta ‘itu’ padamu, kasihan kau. Uke polos sepertimu bertemu dengan namja seagresif dan semesum Lucas. Yah, walaupun di depan, Lucas terlihat bukan namja seperti itu,” ujar Johnny sambil duduk di tepi ranjang Lucas yang berada di sebelah Kun, sambil sedikit membelai tangan Kun
Johnny keluar dari kamar dan menutupnya.
“Mana mereka?” ujar Ten dan malah dibalas smirk oleh Johnny
“Hei hm-Johnny-ahh, W-waeyo?”
“...”
Dan Johnny pun menuntut sesuatu pada Ten karena envy pada Lucas dan Kun
~~~...~~~
Besok?
Hari berkumpul dan bermain,
Haha, not just that-
Hari kelulusan pun tiba....
Bukan.
Bukan itu yang Lucas nantikan.
.
.
.
“Hah, kita harus merayakan ini, Luke,” usul Johnny pada Jaehyun dan Lucas. Jaehyun hanya mengangguk mantap,
“Aku akan bawa Doyoung,”
*.*
At Diskotic
“Ten, eoddiseo?” tanya Johnny pada Jaehyun dan Lucas.
“Mereka sedang, menyiapkan KunKun-ku” bisik Lucas
“Hah, tak usah kalian berbisik, terdengar tahu!” ujar Jaehyun tersinggung, Lucas hanya nyengir kuda.
“Luke-ah, bagaimana namja seagresif dirimu betah dengan Kun yang…-ehem- susah untuk diajak ‘itu’?” tanya Jaehyun, dengan seringai khasnya
“Hah, bukankah Doyoung juga susah?” Lucas menanggapi
“Nde, tapi dia cukup mudah bagiku,” ujar Jaehyun bangga
“Iya, Luke, bukankah sahabatku itu cukup licin?” ujar Johnny bersemangat untuk membahas, karena ia pernah hampir melakukan ‘itu’ dengan Kun sebelum mereka menjadi teman.
“Nde, tapi,..ahh, ia cukup pandai memanjakanku, jari-jemarinya yang kecil itu, sangat lihai mengoc*k milikku,” ujar Lucas jujur
“Jinjja?”
“Benarkah, itu? Hm…, Luke, boleh ku pinjam tangan mungil kekasihmu?” goda Johnny
“Ya’ apa maksudmu?”ucap Lucas sedikit meninggi
“Haha, Jaehyun-ahh, kau lihat wajah garang Tn. Wong? Hhaha, aku bercanda, Luke, tak mungkin aku melakukan itu di belakang Ten,”
Tiba-tiba, Doyoung dan Ten kembali kepada namjachingu mereka,
“Kun?”tanya Lucas pada kedua uke seksi yang barusan datang
“Dia di sana, sebentar lagi juga datang,” ujar Doyoung
“Eh, Luke-ah, ternyata kekasihmu itu, cukup sulit dibuat tidur, hah, lihatlah,” ujar Ten memperlihatkan beberapa obat tidur dan perangsang dengan beberapa dosis
“Hah, gila! Lalu, kau berikan mana akhirnya, babe?” tanya Johnny penasaran, karena memang ia yang sangat dekat dengan Kun
“ige,” Ten menunjukkan obat perangsang dosis tinggi pada Johnny
“Haha, kenapa kau tidak meminumnya juga, Babe?” tanya Johnny nakal
“Kau ini!” Ten memukul kepala Johnny pelan
“Luke!”ujar seorang uke yang masih dengan kesadaran penuh,
“Ah, changi~” balas Lucas sambil melirik Ten yang juga meninggikan pundak, Lucas langsung merengkuh tubuh Kun pada pelukannya
“Luke, jja, pulang,” ajak Kun, menenggelamkan kepalanya di dada bidang Lucas
“Ahh… Kun-shi, kenapa buru-buru?” tanya Doyoung yang juga heran dengan keadaan Kun, masih sadar? Keren kodamnya Kun Qian wkwk
“Ahhh….Naneun…hhuaahh…” berbanding terbalik dengan keadaan Kun yang tadi, dengan secepat kilat, Kun tidur di pelukan Lucas. Terlihat dengan jelas, Lucas menampakan smirknya
“Ah, Ten, gomawo, aku akan pulang dahulu,” ujar Lucas sambil membopong Kun ala bridalstlye
“Nde, bersenang-senanglah,” ujar Jaehyun yang juga mulai merangkuh tubuh ramping kekasihnya.
.
.
.
At Lucas’s Apartement
“Ah…” leguh Kun saat Lucas berhasil membawa Kun berbaring di-king bednya.
Sejenak Lucas mengamati lekuk indah wajah manis Kun. Membelainya kesekian kalinya. Tapi, kali ini Lucas menemukan getaran yang berbeda dari biasanya
~
“Aku akan menyakitimu bila kau meminta ‘itu’ padaku,”
“Kau minta mati meminta ‘itu’ padaku. Awas kau ya. Langsung detik itu juga aku tidak ingin mengenalmu,”
~
Sejenak Lucas berfikir. Ia sangat menyayangi Kun. Ia seme normal. Tapi, untungnya nafsu tidak menguasai akal dan pikirannya, “Hah, walaupun kau mengucapkannya dengan gurauan. Tapi-“ gumanan kecil itu terhenti bersamaan dengan elusan di dahi Kun juga terhenti, Lucas seperti dipermainkan oleh nafsu dan kekasihnya, “-aku yakin kau benar-benar mengucapkan yang sebenarnya, Kun-ahh,” ujar Lucas sembari mengecup dahi Kun tulus
Lucas sudah memutuskan untuk tidak melakukan ‘itu’ tanpa sepengetahuan Kun, kekasihnya. Ia akhirnya memutuskan untuk mandi
In the morning~
“Huwaahhh... ahh, Aigoo.. kamarku jadi sangat luas sekarang, apa ini mimpi?” ujar Kun dengan setengah dari nyawanya yang baru terkumpul. Lalu ia memejamkan matanya kembali, “Eh, kemana semua poster Myungsoo-ku?” karena hanya masalah poster, nyawa Kun yang kalang kabut langsung bersatu pada empunya. Kun tak dapat mengetahui ini kamar siapa. Memang ia pernah ke apatement kekasihnya-Lucas. Tapi, ia tak tertarik masuk ke kamar pribadi Luke. Karena itu dianggap sebagai lampu hijau yang terang di mata namja seagresif Lucas.
Cklek
Pintu kamar mandi terbuka, dan keluar dari sana namja jakung yang setengah telanjang.
“Aigoo.. ahh, ternyata ini benar kamarmu, Luke,” ujar Kun sembari menutupi raut wajahnya. Ingin sekali Kun keluar dari kamar saja. Tapi karena pengaruh alkohol semalam kepalanya merasa berkunang-kunang untuk berdiri.
Lucas hanya tersenyum penuh arti melihat kekasihnya. Dan ia-pasti! punya ide pervert sekarang.
“Kun-ahh, wae? kau masih disini? Kau sangat melihat Lucas junior?” goda Lucas sembari mendekati Kun yang masih memegangi kepalanya
“Ahh, sstt..” Kun tak dapat menjawab. Ia masih disibukkan dengan kepalanya yang tidak dapat diajak kompromi.
Lucas menurunkan sedikit demi sedikit tangan Kun yang digunakan Kun untuk menahan kepalanya. Tangan Kun yang tersentuh tangan dingin Lucas malah membuat sekujur tubuh Kun menghangat dan berangsur-angsur memanas.
“Luke...ahh, panas..sekali di sini,” ujar Kun menutup matanya merasakan panas yang begitu hebatnya
“Hah, ternyata obat dari Ten bereaksi sangat lama di badanmu, Kun-ahh,” ujar Lucas tepat di daun telinga Kun yang sedikit memerah
“Luke... KAU! Lep..pas,” ujar Kun yang langsung mengerti maksud Lucas.
Bukan menuruti perintah kekasihnya. Lucas malah mencoba membuat Kun terbaring dengan tangannya yang masih memegang tangan mungil Kun. Jadi, Lucas lebih leluasa mencium Kun. Tangan Kun yang hobbynya dibuat pertahanan sekarang ada di genggamannya
“Ahh..Jeb...bal..Luke,” desah Kun semakin kepanasan setelah ditindih oleh badan kekar kekasihnya
Terlihat Lucas menampakkan smirknya juga senyum nakalnya yang khas. Mendengar desahan Kun yang mengkeruhkan akalnya membuat ada yang ingin melonjak dari bawah sana. Tapi, mengingat Kun adalah uke-nya yang sangat ia sayangi, ia sangat tidak ingin melihat Kun membencinya. Ahh..kini nuraninya dan nafsunya sedang berperang.
Mengetahui tangan Lucas melemah, Kun melepaskan tautannya dan bagai membuat palang agar dada bidang Lucas yang polos itu tidak menyiksa dadanya.
“Luke, aku tahu kau sangat ingin. Aku juga tidak pernah tega menolakmu terus-terusan. Sebenarnya kau boleh-boleh saja memfore-play-ku. Tapi, yang aku takutkan jika kau tidak bisa menahan ‘itu’. Mianhae,” ujar Kun masih dengan wajah cantik Kun yang sedang terpengaruh obat perangsang dosis tinggi yang terakhir diberikan pada Ten
Tapi, karena nafsunya yang telah memenangkan pertarungan, dengan sigap Lucas langsung mencoba membuat tangan sanggahan Kun melemah. Ya... ia mencobanya dari bawah. Lucas menggesek-gesekan ‘miliknya’ yang hanya terbalut handuk kecil pada celana Kun yang juga sepertinya tipis.
“Ahhh.. Kun-ahh, kau selalu menolak aksiku. Apa kau meragukan Lucas junior?” ucap Lucas dengan nada yang seduktif mungkin.
“Luke...ahhh, ja-msstt-jaaa..ngan, Luke-ahh, jeb..ahh..bal,” ujar Kun juga berusaha mati-mati menahan desahannya, “Ahh..A-Aniyo..aku yakin denganmu, hanya saja,...aggrrhh Luke!” ucapan Kun terpotong karena sekarang Lucas sedang mengurusi leher jenjang Kun juga menambah tempo gesekan juniornya dengan ‘milik’ Kun
“Shit! Aku sangat lelah untuk menahan ini, Tuhan aku gantungkan ini padamu,” batin Kun yang mulai lemas karena serangan Lucas yang memang lihai untuk ini. Mengetahui tangan Kun yang melemas, senyuman Lucas begitu terlihat dari ceruk leher Kun. Sepertinya Kun akan menyiapkan sesuatu jika ada yang Lucas rebut dari Kun malam ini.
Perlahan, gesekan di bawah yang tadinya cepat tiba-tiba berhenti. Lucas menyejajarkan wajahnya pada wajah uke yang tengah ditindihnya.
Chup
Chup
Chup
Ciuman bertubi-tubi handalannya yang selalu jadi andalannya. Ini akan membuat uke manapun gemas. Tapi, ternyata tidak untuk Kun. Ia hanya menahan desahannya seperti biasanya.
“Saranghae,” bisik Lucas tepat ditelinga Kun
“Nadd-D-doo...aahh... Ja..ngaaahh,” ujar Kun separuh mendesah saat tangan nakal Lucas meremas dadanya dari luar kemeja yang Kun kenakan. Kun yang sedang terpengaruh obat malah membuka bajunya sendiri. Karena Kun membuka kancingnya dengan lambat, Lucas langsung membatu Kun. Sebelum membuka kemeja Kun. Digigitnya dahulu nipple Kun yang masih dibungkus kain yang dipakai Kun. Tangan Lucas entah dari kapan sudah menyusup di punggung Kun
“Arrgghh...Oowwhh,” desahan Kun lolos lagi-lagi karena perangsang. Tangan Kun juga menyusup di depan celana ketat ups bukan, handuk kecil yang digunakan Lucas. Menyentuh dan sedikit menekan bagian bawah Lucas yang sedikit menonjol keras.
“Hhahhh...aahh..... Kuuniiie-aaaahh.. jangan ganggu ‘dia’...aahhh.. jika ingin selamat!” ancam Lucas. Tangan Lucas sedikit melemas saat Kun melakukan servis pada juniornya.
Bukannya berhenti, Kun malah semakin menekan-nekannya dengan keras membuat sang empu kesakitan juga keenakan. Tanpa sedar ternyata Kun sudah berhasil menurunkan handuk Lucas. Dengan gesitnya Kun melemparkan handuk yang dikenakan kekasihnya bersamaan juga dengan underware Lucas. Dan tersembulah sempurna big junior milik Lucas. Karena sudah terenakkan. Lucas melentangkan tubuhnya dan membiarkan Kun yang memfore-play-nya
“Kuniie-ahhhh, mian, jika ssssttt setelah ini kau...ahhh,”
“KUN!” teriak Lucas mengetahui juniornya sempurna berada pada mulut mungil Kun. Lucas mengelinjang kesana kemari merasakan lidah Kun yang menari indah di bawah sana, “Kunie, jangan harap kau selamat malam ini!” ujar Lucas seperti orang kesetanan mendapat servis Kun yang sebegitu ganasnya
“AAAARRGGHHH...Hrrggg, ssttthhhh, shit!”
Shit!
‘Obat perangsang yang seharusnya membuatku menggagahi Kunie malam ini, gagal. Ahhh, juniorku sangat ingin menggagahinya,” batin Lucas frustasi.
Dan seperti biasa, Lucas yang mesum tapi sebenarnya lemah itu langsung terpejam ketika sperma pertamanya keluar
“Hah, kenapa aku masih sepanas ini,” guman Kun yang tidak dapat terpejam
Ternyata, Lucas yang setengah tidur langsung menindih Kun, melumat bibir Kun lebih dari yang sebelumnya
Chuupp
Tak diduga, ternyata Kun membalasnya dengan panas pula. Kini obat memimpin mereka. Tapi, akal sehat Kun dan Lucas masih ada-hem..tersisa dikit. Untuk memastikan Kun masih di posisi aman setelah melakukan ini.
Great Couple ? -
.
.
.
Double Class-
Walaupun suasana kelulusan, tetap saja tetap ada agenda untuk masuk sekolah. Banyak dari mereka yang merayakan kelulusan dengan adat Korea-nya yang masih kental. Ada juga yang menggunakan acara bebas seperti kebanyakan siswa.
Kala itu di kelas P.A(Photo Art) Rim Seongsanim masuk untuk mengucapan selamat pada anak didiknya itu, kelas mereka memang kelas favorit, tapi tidak untuk anak-anaknya. Walau begitu wali kelas tersabar itu tetap bangga pada anak muridnya tahun ini
“Hm, untuk semalam, apakah kalian melakukannya?” tanya Rim Seongsanim sedikit membuat gaduh kelas
-kan, sama gga jelasnya-
“Ahhh... seongsanim..”
“Pastinya, bu,”
“Ibuuuu,”
“2 ronde bu..”
-_-“
Teriakan siswa P.A memenuhi ruangan sejenak, tapi ada saja yang tidak bergeming
“Kalau kau Dejun-ahh, bagaimana Dery semalam?” goda Rim Seongsanim dan itu jelas membuat pipi putih Dejun ternoda rona yang menggemaskan
“Dery?” Rim Seongsanim berbalik bertanya pada Dery
“Tidak banyak bu, cukup 3,” ujar Dery membuat gaduh kelas
Rim Seongsanim sedikit bergeser pada Taeil yang berada di sebelah Dejun
“Kau? Tidak mungkin kau membiarkan Taeyong begitu saja semalam,” ujar Rim Seongsanim lagi-lagi tepat
“Hhehe, seongsanim... aniya,” elak Taeil
“Ani.. tidak salah, eoddiseo?” tanya Rim Seongsanim lagi
“Di rumah Taeyong, bu,” ujar Winwin dengan semangat
“Johnny...” Rim Seongsanim memanggil Johnny, dan entah kenapa mendadak kelas menjadi sepi.
“Nde?” tanya Johnny kaget
“Berapa kali kau semalam? Kau itu yang dengan anak Dance itu kan?” tebak Rim Seongsanim
“Nde, Rim Seongsanim. Hm... aku tak ingat kalau itu. Kalau tidak salah 4 kali,” ujar Johnny malu
“Eh, iya? Ten kata hampir 6,” ujar Doyoung
“Wah..Johnny..”
“Huwaa!! Daebak,”
Rim Seongsanim hanya menggelengkan kepalanya pertanda ia tidak percaya
“Boo! Daebak? Lebih hebat lagi kawanku! Tn. Wong Lucas,” ujar Johnny menunjuk Lucas yang sedari tadi menikmati suasana kelas
“Boo? Aku?” ujar Lucas tersadar dari lamunan
“Oh, iya, kau Tuan Wong, bagaimana dengan Kun?”
“Apanya?” tanya Lucas
“Aha! Aku bisa menebaknya. Kau pasti gagal!” tebak Johnny
Lucas tertawa sedikit menyeringai
“Ani! Aku tak gagal!” ujar Lucas tegas, “Hanya saja. Akan ada hal besar yang akan terjadi jika aku melakukan ‘itu’ semalam dengan Kunie,” tambahnya
“Oh Benarkah Tuan Wong?” tanya Rim Seongsanim terkejut
“Nde, Kunie dari keluarga yang terpandang di China. Dan sepertinya Johnny juga tahu itu. Maka dari itu dengan etos cinta yang masih baik itu turun ke Kun, tapi aku bisa melakukan sesuatu yang membuat KunKun tersipu. Bukankah ibu pernah penasaran dengan sikap cueknya?” ujar Lucas
“Nde, coba buktikan. Peluk dan cium dia sekarang,”
“Naega? Ahh, ani, bukan seperti itu, biarkan Johnny yang mencobanya dulu. Biar ibu tahu bagaimana sifat aslinya.”
Johnny sedikit tersinggung. Karena memang Johnny pernah terkena tendangan dan tamparan Kun karena ingin menciumnya. Walaupun tahu jika ia sedang dijadikan tumbal, tapi ia tetap memberi isyarat pada Dery untuk berdiri. Dan Johnny memutar dari belakang lalu di sanalah ia. Di sebelah Kun. Pertama Johnny mencoba mengusik perhatian Kun yang sedang terpusat pada bukunya
“Kun-ahh,” ujar Johnny sambil menaruh kepalanya pada pundak Kun
“Hm...” ujar Kun tanpa memandang Johnny. Kun merasakan ada yang tidak beres. Ada tangan kekar Johnny di tengkuknya.
“Johnny-ahh, Kau!” ujar Kun cepat dan segera mencubit paha Johnny. Johnny mencoba menarik tengkuk Kun. Tapi semakin Johnny menariknya, Kun akan semakin kuat mencubit
“Ahh, Kun-Ya! Ge ... maneehh!” teriak Johnny pada sahabatnya tanda menyerah
“Hehe, maaf, kau juga kenapa, hah?” ujar Kun tak kalah kerasnya
Rim Seongsanim sedikit percaya pada gosip bahwa sepertinya seorang Lucas akan sedikit kerepotan memiliki uke model seperti Kun Qian
Tak berselang lama, Lucas pindah ke tempat Dery setelah Johnny pergi
“Wae?” tanya Kun sedikit menurunkan nada ucapannya
Luke cepat duduk dan mencoba membisikan kata-kata pada Kun. Ternyata Luke tidak berkata. Hanya sedikit meniup-niup daun telinga Kun nakal
“Ahh, Luke, hmpt-” ujar Kun spontan. Dengan secepat kilat Luke menautkan bibirnya pada bibir mungil Kun
“Akkkhh,” ujar Kun mencoba lepas. Kun bergerak lembut, menggeliat pelan dalam pelukan kekasihnya akan tetapi setelah mengetahui itu sia-sia ia sedikit mencubit perut Luke
“Kun-ahh, Appo!” ujar Luke sedikit terkejut dan langsung melepaskan tautannya
Kun hanya bisa tersenyum dan menutup wajahnya dengan novelnya
“Haha, Qian Kun, anda kasar sekali. Begitukah sikapmu dengan kekasihmu?” ujar Rim Seongsanim sembari mendekati Kun. Mendengar suara langkah gurunya Kun langsung menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Lucas. Kun terlihat sedikit mengangguk. “Lalu, apakah semalam Lucas melakukan ‘itu’ semalam?”
Gelengan cepat di dada Lucas. Rim Seongsanim tersenyum mendengarnya
“Rim Seongsanim tahu sekarang. Tuan Wong. Anda sepertinya namja yang kuat dan butuh sedikit tantangan. Dan saya dengar, hubunganmu dengan Qian Kun itu yang paling lama bertahan, apa karena Kun yang masuk kriteriamu?”
Kun sedikit mengangguk.
“Baiklah, sekarang cium dia lagi,” ujar Rim Seongsanim
Mendengar itu. Dengan cepat Kun kembali keposisi semula. Dan menutup wajahnya dengan novel. Bermaksud menghindari bibir Lucas untuk kedua kalinya
“Dan baiklah, untuk kau Qian Kun. Kau yang terbaik!” ujar Rim Seongsanim sebelum keluar dari kelas, “Tapi... bukankah Tuan Wong. Anda seorang good kisser? Tapi mengapa saya pernah melihat bibir Kun lecet? Apakah itu julukan sudah berpindah?” tanya Rim Seongsanim heran
“A-Ani, tapi.. aku tak pernah begitu,” ujar Lucas sembari melihat kekasihnya dengan intens
“Benarkah, Kun?” tanya Rim Seongsanim berganti pada Kun
“Nde? Oh. Itu bukan Lucas, Rim Seongsanim,”
“Lalu?”
“Itu saya. tidak sengaja membangukan serigala tidur. Dan itulah hasilnya,”
“N-Nuguya yang kau maksud Kun?”
“Maksudmu?”
“Ahh, tidak usah saya katakan siapa, orangnya ada disini,” ujar Kun malas
“Boo! Nuguya? Johnny?” tebak Yuta dan sontak saja membuat seluruh manik mata memandangnya
“Johnny!” Luke hampir saja memukul Johnny jika Kun tidak menengahi mereka. Tapi ada yang aneh disini, ia menghadap Johnny, memeluk Johnny daripada menahan tangan Lucas
“Kun-ahh, kau membela Johnny?” tanya Rim Seongsanim bingung
“Nde, Aigoo... Luke, lagiankan itu terhitung baru satu hari kau menembakku. Tenanglah, Johnny begitu karena ia merasa kehilangan teman bermain,”
“Begitu, dan apa lagi yang mau kau katakan?” ujar Lucas sedikit menginggi
“Johnny... dia sahabatku dari kecil. Pada saat itu ia hanya mendouble jatahnya karena aku seharian bersamamu,”
“Jadi, setiap hari Johnny menciummu? Dimana? Di bibir?” tanya Lucas lagi, kali ini rasa penasarannya memimpin
“Nde, tapi itu sudah adat di China. Bahkan Appa sendiri yang mengatakannya. Aku pun tidak kaget jika Johnny begitu. Jadi, bila seharian suntuk Lucas bersamaku, tidak mungkin Johnny bisa menciumku, aku juga tidak suka jika di depan umum!”
...
“Hah, baik-baik! Aku akan memikirkan di mana aku memukul Johnny,” ujar Lucas sudah sedikit tenang
“Ahh, Nde, Seongsanim juga pernah mendengar itu, ada China memang sangat memperhatikan kehormatan. Tapi, yang dilakukan Johnny bahwa itu menandakan Ayah Kun setuju jika Johnny yang menjadi menantunya,” terang Rim Seongsanim
“Nde, tapi aku sendiri yang menolaknya Rim Seongsanim, karena tidak mungkin aku kuat hidup dengan namja sepervert Johnny,” ujar Kun
“Hm, bukankah, Lucas lebih dari Tuan Seo?” tanya Rim Seongsanim sesuai dengan pengalaman
“Hm, tidak jika bersamaku. Ia hangat padaku. Tapi juga cuek, sama sepertiku. Tidak seperti Johnny, Sehun, Eunwoo, Sungchan,” jelas Kun
“Boo! Bahkan Sungchan saja lebih dari Lucas?” tatapan tidak percaya Rim Seongsanim melayang pada bangku belakang yang berisi Sungchan dan Shotaro
“Aigoo. Kau memang uke paling beruntung. Seo Johnny, Oh Sehun, Cha Eunwoo, Jung Sungchan, Wong Lucas, Aigoo... itu sederet nama mantanmu atau nama seme yang terpopuler di sekolah?” tanya Yuta mendengar pengakuan Kun. Lagi-lagi Kun tidak mengindahkan suasana kelas.
“Ya’ aku bukan mantannya Tuan Nakamoto!” ujar Lucas dari tempat duduknya
“Oh, iya, hhehe. Mian, eh, chakaman, bukankah ada yang kurang....Hen..” ujar Yuta
“Stop Nakamoto Yu-“
Duh- perkara...
“Oh, Hendery!”
Glup. Gugup Kun karna ucapan Kun terpotong. Yuta sudah menemukan puzzle yang hilang
“What? Hendery. Ya’ bukankah kalian pernah berpacaran?” ujar Yuta yang seakan-akan lupa bahwa di sini ada Dejun. Kun menghilangkan Dery karena ada kekasihnya di dalam kelas aka sekelas dengan mereka. Sungchan sih juga tapi Shotaro tidak segalak Dejun
Dejun menatap tajam Yuta
“Wae? Aku mengatakan sebuah fakta,” ujar Yuta
“Ahh, mianhae Dejun-ahh, Yuta hanya bercanda,” ujar Kun mencoba menenangkan
“Nde, Dejun-ahh, i-itu hanya gosip,” ujar Dery mulai khawatir
“Ahh, Dejun-ahh, nde, saya juga pernah mendengar gosip murahan itu. Ingatkah engkau? Itu disaat kau masih di kelas Vocal,” Rim Seongsanim ternyata juga mencoba mengungkapkan apa yang ia dengar
“Kun-ahh, aku bisa melukaimu kapanpun,” ujar Dejun kesal
“Ya, Tuan Xiao, dia memiliki perisai, kau sentuh dia, kau berhadapan denganku! Tuan Xiao!” ujar Johnny
“Tuan Seo, kau sentuh Dejun, kau juga akan berhadapan dengan ku!” ujar Dery ketus
“Aigoo…sudahlah…” ujar Rim Seongsanim sedikit risih
“Setelah ini, Hendery, Qian Kun, ikut saya ke ruang guru!” ujar Rim Seongsanim mengambil dua sebangku itu.
“N-Nde seongsanim…” jawab Dery dan Kun bersamaan
~END~
No protes-protes
weka weka
baii-baii
usually tag :
^.^Ar1FaH_kYu^.^