GRUP CHAT
IN THE KOST
Gita : anak-anak, kalian ada yg liat kak eli ga?
Greesel : pagi tadi sebelum kita berangkat sekolah sih gue liat kak eli di atas genteng
Gita : iya kalau itu tau
Gita : kan gue tanya siang ini
Olla : ya mana kita tau bjir, kan kita masih di sekolah😒
Gita : heh ga sopan, gue usir ya dari kost
Nachia : ini kak eli baru lewat kamar aku kak, sambil marah-marah
Nala : LO BILANG LO SAKIT, JADI GA SEKOLAH
Nala : tapi kok bisa main hp?😡
Nachia : heh, gue ga lumpuh ya
Eli : @Freya kenal sama atin anak komplek sebelah ga?
Marsha : Freya lg gabisa balas chat Kak, jadi gue aja yg bales ya
Marsha : iya, kita kenal
Marsha : DAN SKRG FREYA SAMA ELLAK LG DI IKET SAMA ATIN AND THE GENG DI TIANG BASKET, PLS HELP😭
Eli : emang bocah kurang ajar tu
Lyn : lagi kenapa sih dari tadi?
Eli : si atin itu masa DM gita, mana genit bat
Eli : marah besar bat gue
Gita : yakan ga aku balasan
Eli : HALAH
Chelsea : berantem-berantem
Nachia : eh sumpah komplek sebelah itu emang nakal banget, ckck
Oline : kecuali erine
Delynn : kecuali erine
Oline : apaan sih lo
Delynn : dih, lo yang apaan
Delynn : mak @Marsha, nanti pulang skul dan setelah menyelamatkan uri babeh, tolong gebuk si oline itu
Marsha : gweh bukan emak lo kocak
***
Freya dan Ella sudah terikat di tiang basket menggunakan tali rafia warna-warni.
Di depan mereka, Kathrina, Jessi, dan Christy berdiri sambil berkacak pinggang dengan wajah yang berusaha dibuat garang.
Meski Christy sesekali hampir tertawa melihat ekspresi kocak Freya dan Ella.
"Lepasin ga?" Ucap Freya yang berusaha tetap menjaga wibawanya sebagai anggota osis walaupun tubuhnya menempel di tiang.
"Ga mau..." Balas Kathrina sambil menjulurkan lidahnya.
"Ini lapangan basket, dan peraturannya udah jelas. Mainnya pake bola basket, bukan kok dipukul pakai raket jemuran kalian itu." Lanjut Kathrina.
"Itu bukan raket jemuran woi, itu warisan tok dalang, jadi itu raket sakti." Pekik Ella tidak terima.
"Lagian basket itu capek, harus lari-lari. Kalau badminton kan tinggal smash! Kenapa hatiku cenat-cenut tiap ada Kamu." Sambung Freya.
Jessi memutar bola matanya malas.
"Kalian mau main badminton di tengah lapangan basket yang ga ada net-nya aja itu udah gila." Jessi masih berkacak pinggang, lengkap dengan wajah judesnya.
"Kita bisa pakai imajinasi, Jess." Ucap Freya lagi.
Dan jawaban Freya ini semakin membuat Christy, Jessi dan Kathrina semakin enggan melepaskan ikatan.
Sedangkan di pinggir lapangan, Marsha sudah berjongkok sambil memegang ponselnya.
Berusaha menahan tawa agar tidak merusak kualitas audio videonya.
"Duh! Ini kalau masuk base sekolah, langsung viral pasti." Gumam Marsha ke arah kamera ponselnya.
Dalam rekaman itu, terlihat Ella mencoba melakukan gerakan smash walaupun tangannya terikat.
Sedangkan Freya masih berlanjut adu mulut dengan ketiganya.
"Dengar ya, Kathrina...." Teriak Freya lagi.
"Gue sama Ella ini lagi lakuin eksperimen sains." Ucap Freya yang semakin ngawur.
"Eksperimen sains your head." Sahut Kathrina gemas.
"Marsha, jangan videoin aja. Bantuin kek." Teriak Ella yang sadar temannya malah asik mendokumentasikan penderitaan mereka.
Marsha berdiri sambil mengusap air mata karena terlalu banyak tertawa.
"Bentar, ini momen langka. Freya si Gadis koleris akhirnya ditaklukkan sama tali rafia." Ucap Marsha yang kembali tertawa.
Tiba-tiba segerombolan siswi lain yang dipimpin oleh Lana, bersama Alya, Nayla, dan Lily, masuk ke lapangan dengan seragam cheerleading mereka.
"Eh, Kath, Jess, Chris. Thanks ya udah dikosongin lapangannya. Kita mau latihan buat kompetisi minggu depan nih." Ucap Lana santai sambil meletakkan tasnya di pinggir lapangan.
Tanpa perdebatan, Christy langsung memberikan gestur silakan dengan tangan.
"Oh, oke Lan. Santai aja, lapangan milik kalian sekarang." Ucap Christy dengan senyum lebarnya.
Freya dan Ella yang masih terikat langsung membulatkan mata.
"Bentar, maksudnya apa nih? Tadi kita mau main badminton dibilang ga di bolehin, sekarang mereka masuk kalian langsung minggir?" Amuk Freya tidak terima.
Jessi mengangkat bahu dengan wajah tanpa dosanya.
"Ya beda dong, Fre. Lana, Alya, Nayla, sama Lily kan cewek. Kita harus memprioritaskan sesama perempuan, apalagi mereka mau bawa nama sekolah." Jelas Jessi.
Marsha yang tadi asik memegang HP langsung mematikan kameranya dan langsung berkacak pinggang.
"Jess, gue mau tanya deh. Menurut lo, gue, Freya, sama Ella ini apa? Avatar? Makhluk astral?" Tanya Marsha.
"Ya tau sendiri lah, mereka lebih girly gitu loh latihannya dan lebih nyambung ketimbang Badminton." Jawab Christy yang mencoba membela diri.
Marsha maju mendekat, walaupun Ella dan Freya pernah masukan selokan bareng Greesel dan Marsha memilih tertawa dulu baru membantu.
Tetap saja mereka itu temannya.
"Gue ga terima, prioritas-prioritas apaan? Freya sama Ella juga waktu karnaval pakai pita, mereka suka warna pink fanta." Bela Marsha.
"Terus kenapa Freya sama Ella tadi diikat di tiang kaya kambing sama monyet, terus ni mereka berempat datang langsung dikasih lapangan?" Marsha sudah menunjuk-nunjuk ke arah Christy.
Alya menyahut dari tengah lapangan sambil melakukan pemanasan.
"Jangan baper gitu dong, kita kan butuh ruang luas buat stunt dan lempar-lemparan orang. Kalau kalian main badminton kan cuma butuh satu garis." Ucap Alya.
"Satu garis? Heh! Alya, kalau lo lempar orang di sini terus jatuh, itu urusan gravitasi. Tapi kalau gue mau main badminton, itu urusan harga diri. Kita tadi udah berjuang nyawa antara hidup dan mati diikat tali rafia." Omel Freya.
"Tapi Freya, kan katanya wanita harus saling mendukung?" Lily menimpali dengan polosnya.
"Siapa bilang kita wanita? Kita kumbang." Sahut Ella.
"Salah, kita mafia." Sambung Marsha.
"Enggalah, kan kita udah sepakat mau jadi ninja." Lanjut Freya.
Yang membuat Jessi dan dua temannya semakin yakin untuk menyerahkan lapangan itu ke anak-anak cheers.
"Gini deh, gimana kalau kita bagi lapangan? Setengah buat cheers, setengah buat kalian main apa tadi? Badminton?" Nayla mencoba menengahi.
"Ga bisa!" Potong Kathrina cepat.
"Nanti kalau lagi latihan cheers terus kena smash kok-nya Ella gimana? Bisa-bisa Lana yang lagi di atas malah kena terus memar, ga boleh." Lanjut Christy.
"Nah, bener." Jessi mengangguk setuju.
"Jadi mending kalian bertiga mengalah demi kepentingan yang lebih cewek." Ucap Jessi lagi.
"Kalian ini anak-anak komplek nakal itu kan? Yang tinggal di kost? Ini kalian lagi caper atau gimana? Kan lapangan sekolah bukan cuma ini." Ucap Lana.
"Heh! Poni, pilih diam atau di cium dia." Ucap Ella sambil menunjuk ke arah Freya.
"Kagak mauu...." Sahut Freya langsung dengan wajah menyebalkannya.
Kurang dan lebih seperti itulah sehari-harinya anak SMA yang penuh dengan drama dan kenakalan.
***
GRUP CHAT
IN THE KOST
Freya : kok si poni selamat datang itu tau sih kita mau caper sama anak-anak cheers
Ella : tampang lo kelihatan birahi
Delynn : @Freya SAMA MARSHA AJA KNP SIH? TERUS GUE JD ANAK KALIAN
Freya : EMOH
Marsha : MALES
Oline : tu anak komplek geng motor emg udah dari lama incer anak-anak komplek cinta itu
Olla : tampang kalian sih kaya tukang parkir
Freya : gue cakep ya kocak
Delynn : setuju, mangkanya cocok sama Marsha
Marsha mengeluarkannya Delynn
Gita : ada apa sih ini?
Freya : kak, lo kenal ga sih sama orng yg paling kaya di komplek cinta itu?
Gita : yang CEO?
Freya : gatau, tapi kayanya iya
Greesel : lo mau jadi sugar baby Fre?
Freya : kagak anying, gue kemarin ke minimarket dan ternyata dompet gue ada di jok motor, nah tu motor yang kemarin di pinjem Ella monyet terus kena tilang
Freya : dan berakhir belanjaan gue di bayarin cici-cici cantik itu, gue sempat nanya tinggal dimana. Dan ternyata komplek sebelah
Eli : lo emg nanya ke orng yang tepat fre
Eli : si Gita mah kenal semua sama cewe cantik
Lyn : cici-cici kaya mah gue
Freya : bener, tapi cici itu ga pendek ci
Lyn keluar dari grup
Ella : 😭😭
Gita : 👤 Fiony
Gita : itu kontaknya
Gita : ada empat sih antaranya, tp kayanya indah bukan cici-cici, jadi kalau ga fiony ya dua lagi
Gita : bentar
Eli : gue males bgt sumpah
Eli : selain punya usaha kost, di hpnya juga punya koleksi asrama cewe cantik
Eli : benci
Olla mengeluarkan Eli
Ella : 😭😭
Olla mengeluarkan Ella
Olla : berisik, gue lg debat ni sama Jessi kampung
Gita : 👤 Cynthia
Gita : 👤 Lia
Freya : anjay beut
Freya : makasih kak
Oline : ada kontak erine ga? :))
Marsha : minta sama delynn noh
Oline : ew
_____