TETANGGA MASA, DREAM

By willonass

2.2K 492 243

DREAM, LOVE, PASSION. warn : ● gxg content. ● bahasa non baku. cr. willonass More

02: tmd
03: hari sopan
04: salting?
05: someone

01: rebutan lapangan

700 122 64
By willonass

GRUP CHAT

IN THE KOST

Gita : anak-anak, kalian ada yg liat kak eli ga?

Greesel : pagi tadi sebelum kita berangkat sekolah sih gue liat kak eli di atas genteng

Gita : iya kalau itu tau

Gita : kan gue tanya siang ini

Olla : ya mana kita tau bjir, kan kita masih di sekolah😒

Gita : heh ga sopan, gue usir ya dari kost

Nachia : ini kak eli baru lewat kamar aku kak, sambil marah-marah

Nala : LO BILANG LO SAKIT, JADI GA SEKOLAH

Nala : tapi kok bisa main hp?😡

Nachia : heh, gue ga lumpuh ya

Eli : @Freya kenal sama atin anak komplek sebelah ga?

Marsha : Freya lg gabisa balas chat Kak, jadi gue aja yg bales ya

Marsha : iya, kita kenal

Marsha : DAN SKRG FREYA SAMA ELLAK LG DI IKET SAMA ATIN AND THE GENG DI TIANG BASKET, PLS HELP😭

Eli : emang bocah kurang ajar tu

Lyn : lagi kenapa sih dari tadi?

Eli : si atin itu masa DM gita, mana genit bat

Eli : marah besar bat gue

Gita : yakan ga aku balasan

Eli : HALAH

Chelsea : berantem-berantem

Nachia : eh sumpah komplek sebelah itu emang nakal banget, ckck

Oline : kecuali erine

Delynn : kecuali erine

Oline : apaan sih lo

Delynn : dih, lo yang apaan

Delynn : mak @Marsha, nanti pulang skul dan setelah menyelamatkan uri babeh, tolong gebuk si oline itu

Marsha : gweh bukan emak lo kocak

***

Freya dan Ella sudah terikat di tiang basket menggunakan tali rafia warna-warni.

​Di depan mereka, Kathrina, Jessi, dan Christy berdiri sambil berkacak pinggang dengan wajah yang berusaha dibuat garang.

Meski Christy sesekali hampir tertawa melihat ekspresi kocak Freya dan Ella.

​"Lepasin ga?" Ucap Freya yang berusaha tetap menjaga wibawanya sebagai anggota osis walaupun tubuhnya menempel di tiang.

​"Ga mau..." Balas Kathrina sambil menjulurkan lidahnya.

"Ini lapangan basket, dan peraturannya udah jelas. Mainnya pake bola basket, bukan kok dipukul pakai raket jemuran kalian itu." Lanjut Kathrina.

​"Itu bukan raket jemuran woi, itu warisan tok dalang, jadi itu raket sakti." Pekik Ella tidak terima.

"Lagian basket itu capek, harus lari-lari. Kalau badminton kan tinggal smash! Kenapa hatiku cenat-cenut tiap ada Kamu." Sambung Freya.

​Jessi memutar bola matanya malas.

"Kalian mau main badminton di tengah lapangan basket yang ga ada net-nya aja itu udah gila." Jessi masih berkacak pinggang, lengkap dengan wajah judesnya.

​"Kita bisa pakai imajinasi, Jess." Ucap Freya lagi.

Dan jawaban Freya ini semakin membuat Christy, Jessi dan Kathrina semakin enggan melepaskan ikatan.

​Sedangkan di pinggir lapangan, Marsha sudah berjongkok sambil memegang ponselnya.

Berusaha menahan tawa agar tidak merusak kualitas audio videonya.

​"Duh! Ini kalau masuk base sekolah, langsung viral pasti." Gumam Marsha ke arah kamera ponselnya.

​Dalam rekaman itu, terlihat Ella mencoba melakukan gerakan smash walaupun tangannya terikat.

Sedangkan Freya masih berlanjut adu mulut dengan ketiganya.

​"Dengar ya, Kathrina...." Teriak Freya lagi.

"Gue sama Ella ini lagi lakuin eksperimen sains." Ucap Freya yang semakin ngawur.

​"Eksperimen sains your head." Sahut Kathrina gemas.

​"Marsha, jangan videoin aja. Bantuin kek." Teriak Ella yang sadar temannya malah asik mendokumentasikan penderitaan mereka.

​Marsha berdiri sambil mengusap air mata karena terlalu banyak tertawa.

"Bentar, ini momen langka. Freya si Gadis koleris akhirnya ditaklukkan sama tali rafia." Ucap Marsha yang kembali tertawa.

Tiba-tiba segerombolan siswi lain yang dipimpin oleh Lana, bersama Alya, Nayla, dan Lily, masuk ke lapangan dengan seragam cheerleading mereka.

​"Eh, Kath, Jess, Chris. Thanks ya udah dikosongin lapangannya. Kita mau latihan buat kompetisi minggu depan nih." Ucap Lana santai sambil meletakkan tasnya di pinggir lapangan.

​Tanpa perdebatan, Christy langsung memberikan gestur silakan dengan tangan.

"Oh, oke Lan. Santai aja, lapangan milik kalian sekarang." Ucap Christy dengan senyum lebarnya.

​Freya dan Ella yang masih terikat langsung membulatkan mata.

"Bentar, maksudnya apa nih? Tadi kita mau main badminton dibilang ga di bolehin, sekarang mereka masuk kalian langsung minggir?" Amuk Freya tidak terima.

​Jessi mengangkat bahu dengan wajah tanpa dosanya.

"Ya beda dong, Fre. Lana, Alya, Nayla, sama Lily kan cewek. Kita harus memprioritaskan sesama perempuan, apalagi mereka mau bawa nama sekolah." Jelas Jessi.

​Marsha yang tadi asik memegang HP langsung mematikan kameranya dan langsung berkacak pinggang.

"Jess, gue mau tanya deh. Menurut lo, gue, Freya, sama Ella ini apa? Avatar? Makhluk astral?" Tanya Marsha.

​"Ya tau sendiri lah, mereka lebih girly gitu loh latihannya dan lebih nyambung ketimbang Badminton." Jawab Christy yang mencoba membela diri.

Marsha maju mendekat, walaupun Ella dan Freya pernah masukan selokan bareng Greesel dan Marsha memilih tertawa dulu baru membantu.

Tetap saja mereka itu temannya.

​"Gue ga terima, prioritas-prioritas apaan? Freya sama Ella juga waktu karnaval pakai pita, mereka suka warna pink fanta." Bela Marsha.

"Terus kenapa Freya sama Ella tadi diikat di tiang kaya kambing sama monyet, terus ni mereka berempat datang langsung dikasih lapangan?" Marsha sudah menunjuk-nunjuk ke arah Christy.

​Alya menyahut dari tengah lapangan sambil melakukan pemanasan.

"Jangan baper gitu dong, kita kan butuh ruang luas buat stunt dan lempar-lemparan orang. Kalau kalian main badminton kan cuma butuh satu garis." Ucap Alya.

​"Satu garis? Heh! Alya, kalau lo lempar orang di sini terus jatuh, itu urusan gravitasi. Tapi kalau gue mau main badminton, itu urusan harga diri. Kita tadi udah berjuang nyawa antara hidup dan mati diikat tali rafia." Omel Freya.

"Tapi Freya, kan katanya wanita harus saling mendukung?" Lily menimpali dengan polosnya.

"Siapa bilang kita wanita? Kita kumbang." Sahut Ella.

"Salah, kita mafia." Sambung Marsha.

"Enggalah, kan kita udah sepakat mau jadi ninja." Lanjut Freya.

Yang membuat Jessi dan dua temannya semakin yakin untuk menyerahkan lapangan itu ke anak-anak cheers.

"Gini deh, gimana kalau kita bagi lapangan? Setengah buat cheers, setengah buat kalian main apa tadi? Badminton?" Nayla mencoba menengahi.

​"Ga bisa!" Potong Kathrina cepat.

"Nanti kalau lagi latihan cheers terus kena smash kok-nya Ella gimana? Bisa-bisa Lana yang lagi di atas malah kena terus memar, ga boleh." Lanjut Christy.

​"Nah, bener." Jessi mengangguk setuju.

"Jadi mending kalian bertiga mengalah demi kepentingan yang lebih cewek." Ucap Jessi lagi.

​"Kalian ini anak-anak komplek nakal itu kan? Yang tinggal di kost? Ini kalian lagi caper atau gimana? Kan lapangan sekolah bukan cuma ini." Ucap Lana.

"Heh! Poni, pilih diam atau di cium dia." Ucap Ella sambil menunjuk ke arah Freya.

"Kagak mauu...." Sahut Freya langsung dengan wajah menyebalkannya.

Kurang dan lebih seperti itulah sehari-harinya anak SMA yang penuh dengan drama dan kenakalan.

***


GRUP CHAT

IN THE KOST

Freya : kok si poni selamat datang itu tau sih kita mau caper sama anak-anak cheers

Ella : tampang lo kelihatan birahi

Delynn : @Freya SAMA MARSHA AJA KNP SIH? TERUS GUE JD ANAK KALIAN

Freya : EMOH

Marsha : MALES

Oline : tu anak komplek geng motor emg udah dari lama incer anak-anak komplek cinta itu

Olla : tampang kalian sih kaya tukang parkir

Freya : gue cakep ya kocak

Delynn : setuju, mangkanya cocok sama Marsha

Marsha mengeluarkannya Delynn

Gita : ada apa sih ini?

Freya : kak, lo kenal ga sih sama orng yg paling kaya di komplek cinta itu?

Gita : yang CEO?

Freya : gatau, tapi kayanya iya

Greesel : lo mau jadi sugar baby Fre?

Freya : kagak anying, gue kemarin ke minimarket dan ternyata dompet gue ada di jok motor, nah tu motor yang kemarin di pinjem Ella monyet terus kena tilang

Freya : dan berakhir belanjaan gue di bayarin cici-cici cantik itu, gue sempat nanya tinggal dimana. Dan ternyata komplek sebelah

Eli : lo emg nanya ke orng yang tepat fre

Eli : si Gita mah kenal semua sama cewe cantik

Lyn : cici-cici kaya mah gue

Freya : bener, tapi cici itu ga pendek ci

Lyn keluar dari grup

Ella : 😭😭

Gita : 👤 Fiony

Gita : itu kontaknya

Gita : ada empat sih antaranya, tp kayanya indah bukan cici-cici, jadi kalau ga fiony ya dua lagi

Gita : bentar

Eli : gue males bgt sumpah

Eli : selain punya usaha kost, di hpnya juga punya koleksi asrama cewe cantik

Eli : benci

Olla mengeluarkan Eli

Ella : 😭😭

Olla mengeluarkan Ella

Olla : berisik, gue lg debat ni sama Jessi kampung

Gita : 👤 Cynthia

Gita : 👤 Lia

Freya : anjay beut

Freya : makasih kak

Oline : ada kontak erine ga? :))

Marsha : minta sama delynn noh

Oline : ew










_____

Continue Reading

You'll Also Like

3.7K 402 10
"nyesel aku nikah sama kamu, kamu tu berisik banget" --freya--
1.4K 129 11
Di ruang redaksi yang selalu pulang paling akhir, Freya dan Marsha belajar satu hal yang gak pernah diajarin di kelas: menyimpan perasaan. Freya, ang...
15.8K 1.8K 11
Season 2 ini tercipta karena terpaksa, terpaksa karena season sebelumnya tersegel shiki fuujin.
14.7K 2.2K 28
Tangisan Marsha semakin keras ketika ia menyadari orang yang dicintainya telah tiada. "Selamat tinggal, Gitasena Radheya, aku Marsha Lenathea akan se...
Wattpad App - Unlock exclusive features