Obsesi Sang Pemburu

Obsesi Sang Pemburu

  • WpView
    Reads 197
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 16, 2025
Markas Polresta memegang kepercayaan aneh, yakni; Biru sebagai anggota Unit Jatanras memiliki presisi bidikan absolut dalam setiap situasi yang mengharuskannya melepaskan peluru. Sehingga, mau tak mau Biru selalu ditempatkan di garis depan bersama para pria saat menjalankan tugas. Namun, ketika nyala api yang melahap Denpasar memantul dalam mata beningnya seperti kunang-kunang berkaca pada danau, peluru Biru menjadi buta harus membidik ke mana. Seorang pemuda misterius tiba-tiba muncul di siaran berita menggunakan topeng jauk manis, ia mengaku sebagai Joker. Dalam durasi kurang dari satu menit, pemuda itu mengatakan, "Ayo main petak umpet. Kalian memburu, saya sembunyi sambil berburu."
All Rights Reserved
#42
police
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kode Biru V.01
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • Biru & Putih | Jaesoo
  • Waeul
  • DEMI APAPUN, BIRU NYERAH - NA JAEMIN [END]
  • Moncake : Scream of The Banshee [Moncake Prime Cases Batch 1]
  • Bara dan Biru
  • Ashita :  The Warrior Of Spirit
  • OBSESSION!! -- Menjadi Protagonis Wanita

Di rumah sakit tempat Dr. Adrian bekerja, kematian bukanlah hal yang asing. Namun, ada sesuatu yang janggal dalam beberapa minggu terakhir. Pasien yang seharusnya stabil tiba-tiba mengalami henti jantung tanpa sebab yang jelas. Setiap kali kejadian itu berlangsung, alarm Kode Biru berbunyi tetapi tak ada yang bisa menyelamatkan mereka. Adrian mencoba mencari pola di balik insiden ini. Semakin dalam ia menyelidiki, semakin banyak kejanggalan yang ia temukan: rekam medis yang dihapus, CCTV yang tiba-tiba rusak, dan laporan kematian yang dipalsukan. Hingga suatu malam, ia menemukan sebuah dokumen rahasia yang seharusnya tidak ada daftar nama pasien yang meninggal sebelum waktunya, termasuk nama yang belum tercatat dalam sistem rumah sakit. Ketika Adrian mulai menghubungkan titik-titik, ia menyadari satu hal yang mengerikan: seseorang sedang bermain dengan hidup dan mati di rumah sakit ini. Dan semakin dekat ia dengan kebenaran, semakin besar bahaya yang mengintainya. Sampai akhirnya, sebuah pesan misterius muncul di layar monitor ICU. "Kau terlalu banyak tahu, Dokter." Sekarang, Adrian bukan lagi hanya seorang dokter. Ia adalah target berikutnya. Mampukah ia mengungkap rahasia kelam di balik Kode Biru, atau akankah namanya menjadi bagian dari daftar kematian yang tak terjelaskan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines