Let Them
  • WpView
    Reads 600
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 3, 2025
Pertemuan Orm dan Ling terjadi tanpa rencana, di tengah keramaian salah satu mall terbesar di Bangkok. Orm, yang sedang terburu-buru menuju kampus, tanpa sengaja menabrak seorang wanita dingin bernama Ling. Tapi sejak tatapan pertama, ada sesuatu yang berubah. Ling yang terkenal tak tersentuh tiba-tiba melunak, dan dari sana keduanya mulai saling mendekat. Hubungan mereka tidak pernah sempurna. Karakter yang bertolak belakang, cara mencintai yang berbeda, dan dunia yang tidak selalu sejalan membuat mereka kerap berselisih. Meski begitu, mereka tetap bertahan... sampai hampir dua tahun. Hingga akhirnya, status pacaran terasa seperti sekadar kata. Orm mulai merasa sendirian ditinggalkan di prioritas terakhir saat Ling lebih memilih teman-temannya daripada dirinya. Orm tahu Ling punya dunia lain, tapi ia sendiri rela menjadikan Ling pusat dari seluruh hidupnya. Namun pengorbanan itu tidak pernah benar-benar terlihat. Ketika Orm menangis dan menjelaskan perasaannya, Ling hanya mendengarnya tanpa benar-benar memahami. Respect yang dulu kuat mulai pudar. Cinta perlahan retak. Hingga keduanya berada di persimpangan, haruskah mereka bertahan walau saling melukai? atau melepaskan meski hati masih saling memilih? Written by @capybaragurl00k (2025/11) No copyright, Copas? you must have permission!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Second
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Given || Ju Jihoon
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • The King & The Doctor
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • I Want to Live [END]
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines