17. •One on one•

10 2 0
                                        

©Purpleluv

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

©Purpleluv

P R E S E N T
(Satu lawan satu)

_______________

Hari sudah semakin larut. Kini Yuna terbangun dari tidurnya, dan sosok yang pertama kali ia lihat adalah Kakaknya yang masih terbaring lemah. Ia juga menyadari jika saat ini jaket milik Jimin ada di tubuhnya.

Yuna memperhatikan sekelilingnya untuk mencari keberadaan laki-laki itu.

"Jim?" panggil Yuna dengan suara yang parau.

"Bentar ya, Kak," ujarnya sambil mengusap rambut Taehyung. Yuna beranjak dari kursi, tubuhnya terasa begitu sakit karena barusan ia tertidur dengan posisi duduk. Kakinya melangkah ke arah pintu, lalu dengan segera ia membuka pintunya.

Saat itu juga air mata Yuna kembali menetes. Ia tidak tega melihat Jimin yang kini tengah tertidur pulas dengan posisi duduk di kursi dan tangan yang bersedekap dada. Apalagi laki-laki itu hanya mengenakan kaos tipis berwarna putih.

Yuna melepaskan jaket Jimin dari tubuhnya lalu menutup bagian depan tubuh laki-laki itu dengan jaketnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yuna melepaskan jaket Jimin dari tubuhnya lalu menutup bagian depan tubuh laki-laki itu dengan jaketnya. Ia duduk di sebelahnya dan bersandar pada bahu Jimin. Yuna juga menarik kepala Jimin agar bersandar di kepalanya. Karena pasti akan terasa sakit jika tertidur dengan kepala yang terus menunduk.

Perlahan Yuna kembali tertidur. Berada di dekat Jimin seperti ini rasanya hangat dan nyaman. Namun, seketika ia kembali tersadar dan membuka matanya lagi. Ini salah. Seharusnya Jimin tidak boleh di sini, Jimin harus pulang dan beristirahat di rumah.

Tangan Yuna terangkat dan mengusap lembut pipi laki-laki itu. "Jimin... Bangun, Jiminn. Jim..." Usapannya berganti menjadi tepukan.

Setelah beberapa kali Yuna menepuk pipi Jimin, akhirnya laki-laki itu membuka matanya.

"Hooaam... Yuna? Kenapa?" tanya Jimin seraya meregangkan otot lehernya.

Yuna tersenyum penuh arti. "Kamu harus pulang, Jim. Ini udah malem banget."

"Terus lo gimana? Gue gak mungkin ninggalin kalian berdua."

𝗦𝗼𝗿𝗿𝘆 | ℱ𝓇ℴ𝓂 𝒴𝓊𝓃𝒶 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang