11. Kisah Luka

8 4 1
                                        

❀ Happy Reading ❀

-
-
-
_


Anna duduk di tepi danau seraya menikmati hembusan angin yang menerpa. Melihat sekeliling danau membuat Anna kembali mengingat semua kenangannya dengan Dirga.

Disini dulu Dirga menyatakan perasaannya pada Anna. Dan disini juga Anna melihat Dirga dengan selingkuhannya. Tidak elite memang, tapi begitulah adanya.

   Flashback...

"Hai, Kak Anna," sapa seorang gadis dengan penampilan imutnya. Dia adalah adek kelas Anna di sekolah.
"Eh, Hai Indri. Lo disini juga?"
"Iya. Aku lagi jalan sama cowokku." Gadis itu tersenyum sangat cerah membuat Anna ikut tersenyum karenanya.
"Oh ya? Terus cowok lo mana?" tanya Anna karena ia hanya melihat Indri sendirian.
"Lagi pergi, katanya mau beli minum buat kita," jelasnya.
Dan mengalirlah percakapan mereka begitu saja.

"Maaf yank, aku lama. Soalnya tadi antri dulu." Suara seorang lelaki membuat percakapan mereka terhenti.

Tiba-tiba suasana menjadi hening. Anna kaget ketika melihat sosok yang berdiri di hadapannya itu. Dia Dirga pacar Anna.

"Dirga?" Anna memandang Dirga penuh tanya.

Lalu, Indri mendekat ke arah Dirga dan memeluk tangan Dirga dengan begitu mesra. Anna terdiam dengan perasaan campur aduk.

Dirga mengkhianatinya. Seketika tubuh Anna berasa dilanda angin dan petir. Lidah Anna terasa kelu, seakan tak mau mengeluarkan satu kata pun. Tapi Anna harus bersuara.

"Lo selingkuh, Dir?"
Mendengar pertanyaan Anna membuat Indri melepaskan tangannya.

"Maksudnya apa? Kamu bohongin aku?" Indri menatap Dirga penuh tanya.

"Kalian dengerin penjelasan aku dulu." Dirga terlihat panik.

"Gue gak butuh omkos lo." Anna tersenyum pilu berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. Ia tidak ingin menangis saat ini. Anna ingin terlihat kuat di hadapan Dirga dan selingkuhannya itu.

"Maaf Kak, aku gak tau kalau dia udh punya pacar," Indri mendekat ke arah Anna meminta maaf.

"Lo berhenti di situ. Gue jijik deket-deket sama orang kayak kalian." Anna mundur beberapa langkah.

"Lo salah paham, Na." Dirga kembali mencoba memberi penjelasan.

"Lo diem," hardik Anna pada Arga.
"Berapa lama??" tanya Anna penuh tekanan kearah Indri.

"3 bulan kak, maaf." Indri kembali meminta maaf.

Mendengar hal itu Anna langsung mendorong perempuan itu hingga terjatuh.

"Lo jangan gitu dong Na, denger alasan gue dulu. " Dirga membantu Indri berdiri kembali.

"3 bulan lo khianati gue?? Bangsat lo anjing," teriak Anna marah.

Ia pacaran dengan Dirga baru 8 bulan ini, dan ternyata 3 bulan Dirga selingkuh. Bejat memang.

"Kita putus, lo gak usah lagi nampakin wajah lo dihadapan gue." Anna pergi dan dengan sengaja dia menabrak bahu Dirga.
 

*****

"Makasih udah mau datang." Suara Dirga memecahkan lamunan Anna. Ia datang dengan senyuman manisnya dan pakaian casual yang membuatnya terlihat keren.

"Gue cuma mau nepatin janji gue, karna gue bukan pecundang." Anna tak memandang Dirga sama sekali.

"Gue gak punya banyak waktu," lanjutnya.

Melihat cara Anna berinteraksi dengannya seperti ini membuat rasa bersalah Dirga tambah banyak.

"Gue mau minta maaf, maaf dulu udah khianati lo," ucap Dirga seraya ingin duduk di sebelah Anna yang masih kosong.

"Stop disitu gue males deket lo."

Dirga melangkah sedikit mundur dari Anna.

"Gue sama Indri juga udah putus. Tepat setelah lo mutusin gue." Dirga menjeda ucapannya menunggu respon dari Anna.

Namun, Anna hanya diam tak merespon. Seolah tak mendengar apapun.

"Na," ujar Dirga.

"Bukan urusan gue. Dan gue minta lo jangan datang lagi dihidup gue. Gak usah ikut campur lagi urusan gue." Anna berdiri dan hendak pergi.

Melihat itu, Dirga refleks  menahan tangan Anna. Kemudian Anna menghempaskan tangan Dirga dengan kuat.

"Kemarin gue cuma mau belain lo Na. Gue gak suka lo dihina sama orang itu," tutur Dirga dengan lembut meski Anna terlihat sangat tidak menyukainya.

"Gue gak butuh." Anna pergi meninggalkan Dirga setelah itu. Melangkah bersama rasa sakit yang ia pendam sendiri.

Rasa bencinya pada lelaki itu masih bersarang di hatinya. Dia tidak ingin lagi bertemu dengan Dirga atau orang-orang lain dimasa lalunya.

Kini, Anna hanya ingin bahagia dan menikmati hidup barunya dengan tenang.

KeyNaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang