Hi everyone 👋
Finally cerita ini up lagi ...
Happy reading ❤️
...
Tepat hari Senin, semua murid SMA Gerhana kembali melanjutkan kegiatan belajar yang sudah tertunda karena hari Minggu yang mereka bilang sangat singkat.
Begitu pula dengan seorang gadis berambut panjang bergelombang yang tengah berjalan di koridor seorang diri. Gadis itu hanya memasang wajah datar, membuat sebagian siswi membicarakannya. Gadis itu hanya mencoba untuk menulikan telinganya. Tidak peduli.
Gadis bernama lengkap Aleeza Karessa Atmaja itu akhirnya sampai di kelasnya. Gadis itu langsung berjalan ke arah belakang, dimana tempat duduknya berada.
Leeza, panggilan yang sering orang gunakan untuknya.
Leeza melihat ponselnya, matanya membulat sempurna saat melihat tanggal yang tertera di layar ponselnya. Dengan cepat Leeza mengambil tasnya, lalu pergi meninggalkan kelas. Mengapa Leeza bisa lupa dengan hari ini, ia sangat ceroboh pikirnya.
Gadis itu harus pergi ke suatu tempat, tempat yang rutin ia datangi. Tempat dimana ia bisa mengeluarkan semua keluh kesahnya. Tempat yang sudah Leeza anggap sebagai rumah.
"Eh, Eza. Lo mau kemana?" tanya seorang gadis berambut pendek, Tania-sabahat Leeza. Eza adalah panggilan Tania kepada Leeza, dan Leeza sangat tidak menyukai panggil itu, karena seperti nama laki-laki.
"Gue harus pergi-"
"Lo mau pergi kemana? Bentar lagi bell masuk. Ini hari-" Tania memotong ucapan Leeza.
"Lo tau sekarang tanggal berapa?" tanya Leeza, sedikit kesal.
"Tujuh, kenapa?" Tania berbalik tanya.
Tania diam sejenak, mengingat kembali apa yang tadi ia ucapkan.
Tania menepuk keningnya. "Gue lupa. Lo pergi aja sana. Nggak usah ke sekolah lagi, nanti gue bilang kalo lo hari ini sakit." ujar Tania dengan diakhiri cengiran.
"Terserah lo," balas Leeza.
Leeza langsung pergi meninggalkan Tania yang kemudian masuk ke dalam kelas.
Leeza pergi meninggalkan sekolah dengan terburu-buru. Mengapa ia bisa lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahun kekasihnya? Sekali lagi, Leeza ceroboh.
Leeza mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, walaupun ia sedang terburu-buru, tetapi Leeza mementingkan keselamatannya.
Setelah menempuh waktu sekitar tiga puluh menit. Akhirnya Leeza sudah sampai di sebuah rumah sakit besar di ibu kota. Leeza langsung keluar dari mobil.
Leeza berjalan di koridor rumah sakit yang sudah hampir sebulan ia tidak injak. Biasanya hampir seminggu sekali Leeza pergi ke tempat ini untuk menjenguk kekasihnya. Namun, akhir-akhir ini kegiatannya untuk bertemu kekasihnya harus terhalang oleh ayah Leeza yang selalu melarang Leeza untuk bertemu kekasihnya. Entah apa alasannya, Leeza sendiri pun tidak tau.
Leeza membuka pintu kamar rawat seorang laki-laki yang masih terbaring di brankar. Laki-laki itu masih setia menutup matanya. Senyum Leeza langsung terbit saat melihat wajah kekasihnya yang sudah sedikit berubah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kata Rasa
Teen FictionMenjalin hubungan dengan seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya ternyata tidak mudah, itulah yang dirasakan Varrel. Bagi Varrel, mencintai Leeza adalah sebuah kebahagiaan. Tapi itu bagi Varrel, tidak bagi gadis bernama lengkap Aleeza Cala...
