kisah yang berisi tentang perjuangan seorang lelaki untuk mengejar cinta pandangan pertamanya.
Selamat membaca Good Readers.
...................................................................................................................
Semua n...
Saat pengumuman akhir sekolah kedinasan pun tiba. Tak disangka, Stefan yang sempat merasa tidak percaya diri itu diterima sebagai salah satu mahasiswanya.
Saat pengumuman itu dikeluarkan, Stefan yang sedang berada dikampus untuk mempersiapkan suatu acara untuk keesokan harinya.
Pada hari itu juga, Berlian pun menelpon Stefan untuk mengucapkan selamat dan mencoba untuk membujuk Stefan untuk tidak menggapai mimpinya.
Berlian yang saat itu menelpon dengan nada sedikit menahan tangis membuat Stefan merasa bersalah, namun keinginan dan niatnya tidak surut.
Stefan mengatakan bahwa semua orang memiliki jalannya masing-masing.
Impian Stefan yang sangat besar pun tidak terpengaruh dengan rayuan Berlian.
Stefan beranggapan bahwa perjuangannya juga untuk keluarga kecilnya kelak, yang ia harap Berlian menjadi pendamping hidupnya.
KEESOKAN HARINYA
Pada saat acara berlangsung, Stefan tidak menyangka Berlian akan datang karena dalam acara tersebut, Berlian tidak menjadi panitia dan bukan peserta.
Berlian datang untuk menceritakan permasalahan yang sedang dihadapinya kepada ketua organisasinya.
Stefan menceritakan peristiwa yang dialami semalam dengan Berlian kepada temannya dan temannya memberikan dukungan kepada Stefan untuk mengejar mimpinya.
Stefan menjalani hari-hari terakhir di kota tempat kuliahnya dan berusaha mengingat semua momen yang pernah dialami di tempat tersebut.
Pada hari-hari itu juga, Stefan selalu mengajak Berlian untuk menghabiskan waktu berdua ketika tidak ada jadwal kuliah.
Keduanyapun sempat menghabiskan waktu bersama pada hari terakhir dengan makan bersama sampai waktu kuliah tiba.
Keduanya sempat mengabadikan momen berdua dengan berfoto bersama dan Stefan menjadikan foto tersebut sebagai wallpaper di HP nya.
Saat waktu kuliah tiba, Stefan memutuskan untuk tidak mengikuti kuliah dan memilih untuk berpamitan dengan dosen disana.
Pertemuan terakhir mereka pun terjadi, keduanya bertemu sebelum kelas dimulai dan Stefan terus memandangi Berlian.
Teman Stefan yang semenjak tadi memperhatikan menanyakan kepada Stefan.
"kenapa?", "cantik cuy"
Stefan yang harus segera kembali ke kota kelahirannya untuk mempersiapkan kebutuhannya di kota perantauan terbarunya harus rela meninggalkan Berlian dan semua kenangannya di kampus tersebut.
"Semua orang sudah punya jalan masing-masing dan tidak bisa selalu bersama. Jika saat ini semua teman-teman masih berkumpul, maka itu hanya masalah waktu."