Halo semuanya, para pembaca setia.
Saya menulis ini dengan kondisi yang cukup sulit untuk dijelaskan. Selama ini saya menulis berbagai cerita tentang konflik dan emosi, namun hari ini, realitas menghantam saya jauh lebih keras daripada apa pun yang pernah saya tulis di atas kertas.
Beberapa waktu terakhir, saya terjebak dalam situasi krisis yang menguras seluruh energi fisik dan mental saya. Saya harus mendampingi seseorang yang sangat dekat dengan saya yang sedang mengalami masa tergelapnya—sebuah krisis mental hebat yang berujung pada tindakan menyakiti diri sendiri. Di tengah situasi tersebut, terjadi konflik eksternal yang cukup traumatis; mulai dari konfrontasi agresif dari pihak luar yang tidak terkendali hingga keributan yang melibatkan warga sekitar.
Situasi tersebut tidak hanya meninggalkan luka secara emosional, tapi juga luka fisik. Saya sempat terkena pecahan gelas di tengah upaya saya menenangkan keadaan. Saat ini, fokus saya bukan lagi pada kata-kata atau alur cerita, melainkan pada keselamatan nyawa, pemulihan luka, dan menjadi satu-satunya sandaran bagi mereka yang tidak memiliki siapa-siapa lagi untuk berpaling.
Saya perlu waktu untuk memulihkan diri, membersihkan puing-puing kekacauan ini, dan memastikan kondisi mental saya kembali stabil sebelum bisa kembali menyapa kalian lewat karya. Untuk itu, saya memutuskan untuk Hiatus Total sampai waktu yang belum bisa ditentukan.
Terima kasih karena selalu menjadi ruang aman bagi saya untuk berkarya. Saya harap kalian mengerti bahwa saat ini, saya harus memprioritaskan hidup saya dan orang yang saya sayangi di dunia nyata.
Mohon doanya agar badai ini segera berlalu.