keimintz
"Jika seorang penulis jatuh hati padamu, kau takkan pernah mati."
Maafkan aku, Kak. Namun, izinkan aku mengaku bahwa diriku masih di sini-terpaku dan membeku di sudut meja restoran yang sama. Entah berapa banyak lagi tabir penghalang yang akan engkau bentangkan, atau seberapa hebat badai penolakan yang kau kirimkan untuk menerjangku... aku akan tetap di sini. Aku akan tetap diam, setia menunggumu dalam hening yang paling tabah.
Dan inilah dia, sebuah buku yang kurajut dengan seluruh kepingan hati. Percayalah, setiap aksara di dalamnya kutulis sembari menuangkan sisa-sisa asa yang masih kupunya. Maka, kumohon padamu... jika memang kehadiranmu tak dapat kugapai, izinkan aku menjadi pengikut sejatimu dalam sunyi. Jika memang hatimu tak bisa menerima, setidaknya biarkan aku mengabadikanmu dalam lembaran ini.
Persilakan aku menulis tentangmu, tanpa perlu kau merasa resah atau terusik. Biarkan aku mencintaimu lewat tinta, tempat di mana tak ada "organisasi" yang mampu memisahkan kita. Dan akhirnya, aku memohon maaf sedalam-dalamnya, jika ada secarik kalimat di sini yang cacat atau melukai logikamu.
Di dalam buku ini, engkau adalah segalanya, sementara aku hanyalah hamba dari kenangan yang tak pernah usai. Maka kuingatkan sekali lagi, ingatlah bahwa kau abadi dalam tiap karyaku, selalu.